Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perawatan, Pemeriksaan, Perbaikan Kepala Silinder dan Blok Silinder (Mobil)

Perawatan, Pemeriksaan, Perbaikan Kepala Silinder dan Blok Silinder (Mobil)

Kepala silinder dan blok silinder merupakan bagian dari komponen-komponen utama mesin kendaraan. Kepala silinder merupakan bagian dari mesin yang berfungsi untuk menutup silinder serta pada bagian kepala silinder ini terdapat ruang bakar, dudukan busi (untuk mesin bensin), manifold dan dudukan mekanisme katup (mesin 4 tak).

Sedangkan blok silinder merupakan komponen pada mesin yang berfungsi sebagai tempat naik turunnya piston saat mesin beroperasi. Selain itu pada blok silinder juga terpasang susunan poros engkol beserta kelengkapannya.

Antara permukaan kepala silinder dengan manifold dan blok silinder harus rata. Apabila permukaannya tidak rata maka dapat menyebabkan terjadinya keocoran. Misalnya ketika permukaan kepala silinder dengan blok silinder tidak rata maka tekanan kompresi dapat bocor melalui celah antara kepala silinder dengan blok silinder yang diakibatkan karena kedua permukaan tersebut yang tidak rata.

A. Perawatan Kepala Silinder

Hindari Overheat

Masalah yang bisa timbul dari overheat adalah rusaknya bagian silinder mesin. Jika mobil mengalami gejala overheat dengan ditandai tingginya suhu yang terbaca di indikator maka segera menepi dan matikan mesin sampai dingin.

Selalu cek air radiator

Air radiator merupakan bagian penting dalam mendukung pendinginan mesin. Jika saat air radiator dicek volumenya berkurang dan dibiarkan untuk jalan maka kinerja sistem pendinginan mesin jadi menurun.

Dalam menjaga kinerja radiator, Anda hanya perlu cek tabung reservoir air radiator. Jika berkurang maka segera tambah. Ingat juga, jangan menambahkannya dengan air keran, tapi harus dengan cairan khusus radiator alias radiator coolant.

Masalah akibat menurunnya kinerja radiator atau sistem pendinginan mesin akan berdampak pada silinder mesin. Maka jangan sepelekan radiator mobil yang airnya berkurang.

Gunakan bahan bakar terbaik

Penggunaan bahan bakar juga perlu diperhatikan agar kinerja silinder selalu optimal. Yang dimaksud bahan bakar terbaik sendiri bukan yang hargaya paling mahal. Bahan bakar terbaik adalah yang nilai oktannya paling sesuai rekomendasi dari pabrikan.

Jika menggunakan bahan bakar yang oktan lebih rendah dari yang dianjurkan dengan alasan mengejar harga murah maka detonasi bisa terjadi di kepala silinder dan menyebabkan kerusakan bagian tersebut.

Servis sebuah kepala silinder dapat memperpanjang usia engin dan menigkatkan pemakaian bahan bakar. Ketika menservis sebuah kepala silinder pemeriksaan secara visual, penyetelan dan pengetesan komponen-komponen diperlukan.

Perawatan pada blok silider dan kepala silider dapat dilakuakan dengan pengetesan dan penyetelan dilakukan sebagai berikut:
(a) Pemeriksaan secara visual
(b) Sistem pendinginan.
(c) Kebocoran manifold (saluran masuk dan buang).
(d) Kebocoran dalam (tekanan air dalam mantel).
(e) Penyimpangan kepala silinder.
(f) Penyetelan katup.
(g) Kondisi sabuk timming katup.

Pemeriksaan Visual

Ketika menservis sebuah kepala silinder, komponen-komponen jangan dilepas dulu dari kepala silinder untuk dites kebocoran dan/atau kerusakan mekanik. Pemeriksaan awal dilakukan untuk menemukan dimana kebocoran mulai dan mengapa kerusakan mekanik terjadi. Pengujian tanda-tanda bekas yang ditinggalkan oleh kebocoran merupakan cara umum dari penentuan kebocoran-kebocoran air.

Periksa kepala silinder dari :
(a) Rusaknya baut-baut / stud.
(b) Korosi pada sambungan selang.
(c) Kebocoran-kebocoran oli.
(d) Selang-selang vakum rusak / hilang.
(e) Kebocoran-kebocoran cairan pendingin.

B. Pemeriksaan Kepala Silider

Pemeriksaan distorsi cylinder head adalah hal yang pertama dalam proses perbaikan. Peralatan yang diperlukan untuk memeriksa distorsi permukaan cylinder head meliputi : sekrap gasket, stright edge dan feeler gauge.

Untuk memeriksa distorsi pada cylinder head, adalah dengan menempatkan stright edge pada permukaan cylinder head secara menyilang seperti diperlihatkan Gambar berikut, selanjutnya ukurlah distorsi dengan menyisipkan feeler gauge diantara straight edge dengan permukaan cylinder head.
 
Mengukur Distorsi


Posisi Pemeriksaan

Maksimum distorsi yang diijinkan dapat dilihat pada buku manual bengkel, dan secara umum sebagai pedoman adalah sekitar 0,08 mm untuk 150 mm atau 0,003” untuk 6”.

Apabila cylinder head terdistorsi, maka harus diratakan untuk menjamin camshaft berputar dengan bebas. Sebelum membentuk dudukan katup, maka terlebih dahulu pekerjaan meratakan permukaan cylinder head dikerjakan, karena pada saat meratakan permukaan cylinder head dapat terjadi pergeseran keseimbangan penghantar katup dan dudukan katup.

Untuk meratakan permukaan cylinder head dibutuhkan mesin yang dapat menjamin kerataan terhadap permukaan blok silinder.

Bilamana memeriksa kerataan permukaan cylinder head tipe OHC, maka keseimbangan/kelurusan tempat camshaft juga harus diperiksa. Pemeriksaan tempat pemasangan camshaft adalah sangat penting sekali, seperti terjadinya distorsi pada permukaan cylinder head sdah melebihi limit spesifikasi kelengkungan, tetapi masih didalam limit servis, maka permukaan cylinder head masih dapat diratakan dengan mesin perata, namun apabila tempat pemasangan camshaft tidak dapat lagi diperbaiki, maka cylinder head tidak perlu lagi diratakan tetapi sudah masuk kategori rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Setelah cylinder head selesai diratakan dengan menggunakan mesin gerinda perata, yakinkan bahwa cylinder head masih dalam spesifikasi untuk menjamin perbandingan kompresi. Setelah selesai penggerindaan permukaan cylinder head, selanjutnya bersihkanlah sisi ruang bakar yang tajam untuk menghindari produksi bara api saat engine dihidupkan dan merusak silinder.

Pemeriksaan keratakan selalu dilakukan dalam pekerjaan perbaikan cylinder head. Secara penglihatan sudah dilakukan untuk mengetahui keretakan, namun mungkin saja keratkan tidak terlihat oleh mata, tetapi harus menggunakan alat-alat khusus memeriksa keretakan. Ruang bakar adalah bagian yang sering ditemukan keretakan dan keretakan diakibatkan oleh panas yang berlebihan (overheating). Pada operasionalnya temperatur yang terjadi pada ruang bakar adalah sangat tinggi sekali, dan jika kelebihan panas (overheating) dan air dingin maka keretakan akan semakin jelas kelihatan.

Ada empat metoda utama untuk mendeteksi keretakan yaitu : Sinar Ultra Violet, Magnetic Power dan Spray. Dye penetrant dan pressure testing.
Terdapat dua cara yang paling umum digunakan yaitu :
  • Magnetic Powder
  • Dye Penetrant
Dye penetrant adalah yang paling popular digunakan karena cocok untuk memeriksa cylinder head yang terbuat dari bahan aluminium maupun besi tuang kelabu.

Mendeteksi keretakan dengan dye penetrant adalah sangat mudah. Ruang bakar dan saluran terlebih dahulu dibersihkan dengan semprotan cairan no.2 dan cairan ini akan merambas masuk ke bagian-bagian yang retak. Setelah dibiarkan untuk waktu yang dianjurkan, maka dilanjutkan dengan penetrant no. 3, untuk membantu menghilangkan dye. Pengembang no. 4 pada akhirnya disemprotkan dan jika ada keretakan maka akan dikembangkan dengan dye dan terlihat garis-garis warna merah yang dapat dilihat sebagai pertanda keretakan.

Lihat Gambar C. yang memperlihatkan system deteksi penetran. 
 
Gambar C. Dye Penetrant

Sistem pendeteksian keretakan dengan magnetik mempunyai keuntungan dan kerugian. Keuntungan system magnetic dapat digunakan berulang-ulang dibandingkan dye penetran. Apabila dalam memeriksa keretakan dengan system magnetic, maka elektromagnetik ditempatkan pada sisi ruang bakar, aliran listrik bertegangan rendah digunakan untuk memagnitkan ruang bakar. Selanjutnya bubuk magnetic ditaburkan secukupnya ke ruang bakar. Serbuk ini akan berkumpul pada bagian yang retak sehingga dapat kelihatan.

Kerugian system ini adalah hanya dapat digunakan pada bahan ferro, dan bubuk magnetic tidaklah terlalu handal untuk menentukan keretakan.

Lihat Gambar 4, yang memperlihatkan system deteksi keretakan dengan magnetic. 
 
Sistem Magnetic

Keretakan dapat terlihat secara normal di sekitar dudukan katup buang, diantara dudukan katup masuk dan katup buang dan sekitar lubang busi.

Metoda perbaikan keretakan adalah bervariasi. Cylinder head yang terbuat dari aluminium secara umum pengelasan adalah yang terbaik. Cylinder head yang terbuat dari bahan besi tuang kelabu tidaklah semudah mencetaknya apabila dengan cara pengelasan. Metoda yang banyak dilakukan adalah dengan cara member bagian yang retak dan memberinya penymbat, dengan berhimpitan secara teratur, dan selanjutnya sumbatan-sumbatan tersebut di pean dengan alat pean pneumatic. Setelah selsai dipeaning maka ruang di gerinda untuk membentuk seperti bentuk semula.

Sebelum melakukan pengukuran atau pemeriksaan kerataan ini maka hal yang paling penting untuk dilakukan agar hasil pemeriksaan benar-benar tepat maka pastikan dahulu bahwa permukaan yang akan diukur benar-benar dalam kondisi bersih dari gasket.

Untuk membersihkan bekas-bekas gasket pada permukaan kepala silinder dan blok silinder dapat dilakukan dengan menggunakan scrap dan sikat kawat yang lembut.

Pemeriksaan kerataan kepala silinder (Cylinder head)



Menggunakan alat ukur straight edge dan feeler gauge atau thickness gauge, ukurlah kerataan permukaan kepala silinder yang terpasang atau menempel pada bagian blok silinder dan manifold.

Lakukan pengukuran kerataan kepala silinder seperti pada gambar di bawah ini :

Kepala Silinder

Bandingkan hasil pengukuran dengan data spesifikasi pada kendaraan. Contohnya pada kendaraan kijang tipe K kebengkokkan maksimum pada sisi kepala silinder yang menempel pada blok slinder yaitu 0,05 mm (0,002 inchi). Sedangkan kebengkokkan maksimum pada sisi kepala silinder yang menempel pada manifold yaitu 0,10 mm (0,0039 inchi).

Jika kebengkokkan kepala silinder telah melebihi batas kebengkokkan maksimum maka lakukan perbaikan dengan meratakan kembali sisi yang tida rata atau ganti kepala silinder dengan yang baru.

Pemeriksaan kerataan blok silinder (Cylinder block)

Pemeriksaan kerataan blok silinder dilakukan pada permukaan bagian atas yaitu permukaan blok silinder yang menempel pada kepala silinder. Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kerataan blok silinder ini sama dengan alat yang digunakan untuk memeriksa kerataan dari kepala silinder yaitu dengan menggunakan straight edge dan feeler gauge.

Lakukan pemeriksaan blok silinder seperti pada gambar di bawah ini :

Blok Silinder

Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai spesifikasi pada kendaraan tersebut, misalnya untuk kendaraan kijang dengan mesin tipe K memiliki spesifikasi nilai kebengkokkan maksimum permukaan atas blok silinder yaitu 0,05 mm (0,002 inchi).

C. Perbaikan Kepala Silinder dan Blok Silinder

1. Perbaikan Kepala Silider
a. Kerataan


b. Mekanisme katup




2. Perbaikan Blok Silinder

Perbaikan pada blok silinder antara lain:
a. Kerataan permukaan blok silider
b. Boring silinder liner, terlebih dahulu di korter lalu dihaluskan (honing).

a. Kerataan
Meratakan blok silinder

Cara meratakan blok silinder

b. Piston

Proses Korter

Proses honing

Demikian cara perawatan kepala silinder, cara perawatan blok silinder, cara memeriksa blok silinder, cara merawat blok silinder, dan cara perbaikan kepala silinder, dan juga cara perbaikan blok silinder.
close