Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

SISTEM PROTEKSI MOTOR LISTRIK

SISTEM PROTEKSI MOTOR LISTRIK - Mampu Memahami sistem proteksi instalasi motor listrik dan mampu  Memilih sistem proteksi motor listrik

SISTEM PROTEKSI MOTOR LISTRIK - Mampu Memahami sistem proteksi instalasi motor listrik dan mampu  Memilih sistem proteksi motor listrik
Gambar 5.1. Contoh proteksi motor listrik
Sumber: http:/ / en.moyanggu.com/ index.php/ page-205-33.html

Tahukah Anda apa itu sistem proteksi ?

Sistem proteksi adalah perlindungan atau untuk mengisolir pada bagian yang memungkinkan akan terjadi gangguan atau bahaya. Tujuan utama proteksi adalah untuk mencegah terjadinya gangguan atau memadamkan gangguan yang telah terjadi dan melokalisirnya, dan membatasi pengaruh pengaruhnya biasanya dengan mengisolir bagian-bagian yang terganggu tanpa mengganggu bagian-bagian yang lain. Sistem proteksi ini mendeteksi kondisi abnormal dalam suatu rangkaian listrik dengan mengukur besaran–besaran listrik yang berbeda antara kondisi normal dengan kondisi abnormal. Ada beberapa kriteria yang perlu diketahui pada pemasangan suatu sistem proteksi:

1. Kepekaan (sensitifitas)

Kepekaan adalah sensitifitas proteksi terhadap semua gangguan dengan tepat yaitu gangguan yang terjadi di daerah perlindungannya. Kepekaan suatu sistem proteksi ditentukan oleh nilai terkecil dari besaran penggerak saat peralatan proteksi mulai beroperasi.

2. Kecepatan

Sistem proteksi harus memiliki tingkat kecepatan yang telah ditentukan sehingga meningkatkan mutu pelayanan, keamanan manusia, peralatan dan stabilitas operasi proteksi.

3. Selektifitas

Selektifitas berarti suatu sistem proteksi harus dapat memilih bagian sistem yang harus diisolir apabila sistem proteksi mendeteksi gangguan. Sistem proteksi motor listrik dipasang untuk melindungi motor listrik yang sedang bekerja dari kerusakan akibat beban lebih (overload), arus lebih (over current), akibat adanya hubungan singkat dan kadang–kadang adanya tegangan hilang maka diperlukan pengaman motor yang memadai.

A. KOMPONEN PROTEKSI MOTOR LISTRIK

Proteksi motor listrik pada pengendalian motor listrik terdiri atas 3 macam, yaitu sebagai berikut:

1. Pengaman Hubungan Singkat

Alat pengaman arus listrik adalah alat yang digunakan untuk memutus secara otomatis apabila dalam rangkaian pengendali motor mengalami gangguan seperti beban lebih, hubung singkat (kosleting), percikan api dan lain sebagainya, dengan berbagai cara pemutusan dan jenis arus yang diamankan, juga berdasarkan kegunaan dan kebutuhannya. Alat pengaman yang digunakan sebagai berikut:

a. Miniatur Circuit Breaker (MCB)

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current). Terjadinya arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh beberapa gejala, seperti: hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (overload). MCB sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan sekring (fuse), yaitu akan memutus aliran arus listrik circuit ketika terjadi gangguan arus lebih. Yang membedakan keduanya adalah saat terjadi gangguan, MCB akan trip dan ketika rangkaian sudah normal, MCB bisa di ON-kan lagi (reset) secara manual, sedangkan fuse akan terputus dan tidak bisa digunakan lagi. MCB biasa diaplikasikan atau digunakan pada instalasi rumah tinggal, pada instalasi penerangan, pada instalasi motor listrik di industri dan lain sebagainya.

1) Bagian-bagian MCB

Penjelasan dari nomor–nomor dalam gambar 5.2 adalah sebagai berikut:
  1. Actuator Lever atau saklar pilih, digunakan sebagai Saklar On–Off dari MCB. Juga menunjukkan status dari MCB, apakah ON atau OFF.
  2. Saklar mekanis yang membuat kontak arus listrik bekerja.
  3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
  4. Terminal tempat koneksi kabel listrik dengan MCB.
  5. Bimetal, yang berfungsi sebagai Thermal Trip.
  6. Baut untuk kalibrasi yang memungkinkan pabrikan untuk mengatur secara presisi arus trip dari MCB setelah pabrikasi.
  7. Coil solenoid atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
  8. Pemadam busur api jika terjadi percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran kembali arus listrik.

Gambar 5.2. Bagian-bagian MCB
Sumber: https:/ / www.plcdroid.com/ 2018/ 03/ mcb-circuit-breaker.html

2) Prinsip Kerja MCB

Prinsip kerja otomatis PCB dapat dibagi menjadi dua macam, yakni Magnetic Tripping alias pemutusan hubungan arus listrik secara magnetik, dan Thermal Tripping atau pemutusan hubungan arus listrik secara thermal.
Gambar 5.3. MCB 3 phase
Sumber: Dokumen pribadi

a. Thermal Tripping
Gambar 5.4. Thermal Tripping
Sumber: anugerahjayabearing.com/ pengertian-mcb-miniature-circuit-breaker-dan-prinsipkerjanya- sudah-tau.html

Thermal Tripping alias pemutusan hubungan arus listrik secara thermal atau suhu ini cara kerjanya sama seperti halnya pada setrika. Saat kondisi kelebihan beban atau overload, arus listrik yang mengalir melalui bimetal menyebabkan suhu menjadi tinggi. Suhu yang terlalu tinggi tersebut membuat bimetal jadi melengkung sehingga dapat memutus kontak MCB.

b. Magnetic Tripping



Gambar 5.5. prinsip kerja MCB Magnetic Tripping
Sumber: anugerahjayabearing.com/ pengertian-mcb-miniature-circuit-breaker-dan-prinsipkerjanya- sudah-tau.html

Prinsip kerja MCB pada Magnetic Tripping ini cukup sederhana. Saat terjadi hubungan singkat atau overload, medan magnet yang terdapat pada solenoid MCB akan menarik latch (palang), sehingga dapat memutuskan kontak MCB. Kebanyakan MCB yang beredar di pasaran saat ini menggunakan dua jenis pemutusan ini yakni thermal dan Magnetic Tripping .

3) Fungsi MCB

Bila kita perhatikan secara lebih detail, pada bagian depan MCB akan ada gambar simbol seperti gambar di bawah ini. Simbol tersebut merupakan simbol yang umum dipakai dalam gambar listrik sebagai legenda yang menjelaskan fungsi dari peralatan listrik tersebut.

Gambar 5.6. Simbol di MCB
Sumber: https:/ / www.instalasilistrikrumah.com/ mcb-sebagai-proteksi-dan-pembatas-daya-listrik/

Sedangkan angka 1 dan 2 menunjukkan nomor terminal pada MCB sebagai tempat koneksi kabel listrik. Pada angka 1 atau bagian atas umumnya disambungkan dengan kabel incoming dan pada angka 2 atau bagian bawah disambungkan dengan kabel outgoing. Gambar disebelah kanan merupakan MCB dengan toggle switch berwarna biru. Simbol “I” putih menunjukkan bahwa MCB dalam posisi “ON” dan simbol “O” menunjukkan posisi “OFF”.

Dari simbol tersebut, terlihat MCB mempunyai tiga macam fungsi yaitu:

a. Pemutus Arus (simbol x dengan garis miring ke kiri).

MCB ini mempunyai fungsi sebagai pemutus arus listrik ke arah beban. Dan fasilitas pemutus arus ini bisa dilakukan dengan cara manual ataupun otomatis, cara manual adalah dengan merubah toggle switch yang ada didepan MCB (biasanya berwarna biru atau hitam) dari posisi “ON” ke posisi “OFF” dan bagian mekanis dalam MCB akan memutus arus listrik. Hal ini dilakukan bila kita ingin mematikan sumber listrik di rumah karena adanya keperluan perbaikan instalasi listrik rumah. Istilah yang biasa dipakai adalah MCB Switch Off.

Sedangkan MCB akan otomatis “OFF” bila dideteksi terjadi arus lebih, disebabkan karena beban pemakaian listrik yang lebih, atau terjadi gangguan hubung singkat, oleh bagian didalam MCB dan memerintahkan MCB untuk “OFF” agar aliran listrik terputus. Istilah yang biasa dipakai adalah MCB Trip.

b. Proteksi Beban Lebih (overload) (simbol seperti kotak dengan sisi terbuka di kiri).

Fungsi ini akan bekerja bila MCB mendeteksi arus listrik yang melebihi rating-nya. Misalnya, suatu MCB mempunyai rating arus listrik 6A tetapi arus listrik aktual yang mengalir melalui MCB tersebut ternyata 7A, maka MCB akan trip dengan delay waktu yang cukup lama sejak MCB ini mendeteksi arus lebih tersebut.

Bagian di dalam MCB yang menjalankan tugas ini adalah sebuah strip bimetal. Arus listrik yang melewati bimetal ini akan membuat bagian ini menjadi panas dan memuai atau mungkin melengkung. Semakin besar arus listrik maka bimetal akan semakin panas dan memuai dimana pada akhirnya akan memerintahkan switch mekanis MCB memutus arus listrik dan toggle switch akan pindah ke posisi “OFF”.

Lamanya waktu pemutusan arus ini tergantung dari besarnya arus listrik. Semakin besar tentu akan semakin cepat. Fungsi strip bimetal ini disebut dengan Thermal Trip. Saat arus listriknya sudah putus, maka bimetal akan mendingin dan kembali normal. MCB bisa kembali mengalirkan arus listrik dengan mengembalikan ke posisi “ON”.

c. Proteksi Hubung Singkat (Short Circuit) (simbol lengkungan)

Fungsi proteksi ini akan bekerja bila terjadi korsleting atau hubung singkat arus listrik. Terjadinya korsleting akan menimbulkan arus listrik yang sangat besar dan mengalir dalam sistem instalasi listrik rumah.

Bagian MCB yang mendeteksi adalah bagian magnetic trip yang berupa solenoid (bentuknya seperti coil/ lilitan), dimana besarnya arus listrik yang mengalir akan menimbulkan gaya tarik magnet di solenoid yang menarik switch pemutus aliran listrik. Sistem kerjanya cepat, karena bertujuan menghindari kerusakan pada peralatan listrik. Bayangkan bila bagian ini gagal bekerja. Bagian bimetal strip sebenarnya juga merasakan arus hubung singkat ini, hanya saja reaksinya lambat sehingga kalah cepat dari solenoid ini. Menurut karakteristik Tripnya, ada tiga tipe utama dari MCB, yaitu: tipe B, tipe C, dan tipe D yang didefinisikan dalam IEC 60898.
  1. MCB Tipe B, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum atau arus nominal MCB. MCB tipe B merupakan karateristik trip tipe standar yang biasa digunakan pada bangunan domestik.
  2. MCB Tipe C, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 5 sampai 10 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe ini akan menguntungkan bila digunakan pada peralatan listrik dengan arus yang lebih tinggi, seperti lampu, motor dan lain sebagainya.
  3. MCB tipe D, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 8 sampai 12 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe D merupakan karakteristik trip yang biasa digunakan pada peralatan listrik yang dapat menghasilkan lonjakan arus kuat seperti, transformator, dan kapasitor.

Perlu diketahui bahwa arus nominal atau arus batas maksimum yang tertera pada body MCB mulai dari 6 A, 10 A, 13 A, sampai dengan 125A.

2. Pengaman Beban Lebih

Berbicara masalah beban dalam rangkaian listrik, akan teringat pada beban fisik yang berupa lampu-lampu, tahanan, beban mekanik dari motor listrik dan sebagainya. Apabila motor mengangkat beban yang lebih berat, maka arus yang mengalir pada motor itu akan bertambah besar. Suatu motor listrik dikatakan mempunyai beban lebih, apabila arus yang mengalir melebihi arus nominalnya. Seperti telah dijelaskan di atas bahwa motor yang berbeban lebih akan menyerap arus yang berlebihan, sehingga timbul panas yang tinggi.

Panas yang tinggi dan terus-menerus akan menyebabkan kerusakan pada lilitan motor, yang akhirnya dapat membakar lilitan motor. Dari sini, ternyata panas itu merupakan kuadrat dari arus. Apabila arus itu naik menjadi 2 kali, maka panasnya naik menjadi 4 kali. Oleh karena itu, untuk melindungi atau mengamankan motor dari panas yang berlebihan, maka dipasanglah relay suhu beban lebih. Dalam perdagangan, dikenal dengan nama Thermal Overload relay s (TOR).

Thermal Overload relay merupakan alat yang peka terhadap suhu, peralatan ini akan membuka atau menutup pada saat suhu melebihi batas yang ditentukan atau dengan kata lain berfungsi untuk memutuskan arus listrik jika terjadi beban lebih. Thermal Overload relay bekerja memutus rangkaian dengan cara mendeteksi panas yang diakibatkan oleh arus yang mengalir pada elemen bimetal yang terdapat pada Thermal Overload relay itu sendiri. Cara kerja Thermal Overload relay hanya mendeteksi panas dari arus listrik yang mengalir pada kumparan motor listrik namun disebabkan Thermal Overload relay dipasang seri terhadap motor listrik maka arus yang mengaliar pada kumparan motor listrik sama dengan arus yang mengalir pada kontak bimetel Thermal Overload relay.

3. Pengaman hubungan singkat dan beban lebih

Alat yang dapat melindungi motor listrik terhadap adanya hubungan singkat dan beban lebih dalam perdagangan dikenal dengan nama "Pengaman Pemutus Rangkaian Motor atau Motor Protection Circuit Breaker (MPCB). Di dalam MPCB terdapat dua buah relay yaitu relay magnet dan relay thermis. Relay magnet akan memutuskan rangkaian apabila terjadi hubungan singkat, sedangkan relay thermis akan memutuskan rangkaian apabila terjadi beban lebih pada motor. 

Konstruksi MPCB ada yang dilengkapi dengan pengaman terhadap tegangan rendah, ada yang tidak. Apabila motor listrik dikontrol langsung dengan menggunakan MPCB, maka gunakanlah MPCB yang dilengkapi dengan relay pelindung terhadap tegangan rendah. Sebaliknya apabila motor dikontrol dengan menggunakan kontaktor magnet, maka gunakanlah MPCB yang tidak dilengkapi dengan relay pelindung terhadap tegangan rendah, sebab kontaktor magnet itu sendiri sudah dapat melindungi sendiri terhadap adanya penurunan tegangan.

Thermal Overload relay (TOR) adalah pengaman beban lebih atau overload yang digunakan pada instalasi beban motor listrik adalah TOR. Jika arus yang melaui penghantar yang menuju motor listrik melebihi kapasitas atau seting TOR, maka TOR drop atau terputus sehingga rangkain yang menuju motor listrik terputus. TOR dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama (untuk seri magnet kontaktor tertentu). Rotasi kontak utamanya adalah 2,4,6 sebelum beban atau motor listrik.

Beberapa penyebab terjadinya beban lebih:
  • Beban mekanik pada motor listrik terlalu besar;
  • Arus start terlalu besar dan terlalu lama putaran nominal tercapai atau motor listrik berhenti secara mendadak;
  • Terjadi hubungan singkat pada motor listrik antara fasa dengan fasa, atau antara fas dengan body; dan
  • Motor listrik bekerja hanya dengan duaa fasa atau terbukanya salah satu fasa dari motor listrik tiga fasa.

Prinsip kerja termal beban berdasarkan panas atu temperatur yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemn-elemen pemanas bimetal. Jika panas berlebihan, maka salah satu logam bimetal melengkung dan menggerakkan kontak mekanis pemutus rangkaian listrik (untuk bimetal seri tertentu) notasinya 95,96.

Gambar 5.7. Prinsip kerja bimetal
Sumber: http://ilmulistrik9771.blogspot.com/2016/08/tor-thermal-overload-relay.html?view=snapshot

Alat untuk melindungi motor listrik terhadap adanya hubungan singkat dan beban lebih dalam perdagangan disebut “Pengaman Pemutus Rangkaian Motor atau Motor Protection Circuit Breaker (MPCB)”

Di dalam MPCB ada 2 buah relay yaitu:
1. Relay magnet
2. Relay thermis

Relay magnet akan memutuskan hubungan singkat, sedangkan relay thermis terjadi beban lebih pada motor. Kontruksi MPCB ada yang dilengkapi pengaman terhadap tegangan rendah tetapi juga ada yang tidak ada pengamannya.

Apabila motor listrik dikontrolkan langsung dengan MPCB, maka gunakanlah MPCB yang dilengkap dengan relay pelindung terhadap tegangan rendah. Sebaliknya, apabila motor kontrol dengan menggunakan kontrkator magnet maka gunakannlah MPCB yang tidak dilengkapi dengan relay pelindung tegangan rendah, sebab kontraktor itu sendiri dapat melindungi sendiri terhadap adanya penurunan tegangan.

Gambar 5.8. Pengaman hubung singkat dan arus lebih
Sumber: http:/ / agungnugrohonews.blogspot.com/ 2012/ 10/ pengaman-hubungan-singkat-danbeban. html

Perhatikan gambar, apabila terjadi hubungan sngkat atau konsleting pada motor, maka arus yang mengalir pada kumparan relay C cukup besar, berati penguatan magnet yang terjadi juga besar akibat inti dari relay magnet C menekan kontak Normal Closed (NC₁) sehingga kumparan dari relay tegangan M terputus dan kehilangan penguatannya. Hilangnya penguatan magnet M menyebabkan pegas e tidak mendapat tarikan lagi dari magnet M. Pegas e akan menarik palang d ke atas dan berikutnya palang a akan tertarik oleh pegas f ke sebelah kiri sambil memutuskan kontak-kontak NC₁, akibatnya hubungan jala-jala ke motor terputus.

Begitu pula jika motor memikul beban lebih besar dari arus nominalnya, maka pada bimetal (B) akan timbul panas yang berlebihan dan melengkung ke sebelah kanan menyebabkan kontak Ncdari relay thermis membuka (open) sehingga kumparan magnet M kehilangan penguatan. Selanjutnya, palang di tarik oleh pegas f ke kiri, akibatnya kontak-kontak NC₁ yang menghubungkan motor ke jala-jala diputuskan.
Gambar 5.9. Pengaman hubung singkat dan arus lebih
Sumber: http:/ / agungnugrohonews.blogspot.com/ 2012/ 10/ pengaman-hubungan-singkat-danbeban.
html

Demikian pula apabila terjadi penurunan tegangan jala-jala yang besarnya ±20 % dari tegangan nominal motor, maka arus yang mengalir melalui kumparan relay magnet tegangan rendah M menjadi berkurang, sehingga pengatan magnet yang timbul juga kecil. Hal ini menyebabkan inti dari magnet M tidak kuat menahan gaya tarik pegas e ke atas. Akibatnya palang a lepas kembali kaitannya dari palang d. Palang a tertarik oleh pegas f ke sebelah kiri yang selanjutnya memutus kontakkontak NC₁, sehingga terputuslah hubungan jala-jala listrik ke motor.

Apabila motor listrik mengunakan MPCB, maka untuk melindungi terhadap adanya hubungan singkat (konsleting) dan beban lebih tidak perlu lagi dipasang sekring atau NFB dan TOR secara sendiri-sendiri, sebab MPCB sudah dirancang untuk dapat melindungi motor listrik, baik terhadap adanya hubungan singkat (konsleting) maupun beban lebih, bahkan terhadap terjadinya tegangan rendah.

MPCB dilengkapi dengan dua buah tombol tekan yaitu tombol start (on) dan tombol stop (off) yang dipasang satu poros serta dikopel langsung dengan ketiga buah kotak yang menghubungkan motor dengan jala-jala. Warna tombol start biasayang hitam dan bertanda angka 1 (S₁), sedangakn stop berwarna merah bertanda angka 0 (S₀).

d. Pembumian Motor

Sistem pembumian atau pentanahan motor listrik diperlihatkan pada gambar 5.10 dan merupakan sistem proteksi motor listrik terhadap arus sentuh dan sambaran petir.
Gambar 5.10. Pembumian Motor
Sumber: https:/ / www.tneutron.net/ elektro/ proteksi-beban-lebih-dan-pembumian-motor/

Setiap motor listrik yang digunakan hendaklah dipasang sedemikian  beserta kelengkapannya dengan baik. PUIL 2011 menjelaskan motor harus dipasang sedemikian sehingga dapat dijalankan, diperiksa, dan dipelihara dengan mudah dan aman (510.5.1.6.1). penempatan pemasangan motor diusahakan agar mudah terlihat dan dibaca plat nama motor listrik.

Bagian aktif yang terbuka pada motor listrik dan kendali yang bekerja pada voltase ke bumi di atas 50 V harus dihindarkan dari sentuh tak sengaja dengan selungkup atau dengan salah satu penempatan sebagai berikut:
1) Dipasang dalam ruang atau pengurung yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang berwenang.
2) Dipasang diatas balkon, serambi, atau panggung yang ditinggikan dan diatur sehingga terhindar sentuhan oleh orang yang tidak berwenang.
3) Dilindungi palang bagi motor yang bekerja pada sistem voltase 1000 V atau kurang.

LEMBAR PRAKTIKUM
Bersama kelompok Anda pergilah menemui seorang ahli instalasi motor listrik, lalu galilah informasi mengenai sistem proteksi pada motor listrik, dari segi berbagai gangguan motor induksi dan proteksinya. Tulislah hasilnya pada lembar kerja berikut:




CONTOH SOAL SISTEM PROTEKSI MOTOR LISTRIK

Pilihlah jawaban yang benar dari pertanyaan berikut
1. Peralatan yang berfungsi sebagai pemutus rangkaian pemutus saat terjadi gangguan hubung singkat adalah...
a. Push button
b. Magnetic Kontraktor
c. MCB
d. Time Delay Relay
e. Thermal Over Load

2. Besar kapasitas MCB yang dibutuhkan untuk motor listrik 3 fasa dengan arus nominal 29 A adalah ...
a. 8 A
b. 10 A
c. 15 A
d. 12 A
e. 16 A

3. Bagian MCB yang berfungsi sebagai magnetic trip adalah...
a. Selenoid coil
b. Pemadam busur api
c. Bimetel
d. Toggle switch
e. Aktuator

4. Mengamankan motor listrik dari beban lebih merupakan fungsi dari ...
a. Time Delay Relay
b. Kontaktor
c. Push button NO
d. Thermal Overload relay
e. Push button NC

5. Keandalan suatu sistem pembumian ditentukan oleh...
a. Nilai reaktivitas logam terhadap tanah sebagai objek pembumian.
b. Nilai konduktivitas alumunium terhadap tanah sebagai objek pembumian.
c. Nilai sensitivitas logam terhadap tanah sebagai objek pembumian.
d. Nilai konduktivitas logam terhadap tanah sebagai objek pembumian.
e. Nilai konduktivitas terhadap tanah sebagai objek tanah.

6. MCB adalah alat pengaman arus listrik dari beban lebih dan hubung singkat. Prinsip kerja MCB Thermal Tripping adalah...
a. Pemutus hubungan arus listrik, karena pengaman lebur putus
b. Pemutus hubungan arus listrik secara otomatis
c. Pemutus hubungan arus listrik, karena arus lebih
d. Pemutus hubungan arus listrik secara magnetik
e. Pemutus hubungan arus listrik secara thermal

7. Untuk mengamankan motor dengan menggunakan MCB dan NFB, jika nilai In sebesar 29 A, maka nilai minimum untuk menentukan besarnya MCB adalah ...
a. 30 A
b. 35 A
c. 40 A
d. 45 A
e. 50 A

8. Thermal Over Load digunakan untuk pengaman motor listrik dari beban lebih, didalam TOR terdapat bimetal sebagai alat pemutus apabila terjadinya panas akibat beban lebih. Bimetal akan membengkok. TOR pada motor listrik dipasang secara...
a. Paralel
b. Seri
c. Seri paralel
d. Kopel
e. Sambungan kumparan

Kunci Jawaban:
1. C
2. B
3. A
4. D
5. D
6. A
7. A
8. A

CAKRAWALA
Sejarah Penangkal Petir
Pada tahun 1750, dalam upayanya membuktikan bahwa petir adalah listrik, Franklin mulai berfikir untuk melindungi manusia, gedung dan struktur lain dari bahaya sambaran petir. Ia kemudian menciptakan alat dari batangan besi dengan panjang 8 atau 10 kaki yang ujungnya dibuat runcing. Ia berpendapat bahwa besi berujung runcing tersebut akan menarik listrik dan dengan dihubungkan ke tanah (bumi) akan mengosongkan listrik statis yang berasal dari awan. Pendapat ahli lain menyebutkan bahwa besi berujung bundar akan lebih efektif. Pendapat ini mendapat dukungan dari Raja George ke III. Perbedaan pendapat dan dukungan terhadap teori Franklin pada saat itu dituduh sebagai salah satu ciri ketidakpatuhan.
Dua tahun berikutnya barulah ia mencoba alat hasil rakitannya tersebut. Batang besi runcing ditempatkannya di puncak atap bangunan dan menunggu petir menyambarnya. Karena tidak sabar ia memutuskan untuk mendekatkan alat penghubung dengan awan dengan menggunakan layang-layang. Sebagai pemicu datangnya aliran listrik ia menggunakan sebuah kunci yang terbuat dari logam, dan menempelkannya pada layanglayang. Meski dengan beberapa upaya pencegahan namun percobaan ini termasuk percobaan yang sangat berbahaya. Beberapa menyebutkan bahwa Franklin terluka setelah percobaan tersebut.

Namun hal itu juga menjadi bukti bahwa teori Franklin tentang kesamaan listrik dengan petir telah terbukti. Alat penangkal petir temuan Franklin yang terkenal dengan nama Franklin rod kemudian banyak digunakan oleh rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya. Rangkaian penangkal petir terbesar yang mengadopsi teori Franklin ini terlihat di kubah State House di Maryland. Penggunaannya didedikasikan untuk mengenang Benjamin Franklin sang penemu.


RANGKUMAN
  1. Alat pengaman arus listrik adalah alat yang digunakan untuk memutus secara otomatis apabila dalam rangkaian pengendali motor mengalami gangguan seperti beban lebih, hubung singkat (kosleting), percikan api dan lain sebagainya, dengan berbagai cara pemutusan dan jenis arus yang diamankan, juga berdasarkan kegunaan dan kebutuhannya.
  2. MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah saklar atau perangkat elektromekanis yang berfungsi sebagai pelindung rangkaian instalasi listrik dari arus lebih (over current). Terjadinya arus lebih ini, mungkin disebabkan oleh beberapa gejala, seperti: hubung singkat (short circuit) dan beban lebih (overload).
  3. Prinsip kerja otomatis PCB dapat dibagi menjadi dua macam, yakni Magnetic Tripping alias pemutusan hubungan arus listrik secara magnetik, dan Thermal Tripping atau pemutusan hubungan arus listrik secara thermal.
  4. Thermal Overload relay (TOR) adalah pengaman beban lebih atau overload yang digunakan pada instalasi beban motor listrik adalah TOR. Jika arus yang melaui penghantar yang menuju motor listrik melebihi kapasitas atau seting TOR, maka TOR drop atau terputus sehingga rangkain yang menuju motor listrik terputus.
  5. Motor Protection Circuit Beaker (MPCB) yang dilengkapi relay rendah selain dapat melindungi motor listrik terhadap gangguan hubungan singkat, beban lebih dan tegangan rendah, juga dapat dioperasikan secara manual (dengan tangan). Cara kerja pengontrolan motor 3 fasa dengan MPCB yang dilengkapi relay tegangan rendah sebagai berikut: Jika tombol start (S₁) ditekan, maka motor akan berputar dan jika motor diinginkan untuk berhenti maka tombol stop (S₀) yang ditekan.
  6. Akibat pentanahan yang kurang baik berakibat nilai resistansi tinggi, apabila bodi motor terkena arus bocor dan tersentuh tubuh manusia, maka arus akan mengalir melalui tubuh manusia yang dapat berakibat fatal.
Demikian pembahasan sistem proteksi motor listrik, memahami sistem proteksi instalasi motor listrik dan mampu  Memilih sistem proteksi motor listrik. Semoga tulisan ini bisa membantu.
Bintan News
Bintan News Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News
close