Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

MACAM MACAM PENGENDALI MOTOR LISTRIK

Macam Pengendali Motor Listrik - Dapat menyebutkan macam-macam kendali motor listrik dengan santun,dapat mengurutkan macam-macam kendali motor listrik dengan penuh percaya diri.

Gambar 2.1. Salah satu contoh pengendali motor AC
Sumber: Dokumen Pribadi

Tahukah Anda apa itu sistem pengendali motor listrik ? Perlu Anda ketahui bahwa sistem pengendali motor listrik berupa cara pengaturan motor listrik yang dimulai dari proses mulai atau start, selama motor berputar dan berhenti motor baik dengan pengereman maupun tidak.

Tahapan pengoperasian motor listrik terdapat 3 tahapan yaitu:

1. Staring (Mulai Jalan)

Pengoperasian motor secara langsung (DOL) bisa dilakukan pada motor dengan daya <4 kW, sedangkan motor dengan daya besar menggunakan pengendali awal motor, hal ini dilakukan untuk mengurangi arus starting yang besar.

2. Running (Berputar)

Beberapa saat setelah motor mulai jalan, arus yang mengalir secara bertahap segera menurun ke posisi arus normal. Selanjutnya motor dapat dikendalikan sesuai keperluan, misalnya dengan pengaturan kecepatan, pembalik arah utaran dan sebagainya.

3. Stopping (Berhenti)

Tahapan ini merupakan tahapan akhir dari pengoperasian motor dengan cara memutuskan aliran arus listrik dari sumber tegangan listrik, yang prosesnya bisa dikendalikan sedemikian rupa (misalnya dengan pengereman/ break), sehingga motor berhenti sesuai keperluan. Sistem pengendalian motor listrik banyak macamnya serta menggunakan beberapa komponen pengendali, untuk lebih memahaminya marilah kita pelajari materi dan berbagai aktivitas yang ada pada bab ini.

A. Pengendalian berdasarkan penggunaan alat pengendali

1. Kendali manual

Sistem pengendalian secara manual adalah sistem pengawatan, pengamanan, dan pengoperasian motor listrik dengan menggunakan peralatan mekanik yang dilakukan oleh manusia. Dengan demikian jika terjadi gangguan pada sistem, motor listrik tidak dapat berhenti sendiri. Bila terjadi beban lebih tidak ada proteksi yang akurat untuk memutuskan rangkaian, karena MCB atau pengaman lebur kurang sensitif untuk mendeteksi adanya beban lebih.
Gambar 2.2. Kendali Manual
Sumber: Dokumen pribadi

Pada prinsipnya, pengawatan motor listrik yang bekerja secara manual hanya terdapat satu rangkaian utama saja. Untuk pengoperasian motor listrik secara manual digunakan alat penghubung berupa saklar mekanik, seperti saklar SPDT, DPST, TPST dan lain–lain ditambah pengaman lebur atau MCB sebagai proteksi kalau pada sistem instalasi terjadi gangguan hubung singkat.

2. Kendali Semi Otomatis

Pada kendali semi otomatis pada umumnya menggunakan kontaktor. Kontaktor digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik yang dilengkapi pengaman arus lebih (Thermal Overload relay). Pada kendali semi otomatis kerja operator sedikit ringan karena cukup dengan menekan tombol start dan stop.
Gambar 2.3. Kendali semi otomatis
Sumber: Dokumen pribadi

3. Kendali Otomatis

Dengan kendali otomatis, kerja operator semakin ringan, yaitu cukup memonitor kerja dari sistem, sehingga dapat menghemat energi fisiknya. Deskripsi kerja dari sistem kendali otomatis dibuat dengan suatu program dalam bentuk rangkaian kontaktor yang dikendalikan oleh sensor–sensor sehingga motor dapat bekerja maupun berhenti secara otomatis.
Gambar 2.4. kendali Otomatis
Sumber: Dokumen pribadi
Pengendali otomatis menggunakan alat kendali semi otomatis dikombinasikan dengan kendali otomatis, seperti Time Delay Relay (TDR), float switch, Limit switch, dengan dilengkapi pengaman.

4. Kendali Terprogram

Merupakan jenis kendali menggunakan pemrograman untuk mengontrol suatu proses. Saat ini pengembangan pengendali terprogram yang ada dan digunakan secara luas adalah pemrograman berbasis logika atau Programmable Logic Controller (PLC).
Berdasarkan namanya, konsep Programmable Logic Controller adalah sebagai berikut.
  1. Programmable, menunjukkan kemampuan untuk menyimpan program yang telah dibuat ke dalam memory, yang dengan mudah dapat diubahubah fungsi atau kegunaannya.
  2. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya.
  3. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
Gambar 2.5. Programmable controller block diagram
Sumber: http:/ / www.insinyoer.com/ prinsip-kerja-plc-programmable-logic-controller/

B. Sambungan Kumparan Motor

Sambungan kumparan motor harus sesuai antara spesifikasi motor dengan tegangan sumber listrik yang tersedia. Jika tegangan PLN yang diberikan 3 x 380 Volt dan data Nameplate motor tertluis Δ / Y, tegangan 400/ 690 V maka arti data ini bila disesuaikan dengan pasokan listriknya adalah:
  1. Kapasitas tegangan kumparan fase 400 V.
  2. Sehingga yang cocok dengan pasokan PLN 380V, kumparanya disambung Δ (delta).
  3. Kumparan dapat disambung Y, tetapi operasi dalam waktu singkat (dalam hitungan detik) atau hanya cocok untuk “Starting” yang kemudian dikenal dengan pengasutan Bintang-Segitiga. 
Catatan:
Jika beban motor kapasitasnya melebihi 4 kW maka untuk menghindari Starting Current (arus awal) yang tinggi motor tersebut harus dioperasikan menggunakan sistem Y ke Δ (bintang- segitiga).

Gambar 2.6. Diagram sambungan kumparan Δ dan Y
Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 2.7. Terminal motor 3 fase sambungan bintang
Sumber: Dokumen pribadi

Gambar 2.8. Terminal motor 3 fase sambungan segitiga
Sumber: Dokumen pribadi

C. Nameplate pada Motor Listrik

Nameplate motor ini menjelaskan spesifikasi motor listrik. Besar tegangan dan arus yang tertera pada motor tersebut telah dijelaskan oleh pabrik pembuatnya apakah mau dihubungkan bintang atau segitiga. Tegangan yang tertera pada Nameplate motor listrik merupakan tegangan kerja kumparan stator motor tersebut. Jika tegangan sumber yang masuk sebesar 400V, maka motor listrik tersebut harus dihubungkan segitiga.
Gambar 2.9. Nameplate motor
Sumber: https:/ / kandajalil.blogspot.com/ 2016/ 01/rancangan-proteksi-motor-tenaga-listrik.html
Data motor dari nameplate:
Tegangan kerja     : 400 V/ 690 V
Daya P                 : 15 kW
Sambungan           : Δ / Y
Arus listrik         : 29 / 17 A
Indek Proteksi     : 54
Frekuensi             : 50 Hz
Kecepatan            : 1430 rpm

Soal Pilihan Ganda Macam Macam Pengendali Motor Listrik

PILIHAN GANDA

1. Pengandali elektromagnetik merupakan peralatan yang digunakan untuk melakukan kontrol motor listrik. Sebutkan tiga jenis pengendali elektromagnetik tersebut...
A. Pengendali satu phasa, pengendali dua phasa dan penendali tiga phasa
B. Pengendali manual, pengendali semi otomatis dan pengendali otomatis
C. Pengendali dengan PLC, pengendali dengan sensor dan pengendali manual
D. Pengendali dengan sistem kontrol rangkaian pengunci, analog dan digital
E. Pengendali motor mulai jalan, pengendali berputar dan pengendali berhenti

2. kendali pada awalnya menggunakan kendali motor konvensional, untuk mengoperasikannya menggunakan saklar mekanis. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari...
A. Pengendali PLC
B. Pengendali penumatik
C. Pengendali manual
D. Pengendali otomatos
E. Pengendai semi otomatis

3. Blok diagram adalah suatu pernyataan gambar yang ringkas, dari gabungan sebab akibat antara masukan dan keluaran dari sustu sistem. Lengkapilah blok diagram pada gambar dengan inisial A di bawah ini...
A. Panel Listrik tenaga
B. Kendali kontaktor
C. Kendali toogle switch
D. Kendali semiotomatis
E. Kendali otomatis

4. Hal yang paling utama dalam instalasi motor listrik adalah rangkaian pengunci. Rangkaian pengunci adalah sekumpulan komponen-komponen kontrol. Pada gambar rangkaian pengunci di bawah ini! apa saja komponen pengendali motor listrik yang digunakan...
A. Kontaktor dan Lampu Plot
B. MCB, pusabutton dan Relly
C. Pushbutton ON dan Off
D. Pusabutton dan MCB
E. Relay dan lampu indikator

5. Nameplate pada motor listrik memuat data-data spesifikasi mekanis dan elektris yang diperlukan pada saat menganti motor yang sudah ada, atau mengantinya dengan merek yang lain dengan spesifikasi yang lain. Berikut ini merupakan bagian-bagian dari Nameplate motor listrik diantaranya ...
A. Besarnya pembatas arus
B. Besarnya pembatas tegangan
C. Besarnya pembatas daya
D. Besarnya diameter kawat
E. Besarnya tegangan kerja
Kunci Jawaban:
1. B
2. C
3. D
4. B
5. E

CAKRAWALA
  1. Pengendali motor elektromagnetik terdiri dari 3 tahap diantaranya: Mulai jalan (starting), Berputar (running) dan Berhenti (Stop) yang bisa dikendalikan dengan menggunakan sistem kendali manual, semi otomatis dan otomatis sesuai dengan keperluan.
  2. Kendali pada awalnya menggunakan kendali motor konvensional secara manual. Untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik digunakan saklar manual mekanis, diantaranya adalah saklar togel (toggle switch). Saklar merupakan tipe saklar sangat sederhana yang banyak digunakan pada motormotor berdaya kecil. Operator yang mengoperasikannya harus mengeluarkan tenaga otot yang kuat.
  3. Pada kendali semi otomatis, kerja operator sedikit ringan (tidak mengeluarkan tenaga begitu besar), cukup dengan jari menekan tombol tekan start saat awal menggerakan motor dan menekan tombol stop saat menghentikan putaran motor
  4. Pada kendali otomatis, sistem kendali otomatis dibuat dengan suatu program dalam bentuk rangkaian kontaktor yang dikendalikan oleh sensor–sensor, sehingga motor dapat bekerja maupun berhenti secara otomatis.
  5. Merupakan jenis kendali menggunakan pemrograman untuk mengontrol suatu proses. Saat ini pengembangan pengendali terprogram yang ada dan digunakan secara luas adalah pemrograman berbasis logika atau Programmable Logic Controller (PLC).
Demikian macam macam pengendali motor listrik yang banyak digunakan pada instalasinya. Semoga tulisan ini bisa membantu sobat.
close