close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

EVALUASI RANGKAIAN KENDALI ELEKTROMAGNETIK

EVALUASI RANGKAIAN KENDALI ELEKTROMAGNETIK - Setelah mempelajari materi tentang Evaluasi Rangkaian Kendali Elektromagnetik diharapkan siswa mampu, mengidentifikasi gangguan instalasi pada motor listrik, melakukan pengecekan terkait Troubleshooting rangkaian kendali elektromagnetik dan mempresentasikan rangkaian kendali elektromagnetik dengan kreatif dan bertanggung jawab.
EVALUASI RANGKAIAN KENDALI ELEKTROMAGNETIK
Gambar 9.1 Troubleshooting pada pengendali motor listrik 3 fasa
Sumber: https:/ / www.ecmweb.com/ content/ motor-and-motor-control-troubleshooting -techniques

EVALUASI RANGKAIAN KENDALI ELEKTROMAGNETIK

Pernahkah kalian melihat pemeliharaan berkala atau pengecekan pada motormotor listrik, terutama motor listrik 3 fasa pada mesin-mesin industri, pintu otomatis, pada lift dan lainnya. Taukah Anda bahwa motor listik ini selalu dilakukan pemeliharaan atau pengecekan berkala.

Selain itu juga dilakukan Troubleshooting pada rangkaian pengendali atau pada motor listrik tersebut. Lalu bagaimana tahapan-tahapannya? Bagaimana cara melakukannya? Alat ukur apa saja yang digunakan? Untuk memahami pertanyaan-pertanyaan tersebut mari kita pelajari materi tentang evaluasi Rangkaian Kendali Elektromagnetik pada bab ini.

A. Pengertian Troubleshooting

Troubleshooting adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin segala kemungkinan yang bisa menyebabkan peralatan, rangkaian atau system terganggu atau tidak berfungsi sesuai fungsinya. Teknisi Troubleshooting harus memiliki ketrampilan yang memadai sesuai dengan persyaratan tertentu diantaranya yaitu Mempunyai pemahaman yang baik terkait operasi normal pada peralatan yang akan ditanganinya, harus juga memiliki kompetensi lain yang relevan sesuai dengan keahliannya tentang alat ukur, elektrikal atau mekanikal dan yang paling penting adalah memiliki pengalaman yang cukup.

B. Prosedur Umum

Pekerjaan Troubleshooting merupakan salah satu pekerjaan yang rumit, memiliki kompleksitas yang tinggi, dan bervariasi. Pekerjaan ini akan menjadi mudah jika dilakasanakan dengan sistematik dan periodik mengikuti prosedur yang sudah di tentukan. Dengan mengikuti prosedur ini teknisi akan mudah menemukan ganguan dengan cerpat dan tepat.

Tahapan pekerjaan Troubleshooting diantaranya:

1. Mengenali dan mendeteksi gangguan yang ada;
2. Pemeriksaan pada rangkaian;
3. Menganalisa hasil dari pemeriksaan;
4. Menentukan penyebab gangguan serta cara menanganinya;
5. Memperbaiki kerusakan; dan
6. Melakukan pengujian.

C. Pengecekan tanpa Tegangan.

Pada pengetesan rangkaian bisa dilakukan menggunakan Audio Continuity Tester, ohmmeter atau mutimeter. Pengecekan ini dilakukan dengan tujuan:

1. Memastikan Keutuhan kabel; dan

2. Memastikan Keutuhan saklar, sikring dan peralatan pendukung yang lainnya.
Gambar 9.2 Pengecekan dengan audio tester
Sumber: Dokumen Pribadi


Gambar 9.3 Pengecekan dengan Ohmmeter
Sumber: Dokumen Pribadi

3. Pengetesan tahanan Isolasi.

Pengetesan tahanan isolasi dilakukan tanpa tegangan. Pengetesan ini menggunakan Insulation tester (meger). Gambar 9-4 memperlihatkan pengetesan tahanan isolasi antara rangkaian daya yaitu pada terminal T2 dengan ground (PE).
Gambar 9.4 Tes isolasi dengan Insulation tester (meger)
Sumber: Dokumen Pribadi

D. Pengecekan dengan Tegangan

Untuk menghindari kecelakaan dalam pengecekan atau perbaikan seharusnya dilakukan pengecekan tanpa teganan tetapi dalam kondisi tertentu untuk menentukan permasalahan yang ditimbulkan dari kerusakan peralatan harus dilakukan pada saaat bertegangan.

Pengecekan dengan tegangan harus dilakukan hati-hati dengan memperhatikan K3. Seperti pada gambar 9-5, gambar ini memperlihatkan pengecekan peralatan listrik dengan indicator lampu. Pengecekan seperti ini bisa digunakan sebagai pengecekan sederhana atau bisa juga menggunakan Voltmeter atau Multimeter.
Pada pengecekan tegangan tiga phasa menggunakan lampu tes (tes lamp), maka jangan menggunkan 1 lampu saja, gunakan dua buah lampu dihubungkan secara seri.
Gambar 9.5 Pengecekan kontinuitas dengan lampu tes
Sumber: Dokumen Pribadi

E. Pengujian Opsional

1. Pengujian tahanan isolasi kabel dengan Insulation tester (Megger). 

Sebelum melakukan pengujian putuskan P dan N dari hubungan sumber tegangan. Lakukan seperti gambar 9.6. Periksa tahanan isolasi menggunakan Insulation tester antara N dengan Groud (PE). Apabila nilai yang ditunjukan Insulation tester < 1 MΩ, hal ini berarti terjadi kesalahan isolasi pada kabel penghantar N, kemudian lakukan hal yang sama pada penghantar P. Apabila nilai yang ditunjukan Insulation tester sama dengan penghantar N yaitu <1 MΩ, hal ini juga berarti terjadi kesalahan isolasi pada kabel penghantar P, artinya kedua penghantar P dan N terjadi masalah.

2. Pengujian tahanan isolasi kabel dengan Insulation tester (Megger)

Sebelum pengujian putuskan L1, L2 dan L3 dari sumber tegangan. Lakukan seperti gambar 9.5. Periksalah tahanan isolasi menggunakan Insulation tester antara L1 dengan L2, L2 dengan L3, L1 dengan L3, L1 dengan PE, L2 dengan PE dan L3 dengan PE, Apabila nilai pengukuran didapat < 1 MΩ hal ini berarti terjadi kesalahan isolasi penghantar L1, L2, L3 dan PE
Gambar 9.6 Pengukuran dengan Megger
Sumber: Dokumen Pribadi


Gambar 9.7 Pengukur dengan Megger
Sumber: Dokumen Pribadi

Pengujian resistansi motor
Pengujian resistensi motor dilakukan dengan cara seperti ditunjukkan
gambar 9.8. tetapi sebelumnya putuskan dulu dengan sumber tegangan.
Kemudian lakukan pengujian antara masing-masing terminal motor seperti
pada gambar 9.9. Apabila di dapatkan hasil pembacan yang rendah, maka
dapat disimpulkan/ identifikasi awal adanya maslah isolasi pada lilitan motor.
Gambar 9.8 Pengujian dengan Insulation tester untuk kumparan motor
Sumber: Dokumen Pribadi




Gambar 9.9 Pengujian dengan Insulation tester untuk kumparan motor
Sumber: Dokumen Pribadi

Praktikum 1

Evaluasi Rangkaian Kendali dengan Direct ON Line (DOL)
A. Tujuan
Siswa mampu mengevaluasi rangkaian pengendali motor Direct ON Line (DOL)

B. Alat beserta Bahannya
1. Meger
2. Multimeter
3. Tool box
4. Tang Amper 3 buah
5. Push button NO
6. Panel
7. Kontaktor
8. Kabel duct
9. Rel omega
10. MCB 3p 1 buah
11. TOR 1 buah
12. Push button NC
13. Motor 3p
14. Kabel NYAF secukupnya

C. Petunjuk Praktikum
1. Kerjakan praktikum dengan hati-hati dan sebaik-baiknya dengan memperhatikan K3!
2. Jagalah kebersihan lingkungan praktik dan alat praktik!
3. Apabila telah selesai, peralatan praktik dikembalikan pada tempat semula!

D. Langkah-langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahannya
2. Membuat wiring pada rangkaian kontrol dan daya pada panel sesuai dengan gambar di bawah ini!


Rangkaian kontrol Rangkaian daya
3. Lakukan pengukuran dengan alat ukur sesuai tabel di bawah ini! pada saat motor 3 fase dan tegangan sumber belum di hubungkan
a. Hubung singkat dengan ohm meter



b. Tahanan Isolasi rangkaian pengendali dengan meger


4. Pengujian reistansi motor menggunakan megger setelah motor 3 fasa dihubungkan dengan rangkaian pengendali



5. Lakukan pengukuran dengan Voltmeter sesuai tabel di bawah ini!


pada saat rangkaian pengendali dihubungkan dengan tegangan sumber tetapi motor 3 fase belum dihubungkan dengan rangkaian pengendali, kemudian ON-kan MCB selanjutnya tekan Start

6. Pengoperasian

Buatlah laporan dari hasil pengoperasian dan pengukuran, masalah apa yang muncul kemudian carilah solusinya. Kemudian buatlah kesimpulan.

CAKRAWALA
Gambar 9.10: Friedrich August Haselwander
Sumber: https:/ / de.wikipedia.org/ wiki/ Friedrich_August_Haselwander
lahir pada 18 Oktober 1859 di Offenburg sebagai satu-satunya anak dari insinyur kelahiran Hausach, Johann Haselwander dan istrinya, Augusta. Sebagai peserta dalam Revolusi Maret, ayahnya harus melarikan diri ke Amerika seperti banyak Offenburger dan, sekembalinya dari pengasingan, menikahi Augusta Josepha Burg, putri pedagang dan anggota dewan kota Karl Friedrich Burg.

Dari keluarga pengrajin yang sama datang mantan Uskup Auxiliary Mainz Vitus Burg. Haselwander tumbuh dalam lingkungan kelas menengah yang terhormat, dibesarkan sebagai Katolik dan liberal. Setelah kematian awal orang tuanya, Haselwander tinggal bersama pamannya, seorang tukang kunci, yang mengirimnya ke sekolah tata bahasa humanistik di Offenburg (sekarang Grimmelshausen-Gymnasium). Siswa tersebut, bagaimanapun, mengembangkan sedikit minat dalam bahasa kuno, tetapi menunjukkan awal pada preferensi untuk sains. Offenburg pada saat ini adalah kota yang terpesona oleh teknologi modern, karena sejak 1 Agustus 1845 ada stasiun kereta api di Rhine Valley Railway.

Cabang ke Constance melalui konstruksi berani Robert Gerwig, Baden Black Forest Railway, sedang dibangun. Setelah sekolah, ia mulai pada 1878 studi sains, yang meliputi mata pelajaran matematika, fisika dan listrik, kimia dan mineralogi. Politeknik Karlsruhe serta Universitas Munich dan Strasbourg dapat dibuktikan sebagai stasiun pelatihan. Sekolah Politeknik Karlsruhe yang ia tinggalkan pada tahun 1883 tanpa ujian, yang tidak lazim pada waktu itu, karena hanya seseorang yang ingin bekerja di dinas sipil, harus membuktikan gelar.

Di Strasbourg ia belajar dengan August Kundt dan juga mendengar ceramah oleh Nikola Tesla. Setelah dinas militer sebagai sukarelawan satu tahun, Haselwander kembali ke Offenburg pada usia 27 dan menetap sebagai insinyur listrik independen. Pada 1885 Haselwander menikahi Emilie Tomen dari Mahlberg dan dengan demikian memperoleh kontak dengan kalangan industri Lahr. Perkawinan tetap tanpa anak dan menderita dari tragedi bahwa istrinya Emilie harus dirawat selama bertahun-tahun di rumah sakit jiwa. Pada 1886 ia mulai di Offenburg dengan pembangunan mesin dinamo. Dalam bengkel mekanik perusahaan Bilfinger, ia mengembangkan generator tiga fase pertama di dunia, yang dioperasikan pada tahun 1887 di pabrik topi Adrion untuk keperluan penerangan.

Penemuan haselwanders yang paling signifikan adalah mesin sinkron tigafase. Untuk menegakkan arus listrik, perlu untuk mentransmisikan energi dengan sesedikit mungkin kerugian. Transmisi kerugian rendah ini secara langsung berkaitan dengan besarnya tegangan: semakin tinggi tegangan, semakin rendah kerugiannya. Haselwander mengabdikan dirinya untuk masalah ini sejak awal. Generator pertamanya dari jenis ini mulai beroperasi pada Oktober 1887.

Ia dengan mulus mengintegrasikan penemuannya ke dalam sistem DC dan AC yang ada. Permohonan paten yang diajukan pada Juli 1887, pada awalnya ditolak karena pemohon banding merasa bahwa itu adalah dua penemuan yang berbeda. Namun, pada tahun 1889 hak paten diberikan. Namun, perusahaan-perusahaan listrik besar yang telah menyadari pentingnya penemuan ini keberatan dengan permohonan paten. Di sisi lain, ia tidak mampu membayar gugatan, yang nilainya diperkirakan mencapai 30 juta mark. Haselwander bekerja sebagai insinyur senior di perusahaan Wilhelm Lahmeyer & Co. di Frankfurt am Main dan memberinya hak paten. Ketika AEG mengambil alih Lahmeyer pada tahun 1892, Haselwander kehilangan pengaruh pada penggunaan patennya.

Pabrik model yang dibangun olehnya di pabrik topi Adrion melarang operasi  Imperial Reich Post 1890 lebih lanjut, karena mereka diduga mengganggu jalur telegraf; bahkan pabrik alat tulis pun tidak diizinkan. Meskipun Haselwander 1891 generatornya dengan jangkar stasioner tiga fase dan pelari empat tiang, seperti yang ditunjukkan pada gambar yang berdekatan, di Pameran Listrik Internasional 1891 di Frankfurt menunjukkan. Tapi itu tetap dengan prototipe, yang kemudian dia serahkan ke Museum Jerman di Munich, di mana pabrik masih hari ini.

RANGKUMAN
  1. Troubleshooting adalah suatu pekerjaan yang dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin segala kemungkinan yang bisa menyebabkan peralatan, rangkaian atau system terganggu atau tidak berfungsi sesuai fungsinya.
  2. Teknisi Troubleshooting harus memiliki ketrampilan yang memadai sesuai dengan persyaratan tertentu diantaranya yaitu mempunyai pemahaman yang baik terkait operasi normal pada peralatan yang akan ditanganinya, harus juga memiliki kompetensi lain yang relevan sesuai dengan keahliannya tentang alat ukur, elektrikal atau mekanikal, dan yang paling penting adalah memiliki pengalaman yang cukup.
  3. Pengecekan pada rangkaian listrik sebaiknya dilakukan pada rangkaian daya terlebih dahulu, kemudian dilakukan pengecekan pada rangkaian kontrol
  4. Pengujian tahanan isolasi pada rangkaian dilakukan tanpa tegangan dengan menggunakan Insulation tester (meger).
Demikian pembahasan evaluasi rangkaian kendali elektromagnetik yang bisa kami paparkan kepada sobat semuanya. Semoga bermanfaat.