Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air

Cara memberikan pertolongan kecelakaan di air - Penyelamatan di air merupakan salah satu upaya untuk menolong seseorang yang mengalami kecelakaan di air. Upaya pertolongan tersebut hanya dapat dilakukan oleh orang yang mempunyai kemampuan dan teknik berenang yang baik.

Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air

Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air

Untuk itu, bab ini membahas mengenai cara pertolongan kepada korban kecelakaan di air. Selain itu, akan dibahas mengenai cara berenang yang berguna untuk menolong kecelakaan di air yaitu renang gaya punggung dan gaya bebas.

A. Gaya Punggung (Back Crawl/Back Stroke

Tujuan Pembelajaran - Pada pembelajaran bab ini, Anda diharapkan mampu mempraktikkan renang gaya punggung. Gerakan renang pada gaya punggung mirip dengan gerakan gaya crawl. Bedanya terletak pada posisi badan dan arah gerakan tangan.

Secara teoretis semestinya gaya punggung lebih mudah dari gaya crawl karena muka tidak masuk air sehingga pernapasan dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut beberapa teknik dalam renang gaya punggung.

1. Posisi badan

Posisi badan pada renang gaya punggung adalah:
  1. badan telentang di permukaan air, usahakan badan mulai dari kepala sampai ujung kaki sehorizontal mungkin.
  2. telinga berada di permukaan air (sedikit masuk ke air) dan leher harus rileks.
  3. panggul tetap dipertahankan jangan sampai membuat sudut dan pandangan harus selalu lurus ke atas.
2. Gerakan Kaki

Untuk gerakan kaki agar dapat lebih jelas maka perlu ditinjau dari masing-masing bagian. Berikut adalah uraian gerakan kaki pada renang gaya punggung:
  1. sudut naik turunnya kaki waktu pukulan kaki bergantung pada setiap individu, tetapi sudut kaki ini harus lebih besar daripada gaya bebas;
  2. gerakan telapak kaki ke atas merupakan gerakan cambuk. Waktu melakukan gerakan tersebut jari kaki boleh sedikit keluar dari air;
  3. waktu melakukan pukulan kaki, harus diusahakan supaya kaki tetap di bawah permukaan air terutama lutut;
  4. posisi tangan saat latihan kaki. Tangan berada lurus di permukaan air di atas kepala dengan kedua telapak tangan berdekatan atau terkait. Bagi pemula tangan lurus di samping badan, keadaan kedua tangan harus selalu rileks.
Latihan Gerakan Kaki (Meluncur Berenang Gaya Punggung) Sikap pertama bergelantung di bibir kolam (menghadap bibir kolam) lemparkan badan ke belakang yang berakhir dengan tolakan kaki sehingga badan telentang di permukaan air bergerak maju, ayun kedua kaki seperti yang telah dijelaskan tersebut hanya pada gerakan kaki gaya punggung ini tangan berada di samping badan, perhatikan gambar di bawah ini.
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
17.1 Gerakan meluncur gaya punggung
Latihan tersebut dapat dilakukan dengan berpasangan yaitu salah satu melakukan gerakan kaki, sedangkan pasangannya memegang leher yang melakukan gerakan kaki untuk menjaga keseimbangannya (untuk menjaga agar muka tidak masuk ke air.

3. Gerakan Tangan

Ada tiga fase gerakan lengan dalam gaya punggung yaitu sebagai berikut.

a. Gerakan Pull (Penarikan)

Gerakan ini dimulai dari posisi lengan lurus di belakang kepala, jari kelingking berada di bawah. Untuk memulai gerakan siku sedikit ditekuk, kemudian tarik lengan mendekati badan. Gerakan ini berakhir setelah lengan atas atau siku mendekati badan yang selanjutnya dilakukan gerakan push.

b. Gerakan Push (Pendorongan)

Gerakan ini dilakukan dengan jalan lengan bawah mengadakan pendorongan dengan kuat sampai telapak tangan mendekati paha. Gerakan ini dilakukan setelah gerakan tangan akan berakhir. Setelah gerakan push berakhir dilakukan gerakan recovery.

c. Recovery (istirahat)

Ibu jari yang keluar lebih dulu dari permukaan air, setelah tangan lurus ke atas tangan diputar (telapak tangan menghadap keluar) seterusnya recovery berakhir setelah tangan masuk ke air dengan jari kelingking masuk terlebih dahulu. Gerakan ini harus dilakukan dengan relaks.
Fase-fase gerakan tersebut dilakukan oleh kedua tangan terusmenerus secara tidak terputus-putus sehingga seperti gerakan balingbaling.

4. Latihan Napas

Pengambilan napas tidak terlalu sulit pada gaya punggung karena muka tidak masuk ke dalam air. Namun demikian, percikan air sering mengganggu dalam bernapas karena bisa masuk ke hidung. Oleh karena itu, sebaiknya pengambilan napas dilakukan melalui mulut dan hidung pada saat kedua lengan berada di dalam air yaitu pada saat kedua lengan dalam posisi horizontal (lengan yang satu masuk dan lengan yang lain keluar).

5. Koordinasi Gerak

Dalam gaya punggung koordinasi yang penting adalah koordinasi gerakan kaki dan tangan, soal pernapasan sebenarnya tidak perlu memengaruhi koordinasi gerakan karena muka tidak masuk air, asal posisi badan tetap dipertahankan horizontal.

Latihan gerakan tangan sekaligus digabung dengan latihan gerakan kaki. Muka selalu berada di permukaan air, karena itu pengambilan napas dapat lebih mudah.

Pengambilan napas harus melalui mulut dan pandangan ke atas. Jika sudah mendekati finis (bibir kolam) kepala didongakkan ke atas, untuk melakukan start berikutnya atau berhenti.
Perhatikan gambar berikut ini!
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
17.2 Gerak tangan, kaki, dan ambil napas

B. Renang Gaya Bebas (Crawl Stroke)

Tujuan Pembelajaran - Pada pembelajaran ini, Anda diharapkan mampu mempraktikkan renang gaya bebas.
17.3 Gerakan renang gaya bebas
Berikut ini beberapa teknik dalam renang gaya bebas.

1. Gerakan Kaki

Gerakan kaki pada renang gaya bebas yaitu kaki digerakkan ke atas dan ke bawah secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan kaki). Sementara itu, antara kaki dan paha harus selalu dalam posisi lurus.

Dengkul tidak boleh ditekuk. Gerakan ini harus dilakukan secara terus menerus.

2. Gerakan tangan

Ada lima tahapan/fase gerakan tangan pada renang gaya bebas yaitu sebagai berikut.
  1. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan agak berdekatan, tetapi tidak perlu menempel).
  2. Tarik tangan kiri ke bawah, lalu ditarik sampai ke belakang.
  3. Kemudian, angkat tangan kiri keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kiri tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kiri agak ditekuk di dekat telinga. Selanjutnya, tangan tersebut diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan (masuk ke permukaan air).
  4. Pada saat tangan kiri diangkat keluar dari permukaan air, langsung gerakkan dan tarik tangan kanan ke bawah sampai ke belakang (sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah b).
  5. Kemudian, angkat tangan kanan keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kanan tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kanan agak ditekuk di dekat telinga.
Selanjutnya, tangan tersebut diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan (masuk ke permukaan air). Hal ini hampir sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah 3. Untuk lebih menguasai gerakan tangan tersebut lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang.

3. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki, dan Mengambil Napas

Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti) meskipun kita sedang mengambil napas. Pengambilan napas dilakukan ketika tangan kiri sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air, sedangkan tangan kanan akan naik ke permukaan air. Pada saat itulah, gerakkan kepala ke kanan untuk ambil napas.

Begitu juga jika Anda lebih suka bernapas ke kiri, yaitu dilakukan ketika tangan kanan sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air dan tangan kiri akan naik ke permukaan air. Ketika mengambil napas, kepala tidak boleh diangkat ke atas, tetapi hanya menoleh ke samping kanan (atau boleh juga ke kiri pilih salah satu yang menurut Anda lebih nyaman).

Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut.
  • a. Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti), walau ketika sedang mengambil napas.
  • b. Tangan kanan dan kiri bergerak terus-menerus bergantian (tanpa jeda/ istirahat).
  • c. Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi, seolah-olah ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dahulu.
  • d. Ketika kepala menoleh ke kanan (atau ke kiri) untuk mengambil napas, kemudian langsung secepatnya gerakkkan kembali kepala ke dalam air. Jangan menunggu gerakan tangan kanan (tangan kiri) selesai.
  • e. Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan napas dilakukan setelah 2–3 set gerakan tangan. Jadi, jangan sekali gerakan tangan langsung mengambil napas.
Setelah membahas mengenai keterampilan gerakan renang (gaya dada), berikutnya akan dibahas mengenai keterampilan dasar pertolongan kecelakaan di air.

C. Pertolongan Kecelakaan di Air

Tujuan Pembelajaran - Pada pembelajaran bab ini, Anda diharapkan mampu mempraktikkan teknik pertolongan kepada korban kecelakaan di air.  Ada beberapa hal yang harus diketahui dalam melakukan pertolongan kecelakaan di dalam air. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Keamanan di Dalam Air

Kemampuan berperasaan santai dan tenang ketika berada di dalam air adalah ciri seorang perenang yang baik. Keselamatan berarti aman dan terhindar dari bencana. Kewaspadaan dan berhati-hati dalam segala jenis air diperlukan agar kita dapat menikmati serta merasa aman berenang dan melakukan kegiatan di air.

Kecelakaan yang terjadi di dalam air dapat berbahaya dan fatal. Oleh karena itu, sebelum melakukan aktivitas di dalam air, kita harus mengetahui bahaya di sekitar kolam renang dan selalu mengetahui bagaimana kondisi air. Hal pertama yang harus diingat sebelum memasuki air yang belum dikenal adalah sewaktu-waktu tempat tersebut dapat menimbulkan kesukaran yang tidak terduga.

Kita harus selalu menyelidiki kedalaman kolam renang, telaga, danau atau lautan sebelum memasukinya. Kondisi daerah-daerah ini harus diketahui. Menjauhlah dari karang-karang, rerumputan liar atau rintangan lainnya di bawah air. Arus kuat atau pasang-menghempas, harus dihindari.

Apabila kita pernah terperangkap dalam arus, kita harus selalu mengingat berenang sejajar dengan pantai. Menghindari rasa panik adalah kunci pikiran yang harus diingat dalam segala keadaan bahaya.
Dalam setiap peristiwa, jangan berenang sendirian, selalu patuh pada peraturan. Berenanglah dalam daerah yang diawasi dan selalu patuh pada peraturan. Ketahuilah batas-batasnya, jangan terlalu menilai atas kemampuan kita terutama apabila menggunakan alat bantu buatan untuk berenang.

Ada sistem keselamatan yang banyak digunakan di berbagai tempat berenang. Sistem ini dinamakan yang banyak digunakan teman baik (buddy system). Dalam sistem ini anak-anak berenang berpasangan dan selalu berada pada jarak yang dekat dengan kawan-kawan mereka.

Pada setiap waktu tertentu, peluit atau terompet dibunyikan, kedua teman baik itu mengacungkan tangan mereka bersama, yang menyatakan bahwa mereka masih berada dengan yang lainnya, dan bahwa keduanya berada dalam keadaan selamat. Cara ini biasanya digunakan di danau-danau dan daerah rekreasi yang luas lainnya, dan dapat memberikan hasil yang baik.

Dalam berbagai peristiwa, keselamatan dapat dicapai dengan menerapkan akal sehat. Kita semua mengetahui bahwa kita tidak boleh berlari di pinggir kolam renang karena biasanya sangat licin dan dapat menimbulkan kecelakaan. Jangan meminta pertolongan dalam air kecuali jika kita benar-benar memerlukannya (biasanya ada orang yang berpurapura minta tolong, padahal hanya berolok-olok).

Jika kita menderita kram pada kaki atau perut hendaklah kita bersikap tenang dan meminta pertolongan lalu urutlah otot yang kram. Pengetahuan umum telah menjelaskan kepada kita agar tidak berenang apabila kita sedang merasa kedinginan, sakit, mengalami sakit telinga, ada kilat dan guntur atau jika kondisi tidak membolehkan berenang.

2. Latar Belakang Penyelamatan di Air

Usaha seseorang menyelamatkan diri dari kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan di air sangat diperlukan. Hal itu disebabkan tanah air kita adalah negara yang berbentuk kepulauan. Setiap orang memahami dan mempelajari bagaimana sebaiknya menghindarkan diri dari kecelakaan di air.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diketahui dalam upaya atau langkah-langkah pertolongan terhadap kecelakaan di dalam air.

a. Bahaya di air Olahraga renang merupakan aktivitas yang menyenangkan. Akan tetapi, kita harus sadar segala risiko yang mungkin terjadi terhadap bahaya di air. Bahaya itu justru timbul dari diri sendiri, antara lain disebabkan: (1) panik (gugup), (2) sulit bernapas, (3) kejang otot, dan (4) ombak.

b. Usaha-usaha penyelamatan diri di air Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamtan diri di air, antara lain sebagai berikut.

1) Mempelajari kemampuan berenang dengan baik. Setidaknya mampu untuk menyelamatkan diri sendiri jika terjadi bahaya saat di air.

2) Jangan berenang sendiri. Hendaklah berenang bersama orang lain yang memang mampu atau mempunyai keahlian memberikan pertolongan jika diperlukan.

3) Berenang di tempat atau daerah yang memang diperbolehkan menurut peraturan yang ada.

4) Berusaha sebaik-baiknya mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku di kolam renang/pantai.

5) Berusaha mempelajari cara-cara praktis memberikan pertolongan atau penyelamatan diri apabila terjadi kecelakaan.

6) Memahami bagaimana cara memberikan pertolongan pernapasan buatan (resusitasi).

7) Mengetahui kemampuan diri dan jangan sekali-sekali mencoba di luar batas kemampuan.

8) Selalu menghindar atau berada di luar air, apabila beberapa saat setelah makan, arus deras ataupun terjadi halilintar.

9) Selalu menjaga jarak dengan menara ataupun tempat papan loncat indah saat berenang, agar dapat terhindar dari kecelakaan.

10) Mematuhi instruksi guru sebelum turut serta dalam kegiatan olahraga air dilakukan.

11) Berusaha meminta pertolongan, jika sangat membutuhkan pertolongan.

c. Pertolongan kecelakaan di air

Seringkali kita menjadi bingung jika salah seorang teman ataupun keluarga terancam bahaya tenggelam. Perasaan gugup akan semakin menjadi-jadi, bahkan berkembang menjadi panik karena tidak ada atupun yang sanggup memberi pertolongan dan umumnya berdalih tidak bisa berenang.

Cara memberikan pertolongan kepada korban tenggelam antara lain adalah dengan memberi pertolongan dengan sistem jangkauan. Dalam keadaan darurat, pertolongan dapat dilakukan oleh hampir semua orang. Jenis pertolongan ini disebut pertolongan gapai.

Penolong memancarkan tubuhnya kuat-kuat pada kolam dan menjulurkan handuk, galah atau tangan untuk membantu korban yang tenggelam dengan kesiagaan luar biasa agar tidak tertarik ke dalam air. Semua pertolongan dilakukan tanpa membahayakan penolong.

Jenis pertolongan dari darat adalah dengan melempar gelang penampung kepada korban, di mana penolong melemparkan gelang pelumpung kepada korban dengan tali diikatkan dan kemudian menarik korban untuk diselamatkan.

3. Teknik-Teknik Dasar Pertolongan

Untuk memberikan pertolongan di air, dan cara masuk ke permukaan air ada 4 macam. Hal ini banyak tergantung kepada posisi korban itu berada.

a. Langkah-langkah memberikan pertolongan

Langkah-langkah teknik masuk ke air dalam memberikan pertolongan adalah sebagai berikut.
1) Meloncat dengan kaki dahulu (stride jump).
2) Lari kemudian masuk air (run and plunge dive)
3) Terjun dekat jangkauan jauh (long, shallow dive).
4) Cara mendekati korban (approach stroking).

b. Teknik-teknik membawa korban kecelakaan di air

Teknik dasar membawa korban kecelakaan di air adalah sebagai berikut.
1) Melakukan renang upaya pertolongan dengan baik.
2) Memegang lengan dari depan.
3) Memegang lengan dari belakang.
4) Memegang lengan korban dengan dua orang penolong.
c. Pertolongan kecelakaan dengan sistem Resusitasi Jantung dan Paru atau CPR (Cardiopulmonary Resuscitation)

Berikut ini adalah upaya pengecekan dan langkah-langkah dalam melakukan sistem Resusitasi Jantung dan Paru.

1) Memeriksa apakah korban pingsan atau tidak.

Hal ini dapat ditempuh dengan langkah-langkah berikut.
a) Goyang atau pukul-pukul korban secara perlahan dan bertanyalah: “Apakah Anda tidak apa-apa?”
b) Jika tidak ada jawaban, segera lakukan langkah selanjutnya.
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
Gambar 17.4
2) Buka aliran udara

Untuk membuka aliran udara dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a) Luruskan kepala dan naikkan dagu.
b) Perhatikan, dengarkan dan rasakan napasnya.
c) Jika tidak ada tanda-tanda pernapasan, lanjutkan pada langkah ketiga.

3) Berikan empat kali pernapasan secara cepat

Dalam memberikan napas, dapat dilakukan langkah-langkah berikut.
a) Tutup hidungnya, dan berikan empat kali pernapasan.
b) Jika udara tidak mau masuk, atur ulang kembali posisi korban hingga telentang sempurna tanpa ada ganjalan di bawah badannya, luruskan kepalanya dan angkat dagunya.
Lakukan lagi 2 langkah tersebut sampai udara bisa masuk.
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
Gambar 17.5
4) Periksa denyut

Cara memeriksa denyut nadi adalah sebagai berikut.
a) Periksa denyut nadinya paling tidak 10 detik (hingga satu menit jika korban menderita Hypothermia yang cukup parah).
b) Jika ada denyut tidak ada napas, lakukan segera pernapasan buatan.
c) Pernapasan buatan dilakukan dengan selang 2 kali napas setiap 15 detik (cara menghitungnya: satu dan dua dan tiga dan tiga dan empat ... dan lima belas, napas...).
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
Gambar 17.6
d) Jika tidak ada denyut atau napas, lanjutkan ke langkah berikutnya.
5) Cari bagian tengah tulang dada dan tempatkan kedua tangan di atas dada.
6) Penekanan pada dada dan memberikan pernapasan buatan.
a) Tekan lurus ke bawah dengan posisi siku lurus. Tekan ke bawah 1,5 hingga 2 cm.
b) Jika yang melakukan satu orang, buat selangnya 15 kali tekanan dan 2 kali hembusan udara/napas (cara menghitungnya: satu dan dua dan tiga dan empat dan seterusnya hingga lima belas, kemudian napas, napas ....).
Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air
Gambar 17.7
c) Jika yang melakukan dua orang, buat selangnya 5 kali tekanan dan 1 kali hembusan udara/napas (cara menghitungnya: “satu, dua, tiga, .... lima napas”).

Rangkuman Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air

Ada sistem keselamatan yang banyak digunakan di berbagai tempat berenang. Sistem ini dinamakan sistem teman baik (buddy system). Dalam sistem ini, anakanak berenang berpasangan dan selalu berada pada jarak yang dekat dengan kawan-kawan mereka.

Salah satu bentuk pertolongan yang dapat dilakukan apabila terjadi kecelakaan adalah dengan sistem Resusitasi Jantung dan Paru atau CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

Adapun cara pengecekan dan melakukan sistem Resusitusi Jantung dan Paru adalah dengan cara: memeriksa apakah korban pingsan, buka aliran udara, berikan empat kali pernapasan secara cepat, periksa denyut, cari bagian tengah tulang dada, tempatkan kedua tangan di atas dada dan melakukan penekanan pada dada serta memberikan pernapasan buatan.

UJI KOMPETENSI Cara memberikan Pertolongan Kecelakaan di Air

A. Aspek Kognitif
Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Organisasi renang di Indonesia adalah ....
a. PBVSI
b. Percasi
c. Perbasi
d. Perbasasi
e. PRSI

2. Sudut masuk ke air ketika melakukan start dalam renang gaya dada adalah ....
a. 10 derajat d. 25 derajat
b. 15 derajat e. 30 derajat
c. 20 derajat

3. Gaya renang yang hampir sama dengan gerakan kaki katak adalah ....
a. gaya bebas d. gaya kupu-kupu
b. gaya dada e. gaya lumba-lumba
c. gaya dada

4. Berikut ini ada yang tidak termasuk kelangsungan renang gaya dada, kecuali ....
a. body position
b. hand rotation
c. kicking
d. foot rotation
e. breathing

5. Nomor gaya dada yang diperlombakan untuk pria adalah ....
a. 100 m dan 200 m
b. 400 m dan 800 m
c. 100 m dan 400 m
d. 800 m dan 1.500 m
e. 200 m dan 400 m

6. Pembalikan renang gaya dada yang tidak sesuai dengan peraturan renang adalah ....
a. kedua tangan menyentuh dinding kolam
b. salah satu tangan menyentuh dinding kolam
c. kaki menginjak dasar kolam
d. tangan kanan menyentuh dinding kolam
e. tangan kiri menyentuh dinding kolam

7. Yang termasuk teknik gerakan renang gaya dada adalah ....
a. gerakan mengapung
b. gerakan kaki
c. kaki menginjak dasar kolam
d. pengambilan napas
e. koordinasi gerakan

8. Sikap start renang gaya dada adalah ....
a. berdiri di atas balok start
b. berdiri di belakang balok start
c. berdiri di depan balok start
d. berada di dalam kolam renang
e. memegang dinding kolam renang

9. Posisi kaki renang gaya dada adalah ....
a. berdiri tegak
b. kedua lutut ditekuk
c. kedua kaki dirapatkan
d. kedua kaki dibuka lebar
e. berdiri sesuai dengan kehendak perenang

10. Sistem keselamatan di mana anak-anak berenang berpasangan dan selalu berada pada jarak yang dekat dengan kawan-kawan mereka disebut ....
a. CPR
b. metode jangkauan
c. Buddy system
d. stride jump
e. schoolslag

B. Aspek Psikomotor

Perhatikan dan lakukan perintah di bawah ini!
  1. Lakukanlah latihan renang gaya punggung di kolam renang yang tidak terlalu dalam dengan bimbingan daru guru Anda!
  2. Lakukan pula latihan renang gaya bebas dengan bimbingan dari guru Anda!
  3. Lakukanlah latihan pernapasan dalam renang gaya punggung dan gaya bebas dengan bimbingan dari guru Anda!
Demikian keterangan lengkap mengenai cara memberikan pertolongan pertama kecelakaan di air. Semoga sobat bisa memahaminya dengan baik dan bisa mempraktikannya dengan baik.
Bintan News
Bintan News Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News
close