Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Aisatsu to Jikoshoukai - Menentukan ungkapan menyapa, berpamitan

Aisatsu to Jikoshoukai
あいさつ と じこしょうかい

Menentukan ungkapan menyapa, berpamitan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, meminta izin, instruksi (aisatsu) dan cara meresponnya pada teks transaksional lisan dan tulis, dengan memperhatikan unsur kebahasaan, struktur teks dan unsur budaya sesuai konteks penggunaannya

Setelah mempelajari bab ini kalian dapat menerapkan cara menyapa, berpamitan, mengucapkan terima kasih, meminta maaf, meminta izin, memberi instruksi dan memperkenalkan diri, serta cara meresponnya terkait topik Identitas diri dan Kehidupan sekolah dengan memperhatikan unsur kebahasaan, struktur teks dan unsur budaya yang sesuai konteks penggunaannya

Aisatsu to Jikoshoukai - Menentukan ungkapan menyapa, berpamitan
Gambar 1.1 Aisatsu,
Setiap hari kita melakukan komunikasi, baik di rumah, sekolah maupun di tempat-tempat umum. Apa yang kamu lakukan ketika bertemu dengan orang lain? Biasanya kita menyapa orang lain dengan ucapan salam, bukan?

Misalnya ketika bertemu dengan temanmu di gerbang sekolah pada pagi hari, apa yang kamu ucapkan? Apakah kalian mengucapkan sapaan yang sama kepada guru atau kakak kelas kalian?

Dalam bahasa Jepang ucapan salam disebut aisatsu. Dibandingkan orang Indonesia, orang Jepang lebih sering melakukan aisatsu. Mereka terbiasa mengucapkan ‘Selamat pagi’ kepada orang tua, saudara dan tetangga setiap pagi secara rutin.

Demikian juga di sekolah, kantor dan tempat-tempat lain, ketika pertama kali bertemu dengan seseorang pada hari tersebut, orang Jepang biasanya mengucapkan salam. Bagaimana dengan kita? Apakah hal ini juga berlaku di Indonesia? 

Dalam masyarakat Jepang orang yang sering melakukan aisatsu meninggalkan kesan yang positif, dan sebaliknya orang dianggap kurang sopan bila jarang melakukan aisatsu. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia? Apa yang terlintas di benak kalian ketika bertemu dengan teman yang diam saja?

Dan bagaimana perasaan kalian bila orang lain menyapa kalian ketika bertemu? Sebagai calon pelaku pariwisata kalian harus belajar untuk bersikap ramah. Hal ini bisa ditunjukkan dengan lebih dahulu menyapa atau memberi salam ketika bertemu dengan orang lain. Dengan demikian di tempat bekerja nantinya kalian akan terbiasa untuk menyapa ketika sedang melayani tamu.

Dalam bab ini kita akan belajar ungkapan-ungkapan yang digunakan untuk menyapa orang lain dalam bahasa Jepang. Mari kita pelajari ungkapan-ungkapan tersebut serta mulai menggunakannya ketika bertemu dengan teman, kakak kelas dan guru.

A. Pengertian

Apa yang dimaksud persalaman adalah semua kalimat sapaan serta ucapan salam yang diucapkan ketika bertemu, berpisah, meminta izin atau meminta maaf kepada orang lain, juga ketika memperkenalkan diri sendiri maupun orang lain.

B. Kalimat Sapaan

Ada beberapa jenis kalimat sapaan yang digunakan dalam bahasa Jepang, yang bisa dibagi menjadi persalaman, perkenalan diri sendiri dan perkenalan orang lain.

Persalaman

a. Saat bertemu seseorang di pagi hari
X = Ohayoo gozaimasu( おはようございます)
Y = Ohayoo gozaimasu(おはようございます)

b. Saat bertemu seseorang pada siang hari
X = Konnichiwa(こんにちは)
Y = Konnichiwa(こんにちは)

c. Saat bertemu seseorang pada malam hari

X = Konbanwa(こんばんは)
Y = Konbanwa(こんばんは)

d. Saat akan beristirahat di malam hari

X = Oyasuminasa(i おやすみなさい)
Y = Oyasuminasa(i おやすみなさい)

e. Saat bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu

X = Ogenki desuka(おげんきですか)
Y = Genki desu / Okagesamade genki desu. ( げんきです・おかげさまでげんきです)

f. Saat berpisah dengan seseorang

X = Sayoonara (さようなら)
Y = Sayoonara. / Ja, mata.
( さようなら・じゃ、また)

g. Saat berterimakasih kepada seseorang

X = Arigatoo gozaimasu.( ありがとうございます)
Y = Iie, doo itashimashite.( いいえ、どういたしまして)

h. Saat melakukan kesalahan

X = Sumimasen. / Gomen nasai. ( すみません・ごめんなさい)
Y = Iie(. いいえ)

i. Saat meninggalkan rumah

X = Itte kimasu.( いってきます)
Y = Itte irasshai. / Itte rasshai.( いっていらっしゃい・いってらっしゃい)

j. Saat tiba di rumah sehabis bepergian
X = Tadaima(. ただいま)
Y = Okaerinasai. / Okaeri.( おかえりなさい・おかえり)

k. Saat mengunjungi rumah atau tempat seseorang
X = Shitsurei shimasu. / Gomen kudasai.( しつれいします・ごめんください)
Y = Hai, doozo(. はい、どうぞ)

l. Saat mengucapkan selamat kepada seseorang

X = Omedetoo gozaimasu.( おめでとうございます)
Y = Arigatoo gozaimasu.( ありがとうございます)

m. Saat memulai makan dengan seseorang

X = Itadakimasu.( いただきます)
Y = Itadakimasu.( いただきます)

n. Saat selesai makan dengan seseorang

X = Gochisoo sama deshita(. ごちそうさまでした)
Y = Gochisoo sama deshita(. ごちそうさまでした)

C. Perkenalan diri sendiri(じこしょうかい)

Gambar 1.15 Eshaku えしゃく


Gambar 1.16 Keirei けいれい



Gambar 1.17 Saikeirei さいけいれい
Ketika akan berkenalan dengan tamu biasanya kita akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Perkenalan ini dimaksudkan agar bisa terjalin komunikasi yang efektif dan efisien antara kita dengan tamu.

Pada waktu berkenalan dengan tamu Jepang sebaiknya kita membungkukkan badan sebagai tanda menghormati lawan bicara. Dalam bahasa Jepang sikap membungkukkan badan sebagai tanda menghormati lawan bicara disebut ojigi. Semakin dalam seseorang membungkukkan badan menandakan sikap yang semakin hormat kepada tamu.

D. Ojigi
Gambar 1.18 Perkenalan diri
Ojigi memiliki dua posisi dasar yaitu duduk dan berdiri. Dalam melakukan ojigi ingatlah bahwa punggung harus direnggangkan namun tetap dalam keadaan lurus, demikian pula posisi kaki dan pinggul juga harus lurus.

Eshaku biasa digunakan diantara teman sebaya atau rekan sejawat di perusahaan untuk sekedar memberi salam selamat pagi. Caranya dengan berdiri dan menundukkan kepala sekitar 15 derajat. Keirei adalah ojigi yang paling sering dilakukan.

Dengan posisi berdiri sambil membungkukkan kepala 30 derajat ojigi ini digunakan kepada atasan atau pelanggan. Sedangkan saikeirei dilakukan kepada atasan atau rekan bisnis yang penting sebagai rasa hormat atau permintaan maaf yang dalam.

Dalam bahasa Jepang ada ungkapan yang khas ketika kita akan berkenalan dengan seseorang. Berikut ini adalah pola yang biasanya digunakan ketika memperkenalkan diri sendiri.

Kata pembuka

Hajimemashite

Jati diri

Watashi wa ………. desu./Watashi wa ………. to moshimasu.

Salam penutup

Doozo yoroshiku./Yoroshiku onegaishimasu.


Kadang-kadang untuk menyatakan jati diri cukup langsung menyebutkan nama, misalnya “Masa desu”. Selain itu dapat ditambah dengan profesi/pekerjaan, asal daerah, umur dan sebagainya. Setelah mengucapkan doozo yoroshiku biasanya diikuti dengan membungkukkan kepala beserta badan sebagai tanda hormat.
Beberapa pola di bawah ini dapat digunakan sebagai

Contoh.

Hajimemashite.
Suzuki gaisha no Yoshimura desu.
Doozo yoroshiku.

Hajimemashite.
Watashi wa Masahide desu.
Doozo yoroshiku.

Gambar 1.19 Perkenalan diri
Ketika memperkenalkan diri biasanya kita menyebutkan nama dan identitas sekolah kita, misalnya seperti contoh berikut ini:

Hajimemashite.

Salam pembuka

Watashi wa Jesika desu.

Saya adalah Jesika

Senmon koukou no ichinensei desu.

Siswi kelas 1 SMK

Douzo yoroshiku.

Salam penutup


Mari berlatih
Perkenalkanlah dirimu seperti contoh perkenalan di atas.
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
Dalam perkenalan juga kita bisa menyebutkan nama dan asal kita, seperti contoh berikut ini:

Hajimemashite.

Salam pembuka

Watashi no namae wa Adi desu.

Nama saya Adi

Bandar Lampung kara kimashita.

Datang dari Bandar Lampung

Yoroshiku onegeishimasu.

Salam penutup


Mari berlatih
Perkenalkanlah dirimu seperti contoh perkenalan di atas.
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
Namun untuk memperkenalkan diri kepada tamu sebaiknya kita menggunakan perkenalan yang lebih sopan untuk menghormati tamu, seperti berikut ini:

Hajimemashite.

Salam pembuka

Rigel to moshimasu.

Nama saya Rigel

Vina tsua gaisha no tenjouin desu.

Pramuwisata dari Vina Tour

Douzo yoroshiku onegai itashimasu.

Salam penutup


Mari berlatih
Perkenalkanlah dirimu seperti contoh perkenalan di atas.
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..
……………………………………..

E. Memperkenalkan Orang Lain.

Berikut ini adalah cara memperkenalkan orang lain dalam bahasa Jepang. Misalnya kita ingin memperkenalkan Sdr. Mouri kepada tamu dari Jepang, maka kita ucapkan:

Kochira wa Mouri san desu.

Mari berlatih
Perkenalkanlah teman yang ada di sampingmu kepada gurumu.
……………………………………..
San adalah sebutan dibelakang nama orang lain. San dapat berarti bapak, ibu maupun saudara/i. Misalnya Yamashita san dapat berarti Bapak/Ibu/ Saudara/Saudari Yamashita. Namun ketika kita akan menyebut nama tamu, ada baiknya kita menyebut sama dibelakang nama tamu tersebut untuk menyatakan hormat. Contohnya ketika akan memperkenalkan tamu yang bernama Mouri, maka kita ucapkan:

Kochira wa Mouri sama desu.

Mari berlatih
  1. Perkenalkanlah seorang tamu dari Jepang yang bernama Tuan Takahashi kepada temanmu. ……………………………………..……………………………………..
  2. Perkenalkanlah seorang tamu dari Jepang yang bernama Nona Yasuko kepada temanmu. ……………………………………..……………………………………..
  3. Perkenalkanlah temanmu kepada seorang tamu dari Jepang yang bernama Nyonya Nohara. ……………………………………..……………………………………..
  4. Perkenalkanlah guru Bahasa Jepangmu kepada temanmu. ……………………………………..……………………………………..
  5. Perkenalkanlah temanmu kepada guru Bahasa Jepangmu. ……………………………………..……………………………………..
LEMBAR PRAKTIKUM

Berlatihlah percakapan dengan temanmu dengan melihat gambar berikut ini!

Kerjakanlah soal latihan berikut ini!
  1. Bagaimana cara memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang?
  2. Perkenalkan dirimu dalam bahasa Jepang!
  3. Hal-hal apa saja yang harus disebutkan ketika memperkenalkan diri kepada tamu dari Jepang?
  4. Adakah perbedaan cara memperkenalkan diri dalam budaya Jepang dan budaya Indonesia? Menurutmu mengapa hal tersebut bisa terjadi?
  5. Apa yang sebaiknya kita sebaiknya ketika ucapkan ketika ingin memperkenalkan diri kepada tamu yang datang dari Jepang?
Kunci Jawaban
1. Memuat poin-poin berikut:
a. Untuk menyatakan jati diri cukup langsung menyebutkan nama, misalnya “Masa desu”.
b. Selain itu dapat ditambah dengan profesi/pekerjaan, asal daerah, umur dan sebagainya.
c. Setelah mengucapkan doozo yoroshiku biasanya diikuti dengan membungkukkan kepala beserta badan sebagai tanda hormat.

2. Memuat poin-poin berikut:
a. Salam pembuka: hajimemashite.
b. Jati diri: Watashi wa ………. desu./Watashi wa ………. to moshimasu.
c. Salam penutup: Doozo yoroshiku./Yoroshiku onegaishimasu.
d. Diakhiri dengan melakukan ojigi

3. Memuat poin-poin berikut:
a. Salam pembuka: hajimemashite.
b. Jati diri: Watashi wa ………. desu./Watashi wa ………. to moshimasu.
c. Salam penutup: Doozo yoroshiku./Yoroshiku onegaishimasu.
d. Diakhiri dengan melakukan ojigi

4. Memuat poin-poin berikut:
a. Ada
b. Perbedaan karakteristik budaya, kebiasaan dll

5. Memuat poin-poin berikut:
a. Sebaiknya kita menyebut sama dibelakang nama tamu tersebut untuk menyatakan hormat.
b. Diakhiri dengan ojigi

Demikian belajar menentukan ungkapan meminta maaf, menyapa, berpamitan, meminta izin, instruksi (aisatsu) mengucapkan terima kasih, dan cara meresponnya pada teks transaksional lisan dan tulis, dengan memperhatikan unsur kebahasaan, struktur teks dan unsur budaya sesuai konteks penggunaannya.
Bintan News
Bintan News Buku catatan digital seorang guru yang menuangkan pengetahuan kedalam tulisan. Semoga artikel tulisan saya bermanfaat bagi orang banyak. Mari menulis! Mari Membaca! Bintan News
close