close
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam Macam Sistem Kontrol Emisi Gas Buang Mobil

Macam Sistem Kontrol Emisi Gas Buang - Adapun fungsi dari sistem kontrol emisi gas buang ialah meyakinkan bahwa hasil pembakaran yang dikeluarkan dari sebuah kendaraan disalurkan dengan baik dengan kondisi gas buang yang sudah tidak berbahaya bagi lingkungan.

Jelas ini sangat berbahaya, karena di dalam emisi ni mengandung cukup banyak zat yang berbahaya, diantaranya:
  1. NOX (Nitrogen Oksida), gas ini dapat menyebabkan gangguan saluran pernafasan dan sangat perih di mata.
  2. HC (Hydrocarbon), gas ini bersumber dari pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin mobil, jadi di dalam gas ini masih terdapat sisa-sisa uap bensin yang tidak terbakar dan keluar lewat knalpot.
  3. CO (Karbon Monoksida), gas ini tidak mempunyai warna dan bau. Akan tetapi gas ini sangat beracun kalau sampai terhirup manusia. Akibat paling fatal akan mengakibatkan pingsan hingga meninggal.
  4. CO2 (Karbon Dioksida), gas ini mempunyai dampak yang sangat berbahaya karena sangat berpengaruh terhadap pemanasan global.

Macam Macam Sistem Kontrol Emisi Gas Buang Mobil

Macam macam sistem kontrol emisi gas buang mobil

Berikut jenis-jenis sistem kontrol emisi gas buang yang paling mendasar digunakan pada kendaraan atau mobil, antara lain:
  • Blow by Gas (Closed Type)
  • Exhaust Gas Recirculation (EGR)
  • catalytic converter
Ayo kita mengenal sistem kontrol gas buang atau exhaust system pada kendaraan. Kebanyakan orang awam lebih sering mengenal sistem ini dengan knalpot saja. Akan tetapi pada kenyataanya tidak demikian, masih ada sistem lainnya yang memiliki peran penting dalam mengontrol emisi dari sebuah kendaraan.

Blow by Gas (Closed Type)

Blow by gas merupakan sebuah peristiwa bahan bakar yang lolos dari ring piston dan masuk kedalam crankcase. Seperti yang kita tahu, ring piston memiliki fungsi untuk menyekat ruang bakar agar tidak terjadi kebocoran kompresi dan juga mencegah bahan bakar masuk ke crankcase tadi.

Dalam kondisi baru atau mesin dalam keadaan prima, ring piston tidak akan dapat menyekat 100% kebocoran pada celah piston. Nah, bahan bakar yang lolos dari sekatan ring piston dan masuk kedalam crankcase itu disebut dengan blow by gas.

Sistem PCV merupakan salah satu komponen dalam sistem kontrol emisi mobil. Sistem PCV berguna untuk menyalurkan gas yang tidak terbakar dari proses blow-by kembali ke dalam silinder mesin agar bisa dibakar kembali.

Exhaust Gas Recirculation (EGR)

Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mengontrol emisi gas berbahaya kendaraan yakni membuat sebuah sistem yang memanfaatkan gas buang yang keluar dari exhaust manifold dan disirkulasikan kembali ke dalam intake manifold ( saluran masuk ). Dengan sistem ini diharapkan pemakaian bahan bakar bisa lebih efisien.

Exhaust Gas Recirculation ( EGR ) yang berfungsi menghisap sebagian gas pembuangan untuk disalurkan ke saluran masuk ( intake manifold ). Selain pemakaian bahan bakar yang lebih efisiensi, dengan adanya EGR diharapkan dapat mengurangi gas buang yang mengandung racun seperti gas NOx ( Nitrogen Oxside ).

Catalytic converter

Problema polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan terus menjadi perhatian. Untuk menurunkan polusi dari kendaraan, maka diciptakanlah komponen catalytic converter. Komponen ini selalu digunakan oleh mobil keluaran terbaru. 

Catalist adalah suatu zat yang menimbulkan reaksi kimia yang zat itu sendiri tidak berubah bentuk maupun beratnya. Sebagai contoh apabila HC,CO dan NOx dipanaskan dengan oksigen sampai 500 derajat celcius, tidak terjadi reaksi kimia. Akan tetapi apabila pemanasan tersebut berlangsung di catalyst maka akan terjadi reaksi kimia dan gas ini berubah menjadi CO2,H2O dan N2 yang tidak berbahaya. 

Apa sih Catalytic Converter itu serta Fungsinya?

Secara umum fungsi catalytic conventer adalah untuk menyaring gas buang yang mengandung racun dari hasil pembakaran sebelum dibuang keluar. Catalytic converter terpasang pada pipa gas buang ( knalpot ).