Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Komponen Rem Tromol : Pengertian, Cara Kerja

Secara umum mobil memang menjadi salah satu kendaraan dimana didalamnya mempunyai banyak komponen penyusun, serta setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda-beda. Salah satunya rem yang menjadi komponen mobil yang sangat vital, karena alat ini yang akan menghentikan atau memperlambat mobil saat posisi melaju atau akan dihentikan. Pada sebuah mobil terdapat 2 tipe rem yang paling populer yaitu tipe rem cakram dan rem tromol.
Komponen Rem Tromol : Pengertian, Cara Kerja
Adapun dua (2) tipe rem ini memiliki kegunaan yang sama yakni untuk menghentikan laju kendaraan, namun desain rem cakram dengan rem tromol dibuat berbeda. Sistem kerjanya juga berbeda, karena berbagai komponen yang dibawanya berbeda.

Tidak sedikit masyarakat yang memiliki mobil, akan tetapi belum mengenal mengenai konsep rem tromol. Secara umum, rem tromol terdiri atas berbagai komponen. Paling tidak ada beberapa komponen yang lazimnya didapati pada rem Tromol.

Pengertian Rem Tromol

Pengertian rem tromol merupakan salah satu tipe rem yang lazim digunakan pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Cara kerja rem tromol di motor dan mobil boleh dikatakan sama. Rem tromol pada mobil umumnya sudah menerapkan sistem rem hidrolik, lantaran sudah memanfaatkan tekanan hidrolik dalam membantu melakukan tekanan pada kanvas rem.

Komponen Rem Tromol

Agar dapat mengenal komponen rem tromol lebih jelas, beriktu dibawah ini akan diuraikan apa saja bagian-bagian yang membentuk sistem rem tromol pada mobil, yakni:
  1. Backing plate
  2. Silinder roda
  3. Sepatu Rem & Kampas
  4. Return Spring
  5. Brake Shoe Holder
  6. Brake Shoe Adjuster
  7. Parking Brake Lever
  8. Drum atau Rem Tromol
  9. Parking Brake Cable

                Backing Plate

                Komponen backing plate adalah salah satu komponen rem tromol yang berbentuk pitingan berbahan dasar logam yang cukup tipis dan diletakan di bagian belakang sistem rem tromol. Pada dasarnya, komponen ini berfungsi sebagai pelindung untuk komponen rem tromol yang lainnya.
                Backing Plate
                Bentuk dari backing plate adalah lingkaran yang memiliki banyak lubang dan memiliki banyak tonjolan. Tujuan utama banyaknya lubang dalam backing plate adalah untuk menyesuaikan dengan part standar dari rem tromol.

                Silinder Roda

                Bagian silinder roda menjadi komponen rem tromol yang berguna untuk mengubah tekanan fluida menjadi gerakan yang mekanis. Secara umum, ada beberapa tipe silinder roda yang biasanya ditemukan atau dipakai dalam sistem rem tromol.
                Silinder Roda
                Tipe silinder roda yang berbentuk dual piston merupakan tipe yang paling populer, karena banyak dipakai untuk mendampingi tromol jenis leading dan juga jenis trailing. Tipe dual piston memiliki ciri yang terbaik oleh baut ke backing plate.


                Silinder roda terdiri dari beberapa bagian seperti bagian wheel cylinder housing, bleeder nut, piston boot, spring dan piston. Apabila salah satu bagian silinder roda tidak bekerja dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja rem tromol secara keseluruhan.

                Sepatu Rem & Kampas

                Lalu sepatu rem & kampas juga menjadi komponen yang sering ditemukan dalam sebuah rem tromol. Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat yang biasanya dipakai untuk meletakan kampas rem pada sistem rem tromol. Sementara tempat meletakan kampas rem di komponen rem cakram adalah brake pad.
                Sepatu Rem & Kampas
                Sepatu rem biasanya memiliki bentuk menyerupai lingkaran yang terdiri dari 2 buah sepatu dengan bentuk yang setengah lingkaran. Komponen ini diletakan di salah satu bagian rem tromol, namun sepatu rem tidak akan bersinggungan atau berhubungan langsung dengan tromol.

                Kampas rem adalah komponen yang diletakan langsung di bagian atas permukaan sepatu rem. Bahan pembuatan kampas rem adalah keramik organik yang bisa dirubah atau diganti ketika kondisi kampas rem sudah menipis atau jelek.

                Return Spring

                Adapun return spring adalah komponen rem tromol yang tidak kalah pentingnya, karena komponen ini berfungsi untuk mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi yang awal sebelum adanya tekanan dari tuas rem atau pedal. Dalam sistem kerja rem tromol, return spring terdiri dari 2 yaitu uper spring dan lower spring.
                Return Spring
                Uper spring yaitu pegas atau per yang posisinya berada pada sisi atas atau tepatnya berada di bawah roda silinder. Fungsi utama dari uper spring adalah mengembalikan posisi sepatu rem ke posisi yang awalnya.

                Lower Spring yaitu pegas atau per yang letaknya berada pada sisi adjuster dan fungsinya sangat berbeda dengan uper spring. Lower spring berfungsi untuk menjaga posisi 2 buah sepatu rem tromol, supaya bisa menekan di bagian adjuster.

                Brake Shoe Holder

                Dalam sebuah sistem pengereman tromol mobil, tentu sepatu rem akan diletakan atau disimpan menempel di bagian backing plate. Brake shoe holder memiliki sifat yang dinamis atau mudah untuk digerakkan. Dengan cara itu, maka mekanisme holder yang dipakai bisa menunjang rem tromol dengan baik.
                Brake Shoe Holder
                Brake shoe holder juga terdiri dari berbagai bagian yang termasuk dalam rangkaian pin yang punya pengunci per atau pegas dan juga plat penekan. Ketiga komponen saat disatukan akan menjadi bagian penting yang menempel pada backing plate.

                Brake Shoe Adjuster

                Komponen brake shoe adjuster adalah salah satu komponen rem tromol yang terletak di bagian bawah rem tromol dan bentuk dari komponen ini menyerupai screw yang berada di adjuster. Brake shoe adjuster menjadi komponen yang terbilang penting dalam rem tromol.
                Brake Shoe Adjuster
                Brake shoe adjuster berfungsi untuk menyetel celah yang muncul di antara kampas rem tromol dengan permukaan tromol saat adanya gerakan dari pedal rem, baik itu gerakan menekan atau penarikan bagian tuas rem.

                Parking Brake Lever

                Set parking brake lever merupakan salah satu komponen rem tromol yang hanya bisa ditemukan di mobil saja, karena tidak akan dipakai dalam motor. Dengan adanya parking brake lever, maka kontruksi rem tromol akan terlihat lebih rumit. Dalam sistem kerja parking brake lever, tentu ada 2 buah lever yang akan dijumpai yaitu park brake lever dan brake shoe link.
                Parking Brake Lever
                Park brake lever dibuat dengan salah satu ujung lengannya memiliki bagian engsel yang akan terhubung dengan brake shoe di bagian sisi atas dan pada bagian ujungnya akan terhubung dengan kabel rem. Sedangkan brake shoe link akan menghubungkan antara park brake lever dengan brake shoe yang satunya.

                Drum atau Rem Tromol

                Komponen drum brake atau tromol rem adalah komponen yang memiliki peranan sangat penting dalam sistem kerja rem tromol. Komponen ini terbuat dari bahan baja tuang, sehingga teksturnya sangatlah keras dan bentuknya menyerupai drum atau tabung.
                Drum atau Rem Tromol
                Drum brake memiliki fungsi utama yaitu sebagai media gesekan bersama kampas rem untuk tujuan agar putaran roda akan berhenti di jalan. Komponen ini juga langsung terhubung dengan baut roda, sehingga tromol akan berputar mengikuti baut roda.

                Parking Brake Cable

                Terakhir yakni parking brake cable merupakan komponen rem tromol yang berbentuk kabel baja yang biasa dipakai untuk menarik sistem rem tromol. Jenis kabel yang dipakai tidak jauh berbeda dengan jenis kabel baja yang lainnya. Fungsi utama parking brake cable adalah menghubungkan gerakan tuas rem parkir dengan parking brake lever yang posisinya berada dalam sistem rem tromol.
                Parking Brake Cable
                Untuk menemukan bagian sistem rom tromol ini sangat mudah, dimana parking brake cable tersambung dengan parking brake lever yang di tempatkan dengan dengan tangan kiri pengemudi, atau persisnya di sebelah tuas persneling transmisi.

                Cara Kerja Rem Tromol

                Secara prinsip rem tromol bekerja dengan prinsip gesekan (friction). Energi mekanik yang dihasilkan saat kendaraan melaju (dalam bentuk gerak rotasi) lalu dikonversi menjadi energi panas saat rem diaplikasikan dengan menekan pedal karena adanya gesekan antara kampas rem dengan permukaan tromol. Prosesnya yakni saat kaki menginjak pedal rem yang terjadi adalah kaki juga menekan push rod lalu memberikan gaya dorong kepada piston pada master silinder. Gaya tersebut kemudian akan diteruskan melalui fluida menuju silinder roda.


                Bagian silinder roda ini akan mengubah tekanan fluida menjadi gerak mekanik. Gerakan ini ditunjukan dengan piston yang terdapat pada silinder roda akan bergerak ke luar dan menekan/mendorong kedua kampas rem bergerak saling menjauh dan mendekati permukaan tromol. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya gesekan antara tromol dan kampas rem, ketika proses ini terjadi putaran roda akan semakin melambat dan suhu akan meningkat. Proses ini terjadi ketika pengendara mengaplikasikan gaya melalui pedal rem.

                Namun jika pengendara berhenti menginjak pedal rem maka pegas yang ada di sekeliling pedal rem akan menariknya kembali ke posisi semula. Begitu juga dengan piston pada master silinder akan bergerak ke posisi semula dan dengan adanya return spring maka kedua kampas rem pun akan kembali ke posisi awal karena silinder roda sudah tidak menekan kampas rem.

                Kelebihan & Kekurangan Rem Tromol

                Kelebihan Rem Tromol

                Beberapa orang mengatakan bahwa penggunana rem tromol akan jauh memberikan kenyaman mereka didalam berkendara. Hal tersebut tentu saja menjadi kelebihan dari sistem kerja rem tromol itu sendiri. Selain itu ada pula beberapa kelebihan lain yang ditawarkan oleh rem tromol termasuk,
                1. Tidak mudah terkena kotoran dan juga debu
                2. Sistem rem yang cukup mudah di operasikan dan juga cukup murah harganya
                3. Memiliki kinerja pengereman yang lembut
                4. Diklaim mampu menahan beban yang cukup besar

                Kekurangan Rem Tromol

                Walaupun mekanisme rem tromol dapat dikatakan cukup mudah dan sederhana bahkan menjadi kelebihan dari tipe rem yang satu ini. Namun, rem tromol juga tidak lepas dari beberapa kekurangan misalnya:
                1. Kemampuan rem tidak terlalu pakem ketika proses pengereman
                2. Proses mengganti kampas tergolong lebih lama serta juga lebih rumit
                3. Bisa saja menjadikan pandangan melihat ke kendaraan anda kurang nyaman
                Setelah memahami tentang seluk beluk dari rem tromol pada kendaraan bermotor baik itu mobil atau juga sepeda motor. Jika terjadi sesuatu kerusakan anda akan bisa memperbaiknya dengan mudah. Mudah-mudahan dengan adanya informasi diatas, anda yang belum tahu mengenai komponen-komponen rem tromol tersebut sekarang bisa lebih paham dan mengerti.
                close