Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

Instalasi penerangan listrik - Setelah mempelajari materi tentang Instalasi Penerangan listrik, peserta didik dapat mengidentifikasi dan menerapkan buku pelajaran Teknik Instalasi Penerangan Listrik yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan saat mengikuti praktik baik disekolah maupun dilapangan mengenai Instalasi Penerangan Listrik.

INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

Instalasi penerangan merupakan suatu instalasi listrik yang bebannya merupakan komponen penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat atau pun ruangan tertentu.
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
Gambar 1.1 Jarangan Transmisi Tenaga Listrik

A. Pengertian Instalasi Listrik Penerangan

Instalasi Listrik adalah saluran listrik beserta peralatan yang terpasang baik di dalam maupun di luar bangunan untuk menyalurkan arus listrik. Dalam perancangan sistem instalasi listrik harus diperhatikan tentang keselamatan manusia, makhluk hidup lain dan keamanan harta benda dari bahaya dan kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh pengguna instalasi listrik. Selain itu, berfungsinya instalasi listrik harus dalam keadaan baik dan sesuai dengan maksud penggunaannya.
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
Gambar 1.2 Instalasi Listrik Penerangan

Instalasi penerangan adalah suatu rangkaian beberapa komponen listrik dari sumber ke beban yang saling berhubungan satu sama lainnya secara listrik, yang terletak pada suatu tempat atau ruangan tertentu. Instalasi ini berupa titik cahaya sehingga terbentuklah suatu sistem yang mempunyai fungsi.Adapun fungsi dari sistem ini adalah untuk penerangan.Suatu instalasi penerangan dapat berfungsi dengan baik dan aman haruslah memenuhi syarat pemilihan pengaman dan penghantar.

1. Standarisasi Notasi Nama dan Simbol

Kita sudah sering mendengar kata standarisasi (standar), misalnya helm standar, plat nomor standar, dan tabung gas yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Standarisasi disebut juga normalisasi (normal). Tujuan standarisasi yaitu untuk mencapai kesamaan pemahaman dan kesamaan gambar kerja, baik dalam bentuk maupun nama. Pada umumnya bagian yang distandarisasi sebagai berikut.
  1. Kualitas, yaitu ukuran dan bentuk komponen.
  2. Simbol Gambar.
Standarisasi dilakukan oleh badan dunia. Salah satu badan dunia yang menangani standarisasi terdapat di Geneva, Swiss. Berikut ini dua badan standarisasi yang terdapat di Swiss
  1. International Electrotechnical Commission (IEC), yaitu badan standarisasi dalam bidang teknik listrik.
  2. International Organization for Standardization (ISO), yaitu badan standarisasi dalam bidang-bidang mutu, manajemen, dan bidang lainnya.
Kedua badan tersebut menerbitkan selebaran atau buku standar yang ditulis dalam bahasa inggris dan Prancis. Selain di Swiss, di Indonesia juga terdapat badan standarisasi yang disebut Standar Nasional Indonesia (SNI). Bidang standarisasi yang menangani masalah teknik listrik yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Salah satu selebaran atau buku menegenai kelistrikan yang diterbitkan oloeh LIPI yaitu Peraturan Ummum Instalasi Listrik (PUIL). PUIL yang berlaku saat ini yaitu PUIL 2000, sedangkan PUIL 1987 sudah tidak berlaku.

2. PUIL 2000

Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) ini ialah agar pengusahaan instalasi listrik terselenggara dengan baik, untuk menjamin keselamatan manusia dari bahaya kejut listrik, keamanan instalasi listrik beserta perlengkapannya, keamanan gedung serta isinyadari kebakaran akibat listrik, dan perlindungan lingkungan.


Persyaratan Umum Instalasi Listrik ini berlaku untuk semua pengusahaan instalasi listrik tegangan rendah arus bolak-balik sampai dengan 1000 V, arus searah 1500 V dantegangan menengah sampai dengan 35 kV dalam bangunan dan sekitarnya baik perancangan, pemasangan, pemeriksaan dan pengujian, pelayanan, pemeliharaan maupunpengawasannya dengan memperhatikan ketentuan yang terkait.

3. Tujuan Peraturan Instalasi Listrik

Instalasi listrik memerlukan bermacam peralatan. Pemakaian komponen instalasi listrik tersebut harus memenuhi standar dari Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000. Pemasangan instalasi listrik juga terikat pada peraturan- peraturan tertentu. Tujuan peraturan-peraturan ini sebagai berikut :

a. Keamanaan

Instalasi listrik harus dipasang benar berdasarkan standar dan peraturan yang ditetapkan oleh SPLN, PUIL 2000, serta International Electrotechnical commission (IEC). Tujuannya untuk menjamin keamanaan dan keselamatan bagi makhluk hidup, harta benda, dan instalasi itu sendiri. Suatu instalasi listrik dinyatakan aman baik bagi makhluk hidup, harta benda, maupun sistem instalasi listrik itu sendiri, jika dilengkapi dengan sistem proteksi yang sesuai. Selain itu, instalasi listrik harus mempunyai keandalan yang tinggi dalam merespons gangguan ang terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Keandalan

Peralatan instalasi listrik dinyatakan andal jika operasi sistem kelistrikannya dapat bekerja selama mungkin dan mengatasi dengan cepat jika terjadi gangguan. Sistem instalasi listrik harus mempunyai keandalan terhadap hal-hal berikut.
  1. Unjuk kerj sistem.
  2. Pengoperasian sistem.

c. Kemudahan

Sistem instalasi listrik harus mempunyai kemudahan terhadap halhal berikut.
  1. Pengoperasian, perawatan, dan perbaikan sistem.
  2. Pemasangan dan penggantian peralatan sistem.
  3. Pengembangan dan perluasan sistem.
  4. Pengopersian sistemnya tidak memerlukan skill tinggi.
  5. Cepat dan tepat dalam pemasangan perlatan sistem.
  6. Mudah dalam melaksanakan perawatan dan perbaikan sistem.
d. Ketersediaan

Sistem instalasi listrik memungkinkan adanya pengembangan atau perluasan proses kontrol mesin sehingga harus memenuhi ketersediaan terhadap hal-hal berikut.
1) Alat.
2) Tempat/ruang.
3) Daya.

e. Pengaruh lingkungan

Perencanaan sistem instalasi listrik harus mempertimbangkan dampak yang terjadi pada lingkungan sekitar tempat sistem instalasi dipasang, yang meliputi dua hal berikut.
1) Pengaruh lingkungan terhadap peralatan.
2) Pengaruh peralatan terhadap lingkungan.

Jika perlatan lisrik dipasang dilingkungan tertentu harus dipertimbangkan pengaruh negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Jika memungkinkan mengganggu atau merusak lingkungan, perlatan listrik harus diinstalasi ulang agar pengaruh negatif yang ditimbulkan dapat dihilangkan atau diperkecil.

f. Ekonomi

Perencanaan sistem instalasi listrik perlu mempertimbangkan kondisi operasional jangka panjang agar menghemat biaya-biaya kebutuhan berikut.
1) Pemeliharaan dan perluasan sistem.
2) Pengoperasian sistem.
Kondisi ekonomis pada suatu sistem instalasi dikatakan berhasil jika daya listrik, perlatann, dan komponen digunakan secara efisien dan efektif serta delay time pada pengoperasian produksi.

g. Keindahan

Sistem instalasi listrik perlu mempertimbangkan keindahan dan kerapian yang meliputi hal-hal berikut.
1) Kerapian dalam pemasangan dan pengawatan.
2) Keserasian dalam penggunaan/pemilihan peralatan.
3) Keserasian dan keindahan tata letak serta kenyamanan ruang operasi.

B. Bagian-Bagian Dasar Instalasi Listrik Penerangan

Fungsi Instalasi Listrik yaitu untuk mempermudah pemasangan pada instalasi listrik. Komponennya seperti : Sakelar listrik, stop kontak, tusuk kontak, Lampu pijar, Lampu tabung fluoresen atau TL, Fuse/sekering, Fitting atau dudukan lampu serta Pipa listrik. Peralatan instalasi listrik adalah alat-alat yang dipergunakan dalam pemasangan instalasi listrik oleh instalatur agar pemasangan menjadi baik, rapih dan menjamin keselamatan baik pada pekerja maupun pada pemakai listriknya.

1. Kabel Instalasi

a. Kabel Instalasi 1 Fase
INSTALASI PENERANGAN LISTRIK
Gambar 1.3 Diagram Dasar Penghantar


 Gambar 1.4 Diagram Penghantar 1 Fase

Pada gambar 4.1 terdapat tiga simbol diagram dasar yang berupa garis miring. Dua garis miring diberi tanda lingkaran kecil dan satu garis miring diberi garis lurus kecil. Hal ini perlu diketahui karena kemungkinan besar dibuku lain simbolnya bisa berbeda. Sementara itu, pada gambar 4.2 notasi P (Fase), N (netral), dan HP (hantaran pentanahan) berada disebelah kanan gamba karena gambar kabel tersebut dapat dianggap sebagai sebuah titik terminal.

b. Kabel Instalasi 3 Fase

1) Sistem 3 kawat
Gambar 1.5 Diagram dan sistem 3 kawat

2) Sistem 4 kawat
Gambar 1.6 Diagram dasar penghantar 3 fase sistem 4 kawat

Gambar 1.5 merupakan simbol tersebut menunjukkan jumlah kabel fase yang tertera pada simbol. Jadi, dapat disimpulkan gambar diatas diatas disebut diagram dasar atau skema. Diagram dasar atau skema tersebut disebut juga diagram satu garis.

2. Pipa Instalasi

Pipa instalasi digunakan sebagai pelindung penghantar. Dengan menggunakan pipa instalasi, pemasangan instalasi listrik lebih rapi dan hantaran juga terlindungi dengan aman. Jenis-jenis pipa instalasi antara lain sebagai berikut.

a. Pipa Baja

Pipa baja terbuat dari pelat baja yang digalvanis. Pipa digunakan untuk instalasi ai. Pipa ini juga dapat digunakan diruang lembab atau ruang yang uda terbakar baik dipasang didalam tembok, didalam tanah, maupun diudara terbuka. Pipa baja merupakan pipa instalasi listrik yang paling kuat dibandingkan pipa instalasi listrik lainnya. Akan tetapi, harga pipa ini paling mahal sehingga pipa baja hanya digunakan jika pipa yang lain tidak boleh dipasang.
Gambar 1.7 Pipa Baja
b. Pipa Union

Pipa Union atau pipa baja yang dicat dan terbuat dari lembaran pelat besi yang tipis. Sebelum pipa PVC diproduksi, pipa union digunakan sebagai pipa instalasi rumah untuk melindungi kabel NGA.

Pipa ini memiliki daya mekanis cukup kuat dan mudah dipotong dengan gergaji besi. Selain itu, pipa ini mudah dibengkokkan dengan alat pembengkok pipa. Kelelmahan pipa baja dan pipa union yaitu bisa menghantarkan arus listrik jika ada kabel fase yang terkelupas dan mengenai pipa. Dengan demikian, pemasangan pipa union dan pipa baja harus ditanahkan.
Gambar 1.8 Pipa Union

c. Pipa PVC

Pipa PVC (Poly Vinyl Chloride)sering disebut dengan nama pipa pralon. Pipa PVC memiliki sifat-sifat seperti berikut.
1) Daya isolasinya besar sehingga tidak ada gangguan tanah, baik kebocoran arus maupun sambungan lansung ke tanah
2) Tidak korotif atau bekarat sehingga tidak perlu dicat.
3) Tidak menjalarkan api.
4) Mudah digunakan
5) Harganya lebih murah dibandingkan pipa yang lain
Gambar 1.9 Pipa PVC

C. Peralatan Bantu Instalasi Penerangan Listrik

1. Klem (sengkang)

Klem digunakan untuk menahan pipa agar dapat dipasang pada dinding atau langit-langit.Klem dapat terbuat dari besi maupun bahan PVC.Ukurannya disesuaikan dengan ukuran pipa. Klem dipasang menggunakan sekrup atau paku dengan jarak antara satu dengan lainnya tidak lebih dari satu meter untuk pemasangan pipa lurus memanjang. Adapun jarak klem dengan kotak sambung, sakelar, stop kontak atau komponen lainnya maksimum 10 cm. Untuk meninggikan pemasangan pipa dipakai klem dengan pelana.
Gambar 1.10 Klem Pipa (Sengkang)

2. Kotak Sambung

Penyambungan atau pencabangan hantaran listrik pada instalasi dengan pipa harus dilakukan dalam kotak sambung.Hal ini dimaksudkan untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari gangguan yang membahayakan.Pada umumnya bentuk sambungan yang digunakan pada kotak sambung ialah sambungan ekor babi (pig tail), kemudian setiap sambungan ditutup dengan las dop setelah diisolasi.
Gambar 1.11 Kotak Sambung

3. Sambungan Siku

Untuk menyambung pipa pada lokasi belokan dengan sudut 90 derajat, maka sambungan yang digunakan adalah sambungan siku atau elbow.

Gambar 1.12 Sambungan Siku

4. Sambungan Pipa

Sambungan pipa digunakan untuk menyambung pipa pada sambungan lurus. Sambungan pipa ini dibuat dari bahan PVC atau bahan plat. Penggunaan pipa sambungan ini untuk menghemat bahan pada sambungan pipa yang membutuhkan sambungan yang panjang.
Gambar 1.13 Sambungan Pipa

RANGKUMAN

  1. penerangan. Rangkaian instalasi penerangan terdiri dari beberapa komponen listrik yang saling terhubung dari sumber listrik ke beban yang terletak pada suatu tempat ataupun ruangan tertentu.
  2. Fungsi Instalasi Listrik yaitu untuk mempermudah pemasangan pada insalasi listrik .komponennya seperti : Sakelar listrik, stop kontak, tusuk kontak, Lampu pijar, Lampu tabung fluoresen atau TL, Fuse/sekering, Fitting atau dudukan lampu serta Pipa listrik.Peralatan instalasi listrik adalah alat-alat yang dipergunakan dalam pemasangan instalasi listrik oleh para instalator agar pemasangan menjadi baik, rapih dan menjamin ikeselamatan baik pada pekerja maupun pada pemakai listriknya.
Demikian informasi instalasi penerangan listrik yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat.
close