Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INSTALASI LISTRIK RUMAH

Instalasi Listrik rumah - Pada akhir pembelajaran ini mengacu pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum meliputi:
  • Mengidentifikasi jenis dan sifat komponen-komponen instalasi listrik rumah tangga sesuai dengan spesifikasinya,
  • Menggambarkan hubungan antara komponen-komponen instalasi listrik rumah tangga sesuai dengan ketentuanyang berlaku,
  • Merangkai dan menyambung komponen-komponen instalasi listrik rumah tangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
  • Menguji komponen komponen instalasi listrik rumah tangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
  • Menggunakan alat ukur listrik untuk mengukur energi listrik dan kuat cahaya lampu penerangan serta menghitung satuan biaya pemakaian.

INSTALASI LISTRIK RUMAH

  • Instalasi Rumah Tinggal
  • Peraturan umum untuk Instalasi cahaya dan Tenaga.
  • Diagram Instalasi garis Tunggal
  • Gambar perincian atau keterangan yang diperlukan
  • Pengawasan dan tanggung jawab
  • Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik
Buku pembelajaran ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa tentang kelistrikan dengan penekanan pada listrik di rumah tangga. Banyak hal yangakan diajarkan melalui kegiatan pengamatan, penggalian informasi dariberbagai sumber (cetak maupun elektronik) serta tugas praktek/praktikum.

Dengan cara seperti yang disebutkan, maka siswa belajar tentang aplikasi pengetahuan kelistrikan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, sepertiinstalasi listrik penerangan dengan cara praktis sertapermasalahannyasecarapraktis pula.

Hal ini diutamakan berkaitan dengan ilmu kelistrikan yang telahatau sedang dipelajari dalam pelajaran fisika, tetapi dilakukan sedekat dansesuai mungkin dengan apa yang dilihat dan dihadapi oleh para siswa dalamkehidupannya sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di kantor

INSTALASI LISTRIK RUMAH
Gambar 3.1 Instalasi Rumah

A. Dasar-Dasar Pemasangan Instalasi Listrik Rumah

Pemasangan instalasi listrik rumah pada umumnya memang diserahkan sepenuhnya kepada ahlinya yang kita percayai.Tapi, kita sebagai pemilik maupun bagian dari keluarga pemilik rumah sebaiknya mengetahui dasardasar pemasangan instalasi listrik rumah.


Hal ini penting, tidak sekedar untuk menambah wawasan semata, tapi juga agar tidak mudah ditipu orang. Melihat pemilik rumahnya yang kritis dan memiliki wawasan luas tentang instalasi listrik rumah (apalagi punya jabatan, relasi luas, dan populer juga), maka ahli instalasi listrik akan berpikir ulang untuk berbuat negatif, termasuk soal memainkan tarif pemasangan instalasi listrik.

Berikut dasar-dasar pemasangan instalasi listrik rumah:

1. Mempelajari denah rumah

Mempelajari denah rumah terutama yang berkaitan dengan kelistrikan, seperti posisi listrik boks sekring atau boks MCB (Miniature Circuit Breaker). Fungsi sekring sendiri sebagai pengaman, yaitu pemutus arus listrik saat terjadi masalah seperti hubungan singkat (korsleting) atau arus berlebih.Jika tidak ada pengaman, maka arus listrik yang bermasalah tsb bisa merembet, menimbulkan percikan, dan bahkan kebakaran.
INSTALASI LISTRIK RUMAH
Gambar 3.2 Boks MCB

Pemilik rumah harus mengetahui jumlah sekring rumah dan fungsi sekring tersebut untuk ruangan mana saja. Misal jumlah sekring rumah saya ada 4, maka berurutan dari kiri: sekring 1 untuk pengaman di luar sekaligus pusat MCB tsb (kabel merah), sekring 2 untuk luar (kabel merah), sekring 3 untuk ruang dalam dan ruang tamu (kabel coklat), serta sekring 4 khusus kamar (kabel coklat).

Kalau perlu ditulis di boks tersebut agar tidak tertukar. Sekring pusat memiliki beban terbesar, sehingga harus diperhatikan jika drop, bisa saja sekring lainnya ikut drop, tapi jika bukan sekring pusat yang drop, maka sekring lainnya aman.

Perhatikan juga penempatan posisi dan jumlah sakelar, lampu, dan stop kontak.Hal ini memudahkan saat instalasi listrik rumah bermasalah lalu poin2 tadi dikomunikasikan kepada ahli instalasi listrik sebelum ahli instalasi listrik menelusuri titik berikut jalur kabelnya di atas atap rumah.

Setiap satu stop kontak berikut lampu biasanya disebut satu titik. Semuanya harus pas, jangan sampai ada stop kontak yang sudah dicabut (mati), tapi kelistrikannya masih aktif, sehingga menjadi mubazir dan boros listrik.

2. Peralatan instalasi listrik

Peralatan instalasi listrik yang perlu disediakan oleh pemilik rumah sebaiknya yang kualitasnya bagus, tentunya harganya lebih mahal tapi lebih awet dann tidak cepat rusak. Misal: meteran listrik, steker (colokan), colokan, obeng, beberapa jenis tang, silet, pisau, gunting kecil, gergaji besi, tape rol, betel (alat pembelah batu), palu, test pen, sarung tangan pengaman, stop kontak, senter, dan kabel.
INSTALASI LISTRIK RUMAH
Gambar 3.4 Fresto (Boks MCB )

Sakelar Pusat Rumah Saya, Sempat Kendor & akan Menghubungi PLN, tapi Tidak Jadi Karena Masih Berfungsi Normal. Sakelar Kendor Bisa Saja Akibat Terjadi Beban Puncak (Biasanya Sekitar Jam 18-21)

B. Instalasi Penerangan Rumah Sederhana

Dengan makin rumitnya konstruksi dan makin meningkatnya jumlah dan jenis barang yang dihasilkan, standarisasi menjadi suatu keharusan.Standarisasi juga mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi, mesin-mesin dn alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien, sehingga dapat menurunkan harga pokok dan meningkatkan mutu. Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
Gambar 3.5 instalasi sederhana

1. Peraturan umum untuk Instalasi cahaya dan Tenaga.

  • Semua alat hubung dan perlangkapan pembagi pesawat listrik, motor listrik, hantaran dari alat-alat harus memenuhi peraturan dan pemeriksaan yang berlaku untuk itu.
  • Hal tersebut di atas tidak berlaku untuk tegangan yang lebih dari pada yang ditetapkan.
  • Tegangan untuk instalasi penerangan arus bolak-balik tidak boleh lebih tinggi dari 300 volt terhadap tanah.
  • Instalasi harus terdiri dari paling sedikit dua golongan. Terkecuali jika instalasi tersebut tidak lebih dari 6 titik hubung. Tiap golongan tidak lebih dari 12 titik hubung, untuk pemasangan yang baru tidak lebih dari 10 titik. Ketentuan di atas tidak berlaku untuk penerangan reklame, pesta dan yang bersifat istimewa seperti pada toko.
  •  Setiap golongan penerangan, pembagian arusnya harus sama rata pada bagian fasenya.
Gambar 3.6 instalasi bertenaga

2. Instalasi Rumah Tinggal

Untuk pemasangan suatu instalasi listrik lebih dahulu harus dibuat gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang jika spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pihak bangunan/pemesan. Harus diperhatikan spesifikasi dan syarat pekerjaan ini menguraikan syarat yang harus dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya material yang digunakan, waktu penyerahannya dan sebagainya.
Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti, juga pada gambar denah bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya digambar dengan garis tunggal agar tipis, saluran-saluran listriknya karena lebih penting maka digambar lebih tebal, Supaya gambarnya rapi harus dipilih tebal garis yang tepat. Menurut ayat 401B3, gambar-gambar yang diperlukan yaitu : Gambar situasi, untuk menyatakan letak bangunan dimana instalasinya akan dipasang, serta rencana penyambungan dengan jaringan PLN.
  1. Gambar Instalasinya meliputi : Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana peralatan, misalnya titik lampu, sakelar, kontak-kontak, perlengkapan hubung bagi.
  2. Rencana penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya misalnya antara lampu dengan sakelarnya, motor dan pengasutnya dan sebagainya.
  3. Hubungan antara peralatan listrik dan sarana pelayanannya dengan perlengkapan hubung bagi yang bersangkutan.
  4. Data teknis penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasangperencanaan letak saklar,lampu dan stop kontak
Gambar 3.8 instalasi rumah tinggal

3. Diagram instalasi garis tunggal

a. Diagram perlengkapan hubung bagi dengan keterangan mengenai ukuran/ daya nominal setiap komponen.
b. Keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembaginya.
c. Ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan.
d. System pentanahannya.

4. Gambar perincian atau keterangan yang diperlukan

a) Perkiraan ukuran fisik perlengkapan hubung bagi.
b) Cara pemasangan alat-alat listriknya
c) Cara pemasangan kabelnya.
d) Cara kerja instalasi kontrolnya .
Gambar 3.10 Diagram instalasi pengawatan

5. Pengawasan dan tanggung jawab

Pengawasan pemasangan instalasi listrik dan tanggung jawab pelaksana dan pelaksanaan pekerjaan diatur dalam pasal 910 antara lain ditentukan sebagai berikut.
  • Setiap pemasangan listrik harus mendapat ijin dari instansi yang berwenang, umumnya daricabang PLN setempat.
  • Penaggung jawab pekerjaan instalasi harus seorang yang ahli berilmu pengetahuan dalam pekerjaan instalasi listrik danmemiliki ijin dari instansi yang berwenang.
  • Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus diawasi oleh seorang pengawas yang ahli dan berpengetahuan tentang listrik, menguasai pengaturan perlistrikan, berpengalaman dlaam pemasangan instalasi listrik dan bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya.
  • Pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dilaksanakan oleh orangorang yang berpengalaman tentang listrik.
  • Pemasangan instalasi listrik yang selesai dikerjakan harus dilaporkan secara tertulis kepada bagan pemeriksa (umumnya PLN setempat) untuk diperiksa dan diuji.
  • Setelah dinyatakan baik secara tertulis oleh bagan pemeriksa dan sebelum diserahkan kepada pemilik, instalasinya harus dicoba dengan tegangan dan arus kerja penuh selama waktu yang cukup lama, semua peralatan yang dipasang harus dicoba.
  • Perencana suatu instalasi listrik bertanggung jawab atas rencana yang telah dibuatnya.
  • Pelaksana pekerjaan instalasi listrik bertanggung jawab atas pekerjaannya selama batas waktu tertentu. Jika terjadi suatu kecelakaan karena kesalahan pemasangan ia bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
6. Pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik

a. Tanda-tanda.
b. Peralatan listrik yang dipasang.
c. Cara pemasangannya.
d. Polaritasnya.
e. Pentanahannya.
f. Tahanan isolasi.
g. Continuenitas rangkaian.
h. Alat-alat dan bahan yang umum dalam pembuatan instalasi listrik rumah tinggal.
i. Penghantar / kabel.

C. Instalasi Redup Terang

1. Instalasi Redup Terang

Instalasi redup terng merupakan instalasi yang mampu menghasilkan redup terang, yaitu satu lampu menyala dengan terang dan yang lain menyala, tetapi redup.Instalasi ini harus menggunakan lebih dari satu lampu. Hal ini dikarenakan saat lampu redup, lampu-lampu ini akan tersambung secara

sehingga tegangan lampu akan berbanding terbalik dengan daya lampu. Bila kedua lampu ini memiliki daya tidak sama, lampu yang berdaya besar akan menyala lebih redup dibandingkan lampu yang berdaya kecil. Oleh karena itu, untuk mendapatkan daya lampu yang sama, daya kedua lampu tersebut dapat dibuat sama besar.

Instalasi ini sangat baik bila dipasang diruang tamu atau diruang tidur. Saat ruangan akan diapakai, lampu dalam ruangan tersebut dapat dikondisikan menyala dengan terang, sedangkan bila ruangan tersebut tidak diapakai lampu bisa diredupkan. Kedua sakelar tunggal harus dipasang sedemikian rupa sehingga disaat ruangan akan dipakai atau akan ditinggalkan, sakelar tunggal tersebut mudah digunakan untuk pelayanan lampu.

Cara kerja instalasi ini sebagai berikut.

1. S1on : L1menyala.
2. (S1 + S2 ) on : (L1 +L2) menyala redup (1/2 tegangan)
Untuk mendapatkan cara kerja diatas,sakelar tunggal S2 dalam keadaaan norma harus dikondisikan pada posisi berhubungan. Hal ini dimaksudkan bila sakelar S2dihidupkan, maka posisi dakelar tersebut pada psosisi terbuka.Untuk membedkan penggambaran umumnya (normal), sakelar S2diberi tanda panah ( ) yang arahnya keatas.

Apaabila instalasi ini dipasang pada ruang tidur, sakelar S1 dapat dipasang didekat pintu kamar sehingga bila S1 di on, lampu utama (l1) akan menyala dan ruanagan dalam kondisi terang. Sementara itu sakelar S2dapat dipasang didekat tempat tidur sehinggaa bila sakelar S2dihidupkan, kedua lampu akan menyala redup.

Diagram dasar
Gambar 3.11 Singgle Instalasi redup terang

Langkah kerja yang dapat anda lakukan sebagai berikut.
  1. Melengkapi diagram dasar pada gambar (1.20)
  2. Memasang pipa, kleam, kotak cabang, dan pipa siku sesuai gambar
  3. Memasang PHB 1 fase, dua sakelar tunggal, dan dua fiting duduk sesuai gambar. Denga melihat perbandingan daya dan tegangan, dapat disimpulkan bahwa pada hubungan seri, lampu yang berdaya lebih besar akan lebih redup dibandingkan lampu yang berdaya kecil.

2. Instalasi Hubungan Hotel

Instalasi hubungan hotel disebut juga pelayanan dua tempat.Akibat perkembangan teknologi saat ini, satu lampu dapat dialayani dari beberapa tempat.Hal ini dapat dilakukan dengan menambah sakelar- sakelar silang sehingga semakin banya sakelar silang maka tempat pelayanan dapat berkurang.
Gambar 3.12 Singgle Instalasi redup terang

Disebut instalasi hotel karena instalasi ini sering dijumpai dihotel-hotel bertingkat.Sakelar yang digunakan meliputi sakelar tukar.Karena sering digunakan dihotel-hotel, sakelar tukar juga disebut sakelar hotel. Instalasi hubungan I yang akan dibahas pada pelajaran ini yaitu dua sakelar tukar untuk melayani sebuah lampu yang dilengkapi sebuah kota kontak dan PHB. Cara kerja instalasi ini sebagai berikut.
1. S1on: L menyala
2. (S1 + S2 ) on : L mati
3. S2on : L menyala
4. (S2+S1 ) on : L mati

Berikut dibawah ini gambar diagram dasar
Gambar 3.13 Instalasi Sakelar Hotel
Sumber :Https:// listrik-praktis. -saklar-hotel-yang-benar.html
Langkah yang akan dikerjakan pada materi ini sebagai berikut :
1. Melengkapi diagram dasar (gambar 1.21).
2. Memasang pipa, klem, kotak caban, dan pipa siku sesuai gambar
3. Memasang PHB 1 fase, dua sakelar, dan sebuah fiting duduk
4. Menginstalasi dua sakelar tukar, sebuah fiting duduk, dan kotak kontak seperti berikut.
  1. Keluaran PHB fase P- masukan S1 terminal 1, keluaran S1 terminal 2 – keluaran S2 terminal 4, keluaran S1 terminal 4 – keluaran S2 terminal 2, masukan S2 terminal 1 – masukan L.
  2. Kotak cabang 1 fase P dicabang – masukan KK terminal P.
  3. Keluaran PHB netral N – kelaran L, pada kotak cabang 2, keluaran L dicabang – masukan KK terminal N
  4. Keluaran PHB hantaran pentanahan HP – masukan KK terminal H
Gambar 3.14 Pengawatan Instalasi sakelar hotel

D. Teknik Pemasangan Instalasi Listrik Rumah secara Benar dan Aman

Memasang instalasi listrik rumah memang bisa dikerjakan sendiri, namun penting untuk kita mengetahui cara instalasi listrik rumah secara benar, agar jaringan listrik bisa berjalan secara aman dan lancar.

Pasalnya, kekeliruan dalam pemasangan instalasi listrik bukan hanya menyebabkan korsleting jaringan listrik saja, namun berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.Lantas, bagaimana caranya menginstalasi listrik rumah secara benar dan aman?

Hal pertama yang harus Anda lakukan tentu saja mengetahui dasar-dasar mengenai saluran listrik tersebut.Dengan mengetahui dasar-dasar pemasangan listrik, risiko kecelakaan yang ditimbulkan oleh kesalahan cara instalasi listrik rumah juga dapat diminimalisir.Untuk tahu lebih banyak, simak penjabarannya di bawah ini.
Gambar 3.15 Instalasi Listrik Rumah

Ada beberapa hal yang penting Anda perhatikan sebelum masuk ke pembahasan carateknik pemasangan instalasi listrik rumah.Hal-hal ini tak boleh dilewatkan, sebab menjadi salah satu penentu keberhasilan instalasi listrik.

1. Menghitung Ukuran Rumah dan Bangunan

Menghitung ukuran rumah atau ruangan sangat penting dilakukan sebelum menginstalasi listrik rumah.Hal ini dimaksudkan, agar kita mengetahui seberapa panjang kabel-kabel yang dibutuhkan sebagai cara instalasi listrik rumah dan jalur utama jaringan listrik tersebut.Selain itu, dengan menghitung ukuran ruangan, kita juga dapat mengetahui seberapa banyak kabel, lampu, fitting, serta saklar yang dibutuhkan pada masing-masing ruangan yang terdapat di rumah tersebut. Seperti gambar dibawah ini :
Gambar 3.16 Ukuran Rumah

2. Jumlah Ruangan yang Tersedia

Jumlah ruangan pada rumah juga harus diperhatikan sebelum melakukan cara instalasi listrik rumah. Dengan mengetahui jumlah ruangan yang ada, kita jadi tahu berapa banyak stop kontak yang dibutuhkan.Meski begitu, jumlah stop kontak di suatu ruangan biasanya dilihat dari fungsi dan kegunaan ruangan. Oleh sebab itu, perhatikan pula fungsi ruangan tersebut ya.Perlu digaris bawahi, untuk pemasangan stop kontak sendiri pastikan jarak pemasangannya minimal 125 centimeter dari lantai. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari stop kontak dari jangkauan anak-anak.
Gambar 3.17 Bentuk Ruangan

3. Besaran Daya Listrik yang Dibutuhkan

Mencari tahu besaran daya listrik yang dibutuhkan juga penting untuk dilakukan, agar kita dapat menentukan ukuran MCB (Miniature Circuit Breaker) yang digunakan.Untuk rumah yang memiliki ukuran cukup luas atau bertingkat,adabaiknya cara instalasi listrik rumah tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dengan menggunakan beberapa MCB. Teknik ini dikenal juga sebagai PHB atau Papan Hubung Bagi, fungsinya untuk memudahkan memperbaiki kerusakan listrik rumah, serta menghindari kerusakan menjalar ke seluruh bagian instalasi listrik. Seperti pada gambar berikut ini :
Gambar 3.18 Kapasitas Daya Listrik

4. Persiapkan Material yang Dibutuhkan

Sebelum bisa melakukan cara instalasi listrik rumah, tentu kita membutuhkan material-material yang dibutuhkan dalam proses instalasi tersebut, bukan? Maka dari itu, persiapkan dulu barang-barang seperti pada nomor lima berikut.

5. Ketahui Ukuran Kabel dan Perbedaan Kode Warnanya

Menentukan ukuran kabel yang tepat juga dibutuhkan sebagai cara instalasi listrik rumah. Sebab, ukuran kabel listrik menentukan seberapa besar kapasitas ampere kabel tersebut.
Gambar 3.19 Ukuran jenis kabel

Hal ini penting, sebab jumlah kabel ampere yang kurang bisa menyebabkan hubungan pendek arus listrik.Selain itu, kode warna yang terdapat pada kabel listrik juga menentukan besaran ukuran kawat konduktor.Namun, pada arus bolak-balik (AC) kode warna kabel tidak berhubungan dengan kapasitas ampere-nya, seperti kabel hitam untuk sumber arus, biru untuk konduktor netral, dan hijau untuk penahanan.

E. Pemasangan Jaringan Instalasi Listrik Rumah

Setelah mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam memasang jaringan listrik rumah, sekarang Anda sudah siap untuk melakukan cara pemasangan jaringan instalasi listrik rumah tersebut, seperti:

1. Membobok Dinding sebagai Tempat Saklar dan Stopkontak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jumlah saklar dan stopkontak yang ditempat pada sebuah ruangan tergantung fungsi dan kebutuhan dari ruangan tersebut. Membobok dinding sendiri difungsikan sebagai tempat untuk pemasangan tedus, yakni tempat saklar atau stop kontak.
Gambar 3.20 Membobok Dinding

2. Melubangi Dinding untuk Jalur Kabel dan Pipa

Setelah lubang untuk menempatkan tempat saklar dan stopkontak telah tersedia, cara instalasi listrik rumah selanjutnya adalah dengan membuat lubang jalur pipa dan kabel listrik.Pembuatan jalur pipa dan kabel listrik ini biasanya hingga ke bagian plafon rumah.Setelah selesai, maka pipa 5/8” PVC sudah siap untuk dipasang.Jangan lupa untuk jepit pipa tersebut dengan klem pipa.Pipa ini sendiri berfungsi sebagai pengaman jalur kabel-kabel yang akan di letakkan di dalamnya.
Gambar 3.21 Melubangi Dinding Jalur Kabel dan Pipa

3. Memasang Box MCB/ELCB

Pada umumnya, pemasangan box MCB diletakkan dekat dengan sumber listrik dari KWH meter.Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemasangan kabel dari sumber listrik rumah.Selain itu, sangat disarankan untuk memasang ELCB pada instalasi listrik rumah.ELCB sendiri berfungsi sebagai pelindung apabila terjadi kerusakan atau kebocoran pada jaringan listrik.
Gambar 3.22 Pemasangan Mcb/Elcb

4. Memasang Kabel Jalur Utama

Cara instalasi listrik rumah selanjutnya adalah dengan memasang kabel jalur utama arus listrik.Namun sebelum Anda memasangnya, pastikan bahwa kabel tersebut terdiri atas 3 jenis kabel.Pertama, terdapat kabel phase (+) berwarna merah; kedua, pastikan ada kabel netral (-) berwarna biru; serta, pastikan pula terdapat kabel arde yang berwarna kuning strip hijau. Setelah selesai, pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah memasang jalur utama dari MCB/ELCB menuju instalasi listrik rumah.Lalu, sambungkan kabel utama ke stop kontak, saklar, fitting lampu.

5. Memasang Kabel-Kabel ke Fitting, Saklar, dan Stop kontak

Dalam memasang kabel-kabel ke fitting, saklar, dan stop kontak tidak bisa dilakukan sembarang cara. Ada baiknya Anda memanfaatkan kotak sambungan (embodus) dan wire nut agar sambungan lebih rapi. Selain itu, cara instalasi listrik rumah ini tidak hanya membuat tampilan kabel jadi lebih rapi, namun juga membuat kabel lebih kuat dan aman.

6. Sambungkan Kabel pada MCB, Saklar, Fiting, dan Stop kontak

Setelah seluruh kabel tadi terpasang dengan rapi, saatnya kini Anda menyambungkan kabel-kabel tersebut pada masing-masing baut terminal yang ada pada MCB, ELCB, fitting, saklar, serta stop kontak.Pastikan Anda telah memasang seluruh jaringan kabel secara benar, lalu tempelkan stopkontak dan saklar sesuai pas tempatnya. Selanjutnya, tutup kembali saluran kabel dengan semen agar tampilannya rapi.Itu tadi cara instalasi listrik rumah secara aman yang penting Anda ketahui. Setelah melalui serangkaian proses di atas, jangan lupa untuk melakukan uji coba terhadap seluruh instalasi listrik.

Mulai dari menguji coba stop kontak, saklar dan lampu, fungsi MCB, serta ELCB. Pastikan pula seluruh perangkat ini berfungsi dan berjalan dengan baik. Agar aliran listrik pada rumah bisa berjalan dengan aman dan tidak terjadi korsleting listrik atau aliran arus pendek listrik yang bisa mengakibatkan kebakaran

RANGKUMAN

  1. Untuk pemasangan suatu instalasi listrik lebih dahulu harus dibuat gambar- gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana instalasinya akan dipasang jika spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan yang diterima dari pihak bangunan/pemesan. Harus diperhatikan spesifikasi dan syarat pekerjaan ini menguraikan syarat yang harus dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya material yang digunakan
  2. Peralatan instalasi listrik yang perlu disediakan oleh pemilik rumah sebaiknya yang kualitasnya bagus, tentunya harganya lebih mahal tapi lebih awet dann tidak cepat rusak. Misal: meteran listrik, steker (colokan), colokan, obeng, beberapa jenis tang, silet, pisau, gunting kecil, gergaji besi, tape rol, betel (alat pembelah batu), palu, test pen, sarung tangan pengaman, stop kontak, senter, dan kabel.
  3. Memasang instalasi listrik rumah memang bisa dikerjakan sendiri, namun penting untuk kita mengetahui cara instalasi listrik rumah secara benar, agar jaringan listrik bisa berjalan secara aman dan lancar. Pasalnya, kekeliruan dalam pemasangan instalasi listrik bukan hanya menyebabkan korsleting jaringan listrik saja, namun berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Demikian pembahasan instalasi listrik rumah yang bisa kami paparkan. Semoga saja bermanfaat.
close