Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perawatan Sistem Pelumasan : Pengertian, Cara Kerja, Pemeriksaan

Adapun tujuan pembelajaran perawatan sistem pelumasan diharapkan setelah mempelajari materi tentang sistem pelumasan, peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang pengertian, cara kerja, pemeriksaan, dan perbaikan sistem pelumasan dan bahkan jenis jenis sistem pelumasan pada kendaraan ringan.

PETA KONSEP

MATERI PELAJARAN PERAWATAN SISTEM PELUMASAN PMKR XI

Perawatan Sistem Pelumasan : Pengertian, Cara Kerja, Pemeriksaan

KATA KUNCI : Perawatan Sistem Pelumasan, Oli, SAE (Society of Automotive Engineers), API (American Petroleum Institute)
PENDAHULUAN
Apa sih yang kalian tau tentang sistem pelumasan? Pasti jawabannya OLI yaaaaaaaaaaaa …. !!!
Jadi, sistem pelumasan adalah suatu sistem pemeliharaan/perawatan terhadap perangkat mesin yang selalu menampilkan masalah-masalah gerak, gesekan dan panas yang ketiga proses tersebut paling erat berhubungan dan memegang peranan penting dalam masalah kestabilan mesin.

A. Pengertian Sistem Pelumasan

Oli atau minyak pelumas adalah cairan/ fluida di dalam mesin yang berfungsi untuk melindungi mesin saat bekerja, mendukung performa mesin, dan menghindari kerusakan mesin akibat ausnya komponen-komponen saat mesin dijalankan. Oli mesin dewasa ini digolongkan menjadi 3 dilihat dari bahan pembuat dan proses pembuatan yakni oli mineral, oli semi sintetis, dan oli sintetis penjelasan ke tiga jenis oli ini dapat dilihat pada artikel oli mesin.
Bearing cap pada sistem pelumasan
1. Fungsi Oli

Oli berfungsi sebagai pelumas mesin (lubricating) adalah oli sebagai pelumas akan bekerja untuk meminimalisasi gesekan-gesekan antar logam (komponen mesin), sehingga gerakan mesin menjadi halus/sedikit hambatan, oli juga akan mencegah gesekan yang terlalu kasar antar komponen mesin yang bisa merusak bagian-bagian mesin.
Oli berfungsi sebagai pelindung mesin adalah untuk melindungi mesin dari gesekan antar komponen dalam mesin akan tetapi juga melindungi mesin dari korosi (karat). Fungsi oli di sini mencegah reaksi oksidasi pada komponen-komponen mesin dan menghilangkan reaksi kimiawi logam dengan panas saat pembakaran yang bisa menyebabkan korosi pada komponen.
Oli berfungsi untuk pembersih kotoran yang masuk melalui sela-sela ring dan terjadi sisa pembakaran mesin yang menghasilkan kerak. Kotoran tersebut akan dilarutkan oleh oli (pelarut kotoran) atau bercampur dengan oli yang selanjutnya akan dibuang bersama oli saat pergantian oli mesin.
Oli berfungsi sebagai pendingin mesin adalah untuk melindungi mesin dari panas yang terjadi akibat pembakaran pada ruang bakar yang akan merambat ke dalam mesin. Selain itu, panas akibat gesekan antar komponen dalam mesin juga menambah suhu di dalam mesin. Oli sebagai pendingin akan mengalir pada permukaan komponen-komponen dalam mesin untuk selanjutnya membawa panas tersebut ke penampungan oli untuk selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang mengaliri tempat penampungan oli.
Sebagai pendingin, oli sangat berperan besar dalam menjaga komponen mobil dalam performa yang baik, panas yang terlalu tinggi (over heat) akan merusak komponen-komponen dalam mesin yang secara kimiawi dapat merusak ikatan logam dan secara fisikawi dapat menyebabkan pemuaian pada komponan mesin. Jadi, dapat disimpulkan bahwa oli sangat penting fungsinya untuk sebuah kendaraan.
Gambar 2.3 Tabel Hubungan Antara Temperatur dengan Kekentalan Oli

2. Kekentalan/Viskositas Oli

Kekentalan oli erat kaitannya dengan kemampuan bekerja oli pada suhu yang ekstrim. Oli yang baik adalah oli yang mempunyai kekentalan stabil/ memiliki daya tahan terhadap suhu rendah (dingin) dan suhu tinggi (panas).
Kemampuan ini akan sangat mendukung ke 4 fungsi oli di atas. Tingkat daya tahan oli terhadap suhu ini dinyatakan dalam Society of Automotive Engineers (SAE), misalnya pada kemasan tertulis SAE 5W- 40 ini berarti tanda 5W (Winter) bahwa pada suhu rendah (dingin) oli akan tetap memiliki kekentalan 5 dan pada suhu tinggi (panas) oli akan berada pada tingkat kekentalan 40.
Begitu pula dengan kode 15W-50 maka pada suhu terendah oli akan memiliki derajat kekentalan sebesar 15 dan pada suhu tertinggi oli memiliki tingkat kekentalan 50. Semakin kecil jarak kekentalan oli maka semakin baik kualitas oli tersebut misalnya SAE 5W- 30 akan lebih baik dari kode SAE 5W-40.
Gambar 2.4 Kode Kekentalan Oli
Semakin rendah suhu udara di luar (tempat yang dingin) maka dibutuhkan oli yang lebih encer atau dengan kode 5W. Negara yang bersuhu dingin misalnya negara Perancis biasanya memakai oli dengan kode 5W.

Semakin panas cuaca/ suhu udara di luar maka dibutuhkan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih tinggi, seperti di negara Indonesia akan lebih baik untuk menggunakan kode SAE 15W-30. Pemakaian kekentalan yang tidak sesuai dengan suhu suatu negara akan menyebabkan oli tidak bisa bekerja, misalnya Indonesia menggunakan kode SAE 5W-40 maka oli akan sangat encer sehingga tidak mampu melakukan tugas lumbrikasi dengan baik.

Begitu pula sebaliknya jika pada negara dengan cuaca ekstrim dingin menggunakan kode SAE 15W, maka oli akan sangat kental pada saat udara dingin sehingga oli tidak dapat mengalir pada ruang-ruang antar komponen-komponen mesin. Kode SAE (Society of Automotive Engine) merupakan kode oli yang cocok digunakan untuk beberapa negara sesuai dengan iklimnya. Misalnya oli yang mempunyai kode SAE 5W-30 : digunakan untuk negara beriklim dingin seperti Perancis, SAE 10W-35 : digunakan untuk negara beriklim sedang seperti Australia, dan SAE 15W-30 sampai SAE 15W-50 : digunakan untuk negara dengan iklim panas seperti Indonesia.

3. Standar Kualitas Oli (API)

American Petroleum Institute atau disingkat API merupakan kode standar untuk menentukan karakteristik tertentu (kualitas) oli. Kode API terdiri dari dua alfabet (huruf) yang terletak dibelakang kode "API" misalnya "API SG" atau "API CH". Pada kode huruf pertama menandakan penggunaan oli pada mesin bensin atau mesin diesel. Pada mesin bensin menggunakan kode "S" misalnya API SL sedangkan pada mesin diesel menggunakan kode "C" contohnya API CG.
Gambar 2.5 Standar Kualitas Oli
Sumber: Reparasi dan Perbaikan (Iin Solihin, 2007)
Pada kode huruf ke 2 menandakan karakter/ kualitas terbaru dari oli. Misalnya API SJ merupakan jenis oli lebih baru (biasanya lebih baik) dari API SG. Semakin baru oli maka kode huruf ke dua semakin jauh dari huruf A atau mendekati huruf Z. Pada mobil-mobil terbaru mesin bensin keluaran tahun 2010 akan memakai oli dengan kualitas API SN dan tidak bisa diisi dengan oli dengan kode kualitas SG karena akan berpengaruh pada komponen dalam mesin yang sudah dirancang menggunakan oli dengan kode kualitas SN.

Sementara untuk mobil tahun 1990an biasanya memakai kode API SG atau API SH dan tidak bisa di isi dengan oli berkode API SN karena mesin telah dirancang memakai oli SG dengan derajat kekentalan tertentu. Sebagai catatan biasanya semakin baru mobil maka akan meminta kode API yang semakin mendekati Z.
  1. API SN: (jenis terakhir sampai saat ini) menggunakan teknologi Nano Guard untuk melindungi bagian tersempit dari mesin. Digunakan untuk mesin tahun 2012 atau sebelumnya. API SM: Diperkenalkan pada 2004. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik dan digunakan setelah tahun 2004.
  2. API SL: Dirancang untuk menjaga temperatur dan energy conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya.
  3. API SJ: Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua.
  4. API SH: Digunakan untuk mesin tahun 1996 dan sebelumnya.
  5. API SG: Digunakan untuk mesin tahun 1993 dan sebelumnya.
  6. API SF: Digunakan untuk mesin tahun 1988 dan sebelumnya.

B. Cara Kerja beberapa jenis sistem pelumasan

Sistem pelumasan adalah suatu sistem dalam sebuah mesin dengan memanfaatkan oli sebagai media dan di sirkulasikan ke seluruh sistem pelumasan. Setelah oli melumasi mesin, maka oli akan kembali ke dalam bak penampungan oli kemudian disaring dan disirkulasikan kembali. Dengan adanya sistem pelumasan, maka komponen-komponen mesin akan terlindungi dari keausan akibat gesekan.
Dengan demikian, kerusakan dapat diminimalisir, sehingga mesin akan menjadi awet dan kinerja mesinpun akan tetap terjaga. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa sistem pelumasan adalah suatu sistem pemeliharaan/perawatan terhadap perangkat mesin yang selalu menampilkan masalah-masalah gerak, gesekan dan panas yang ketiga proses tersebut paling erat berhubungan dan memegang peranan penting dalam masalah kestabilan mesin.
Sistem pelumasan pada sebuah kendaraan bermacam-macam yaitu sistem pelumasan campur, sistem pelumasan autolube, sistem pelumasan ciprat, dan sistem pelumasan pompa (tekan).

1. Jenis Sistem pelumasan campur

Cara kerja sistem pelumasan oli dicampur dengan bahan bakar (bensin) pada tangki langsung, maka oli ikut aliran gas keruang engkol dan silinder dimana oli terbakar. Pada sistem ini oli yang digunakan adalah oli khusus dengan perbandingan campuran bagian oli 2-4 %.
Di bawah ini skema sistem pelumasan campur:
Gambar 2.6 Skema Sistem Pelumasan Campur
Pada jenis sistem pelumasan campur mempunyai sifat khusus di antaranya:
  1. Sistem pelumasan ini sangat sederhana karena tidak memerlukan komponen-komponen tambahan yaitu oli langsung dicampur pada tangki bahan bakar.
  2. Pemakaian oli menjadi boros dan menyebabkan polusi, karena oli yang berada dalam tangki bahan bakar akan langsung masuk ke ruang bakar dan terbakar bersamaan dengan bensin, sehingga pada saat gas terbuang akan menimbulkan asap.
  3. Digunakan khusus untuk motor-motor 2 langkah.
  4. Menggunakan oli khusus yang bersifat mudah bercampur dengan bensin,sehingga mudah pada saat pembakaran pada ruang bakar.
2. Jenis Sistem pelumasan autolube

Cara kerja sistem pelumasan autolube aliran oli ke dalam ruang bakar tidak langsung di campur dengan bahan bakar yang berada di tangki, tetapi menggunakan penampungan terpisah, pada sistem perlu menggunakan komponen tambahan untuk menunjang proses sirkulasi oli ke mesin. Di bawah ini adalah skema sistem pelumasan autolube.
Gambar 2.7 Skema Sistem Pelumasan Autolube
Cara kerja sistem pelumasan tipe ini yaitu oli dipompakan dari tangki oli menuju saluran masuk melalui saluran tambahan menuju bantalan poros engkol dan aliran oli ini sangat dipengaruhi dari putaran mesin dan posisi katup. Pada jenis sistem pelumasan autolube mempunyai sifat khusus antara lain:
  1. Pemakaian oli lebih ekonomis daripada pelumasan campur (langsung ditangki) karena pada system ini oli yang mengalir sangat dipengaruhi dari putaran mesin dan posisi katup.
  2. Penyetelan salah pada pompa oli mengakibatkan kerusakan pada motor.
  3. Digunakan pada motor 2 langkah.
3. Jenis Sistem pelumasan ciprat

Cara kerja sistem pelumasan ini pada pangkal batang torak dibuat sedemikian rupa (seperti sendok) dengan perputaran engkol, maka sendok akan akan ikut berputar sambal membawa oli dari panci oli. Di bawah ini skema sistem pelumasan ciprat.
Jenis Ciprat oli pelumas
Gambar 2.8 Skema Sistem Pelumasan Ciprat
Dari sistem mempunyai sifaf-sifat antara lain:
a. Sistem jenis ini adalah sistem pelumasan yang paling sederhana dibandingkan dengan sistem yang lain.Pelumasan bantalan luncur kurang sempurna karena hanya mengandalkan oli yang terbawa oleh sendok.
b. Hanya dapat digunakan pada motor dengan jenis penggerak katup (SV-Side Valve).
c. Pada saat ini hanya digunakan pada motor penggerak kecil.

4. Sistem pelumasan pompa (tekan)

Pada sistem ini oli mulai mengalir pada saat mesin hidup maka pompa oli akan menghisap oli dari karter selanjutnya dipompakan ke saluran-saluranbagian mesin yang memerlukan pelumasan. Setelah itu, oli turun kembali menuju karter dengan sendirinya. Di bawah ini gambar skema sistem pelumasan pompa (tekan).
Sistem pelumasan sistem tekan
Gambar 2.9 Skema Sistem Pelumasan Pompa (Tekan)
Jenis sistem pelumasan ini mempunyai sifat:
  1. Pelumasannya lebih teratur dan merata.
  2. Dapat memberikan pendinginan dan pembersihan pada tiap-tiap bagian yang dialirinya.
  3. Aliran oli tergantung pada putaran motornya.Banyak digunakan pada motor 4 langkah dan diesel.

C. Perawatan Sistem Pelumasan pada Mobil

Oli yang digunakan pada kendaraan harus selalu diganti dengan oli yang baru menurut aturan servis. Akan tetapi, anggapan orang untuk mengganti oli ada yang berpendapat setiap tiga bulan sekali. Itu adalah anggapan yang keliru.
Terus kapan kita harus mengganti oli? Berdasarkan petunjuk perawatan berkala  penggantian oli berdasarkan pemakaian mesin. Ini dapat dilihat dari dari angka yang terdapat pada odometer. Nah, dari situlah saat yang tepat untuk mengganti oli, misalnya setiap 5000 km. Selain itu, juga kita harus mengenali perubahan warna oli mesin misalnya:
  1. Warna merah berarti minyak bercampur dengan bensin.
  2. Warna kelabu berarti minyak bercampur dengan serbuk-serbuk bantalan.
  3. Warna putih susu berarti minyak bercampur dengan air.
  4. Warna coklat berarti minyak bercampur dengan karbon.
Cara pemeriksaan minyak pelumas:
  • Tempatkan kendaraan ditempat yang rata!
  • Apabila kendaraan habis menempuh perjalanan dan mesin masih keadaan panas, tunggu sampai suhu mesin turun kurang lebih 30 menit!
  • Apabila kendaraan dalam keadaan dingin hidupkan 1-3 menit kemudian matikan!
  • Tarik batang pengukur minyak dan bersihkan dengan lap bersih kemudian masukkan kembali dengan tepat!
  • Tarik kembali batang pengukur kemudian perhatikan!
  • Periksa volume minyak harus pada level F dan L pada batang pengukur!
  • Periksa viskositas/kekentalan minyak dengan jari tangan!
  • Periksa perubahan warna minyak mesin!
Cara pelaksanaan Perawatan sistem pelumasan:
  1. Pemeriksaan bak minyak pelumas. Bukalah bak minyak pelumas setiap 500 jam! Bersihkan bak minyak tersebut dan saringan hisap dari pompa dengan menggunakan minyak ringan atau minyak cuci!
  2. Pemeriksaan saringan minyak. Cucilah rumah filter sebersih-bersihnya dengan menggunakan minyak ringan atau minyak cuci! Sementara itu periksalah kertas saringan! Apabila terlihat ada kotoran, serbuk logam berwarna putih atau warna tembaga, maka hal ini menunjukkan adanya keausan pada bantalan-bantalannya, segera lakukan perbaikan!
  3. Pemeriksaan tekanan minyak pelumas. Apabila tekanan minyak pelumas tidak dapat mencapai bilangan yang diisyaratkan oleh pabrik pembuatnya, matikanlah mesin dan lakukan pemeriksaan!
    • Apakah isi minyak pelumas didalam masih cukup?
    •  Apakah ada kerusakan pada pipa atau alat pengukur tekanan minyak pelumas?
    •  Apakah ada kebocoran minyak pelumas dari saluran salurannya?
    • Apakah pompa minyak pelumas bekerja dengan baik, atau apakah udara masuk kedalam saluran minyak pelumas?
    • Apakah ada bantalan-bantalan yang rusak?
    • Apakah alat ukur tekanan pelumas bekerja dengan baik? Biasanya kotoran didalam saluran minyak pelumas menyebabkan gangguan pada sistem pelumasan.

D. Perbaikan Sistem Pelumasan

Beberapa gangguan yang terjadi pada sistem pelumasan antara lain:

1. Tekanan minyak pelumas di dalam motor terlalu rendah

Apabila ada indikasi tekanan minyak pelumas terlalu rendah, pada meteran tekanan minyak tidak menunjukkan pergerakan.

Kemungkinan:
  • Kurangnya minyak pelumas di dalam carter saringan.
  • Di sekitar pompa minyak pelumas tertutup oleh kotoran.
  • Pegas pengatur tekanan minyak pelumas lemah atau patah.
  • Keadaanminyak pelumas terlalu encer.
Perbaikannya:
  1. Tambah minyak pelumas kalau perlu ganti minyak pelumas yang baru sesuai dengan volumenya!
  2. Bersihkan pompa minyak pelumas dari kotoran yang menempel!
  3. Ganti pegas pengatur minyak pelumas dengan yang baru!
  4. Ganti minyak pelumas yang baru sesuai dengan viskositas / kekentalannya!
2. Tekanan minyak pelumas di dalam motor keadaannya tidak teratur

Apabila terjadi tekanan yang ditunjukkan meter tekanan berayun dalam bermacam-macam kecepatan putaran motor.

Kemungkinan:
  • Di dalam carter mulai kekurangan minyak pelumas.
  • Saringan minyak pelumas di sekitar pompa minyak banyak melekat kotoran.
Perbaikannya:
  1. Tambahkan minyak pelumas yang baru kalau perlu ganti dengan yang baru!
  2. Bersihkan pompa minyak dari kotoran yang melekat!
3. Tekanan minyak pelumas di dalam motor terlampau tinggi

Apabila terlihat pada meter tekanan minyak pelumas yang menunjukkan angka atau nilai sangat tinggi.

Kemungkinan:
  1. Pengatur tekanan minyak pelumas berupa katup dan pegas terjepit atau tersumbat.
  2. Pegas pengatur tekanan minyak pelumas terlalu keras.
Perbaikannya:
  1. Perbaiki katup dan pegas yang terjepit dan bersihkan bila ada sumbatan.
  2. Atur kembali pegas pengatur tekanan minyak pelumas.

LEMBAR PRAKTIKUM

Identifikasi pelumasan dengan sistem pompa (tekan)
  1. Alat dan bahan:
    • Unit kendaraan kondisi hidup
    • 1 Buah toolbox lengkap
    • Kain lap/majun
  2. Keselamatan kerja:
    • Gunakan peralatan servis yang sesuai dengan fungsinya!
    • Ikutilah instruksi dari guru ataupun langkah kerja yang tertulis pada lembar kerja!
    • Mintalah izin kepada guru Anda bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis pada lembar kerja!
    • Bila perlu mintalah buku manual mesin sesuai dengan obyek yang digunakan!
  3. Langkah kerja:
    • Persiapkan alat dan bahan praktikum!
    • Perhatikan instruksi yang disampaikan oleh guru!
    • Diskusikan mengenai letak, fungsi dan cara kerja komponen sistem pelumasan tekan!
    • Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktik secara ringkas!
    • Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan ke tempat semula, bersihkan tempat kerja!
Lembar Identifikasi Sistem Pelumasan Pompa (Tekan)

No.

Nama komponen

Letak komponen

Fungsi

1

 

 

 

2

 

 

 

3

 

 

 

4

 

 

 

dst

 

 

 

 
CAKRAWALA
“SAE (Society Of Automotive Engineers)”
Berbicara tentang sistem pelumasan pastinya berbicara juga tentang oli atau minyak pelumas. Taukah kalian.. bahwa minyak pelumas yang baik adalah minyak yang memiliki standar SAE (Society Of Automotive Engineers) dan API (American Petrolium Institute).
JELAJAH INTERNET
Untuk menambah wawasan lebih jauh mengenai sistem pelumasan, kalian dapat mempelajari secara mandiri di internet. Salah satu link youtube = yang dapat kalian kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman kalian tentang sistem pelumasan adalah sebagai berikut: https://www.youtube.com/watch?v=k2uTkEoYY7E (Sistem Pelumasan Oli).
RANGKUMAN
Sistem pelumasan adalah suatu sistem pemeliharaan/ perawatan terhadap perangkat mesin yang selalu menampilkan masalah-masalah gerak, gesekan, dan panas. Ketiga proses tersebut paling erat berhubungan dan memegang peranan penting dalam masalah kestabilan mesin.
TUGAS MANDIRI
Tugas para siswa adalah mencari pengertian dan perbedaan antara oli mineral, oli semi sintetis, dan oli sintetis. Tugas dikerjakan dalam bentuk laporan dengan format yang telah disepakati dengan guru pengampu.

PENILAIAN AKHIR BAB PERAWATAN SISTEM PELUMASAN

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Sebutkan karakter oli yang dibutuhkan oleh mesin!
2. Sebutkan 2 standar kualitas oli!
3. Mengapa oli mengalami penurunan kualitas dalam pemakaiannya? Jelaskan!
4. Mengapa interval pengantian oli mesin diesel lebih pendek dari pada bensin?
5. Oli dalam pemakaiannya dapat berkurang jumlahnya. Berapa prosentasekehilangan jumlah oli yang dikatakan normal?

REFLEKSI DIRI

Setelah mempelajari sistem pelumasan ini, Anda tentu menjadi paham tentang pengertian, cara kerja, pemeriksaan, dan perbaikan sistem pelumasan. Dari semua materi yang sudah dijelaskan di bab ini, mana yang menurut Anda paling sulit dipahami? Coba Anda diskusikan dengan teman maupun guru Anda, karena konsep dasar ini akan menjadi pondasi dari materi-materi perawatan dan perbaikan mesin otomotif.