-->

8 Komponen Transmisi Otomatis Mobil dan Fungsi

Kita bahas 8 komponen transmisi otomatis mobil beserta fungsinya agar kita sama-sama paham. Dengan begitu, kesalahan akan prosedur operasi pedalnya tidak sembarangan anda posisikan. Setiap komponen ini terkait dan memiliki limit masing-masing.

Simak 8 Komponen Transmisi Otomatis Mobil juga Fungsinya

Sekarang ini sudah banyak mobil yang mengusung komponen transmisi otomatis sebagai sistem transmisinya. Pengertian transmisi otomatis adalah sistem transmisi yang bekerja berdasarkan beban mesin dan kecepatan pada kendaraan dalam melakukan perpindahan gigi secara otomatis .

Pastinya sistem transmisi otomatis tidak sama dengan sistem transmisi manual. Jika pada transmisi manual, supir mobil menggerakkan shift lever dalam memindahkan over gigi transmisi ke tingkat yang lebih tinggi ataupun gerak mundur kendaraan.

Ketika mobil berjalan menanjak, kondisi ini memerlukan penurunan tingkatan gigi agar kendaraan memiliki tenaga cukup untuk menarik kendaraan menanjak. Tetapi, ketika anda menggunakan sistem transmisi otomatis, over gigi ketingkat rendah tidak perlu menggerakkan shift lever.

Sistem transmisi otomatis dapat membuat pengemudi kendaraan lebih fokus untuk mengendarai kendaraan. Manfaat ini diperoleh karena perpindahan gigi transmisi akan dilakukan secara otomatis. Tarikan dan kecepatan kendaraan yang tepat sesuai dengan sesuai dengan kondisi beban mesin dilakukan secara otomatis.

Terdapat dua jenis Sistem transmisi otomatis, dibedakan berdasarkan sistem perpindahan gigi dan waktu lock up, yaitu:
  • Full Hydraulic,  dapat diatur sepenuhnya secara hidraulis mulai dari waktu perpindahan gigi dan waktu lock up.
  • Electronic Control Transmision (ECT),  dapat diatur secara elektronik mulai dari waktu perpindahan gigi dan waktu lock up. Tipe sistem transmisi ECT memanfaatkan data yang tersimpan didalam ECU sebagai pusat kendalinya.
Adapun keuntungan dari menggunakan sistem transmisi otomatis dibandingkan menggunakan sistem transmisi manual antara lain:
  • Bisa mencegah mesin dan perpindahan tenaga dari beban berlebih karena sistem bekerja secara hidraulis dan bukan mekanik.
  • Membantu mengurangi kelelahan pengemudi kendaraan karena mengurangi pengoperasian shift lever dan tidak ada pedal kopling saat pemindahan gigi transmisi.
  • Over gigi transmisi dilakukan secara otomatis pada kecepatan yang sesuai dengan kondisi kendaraan, sehingga dapat membebaskan pengemudi dari teknik mengemudi yang sulit terutama pada pengoperasian kopling. Sehingga mobil yang mengusung sistem ini sangat cocok untuk pengemudi yang masih pemula.
Sistem transmisi otomatis dibuat dengan proses yang berbeda-beda namun fungsi dasar dan prinsip kerja masih tetap sama, jenis satu dengan yang lainnya. Ada beberapa komponen yang utama yang dimiliki Transmisi otomatis. Agar dapat bekerja dengan baik, tentunya komponen-komponen ini harus dapat bekerja sama sesuai fungsinya. Berikut komponen utama dari transmisi otomatis adalah:

1. Torque Converter

2. Planetary Gear Unit

3. Hydraulic Control Unit

4. Manual Linkage

5. Automatic Transmission Fluida

Kalau begitu, berikut ini beberapa penjelasan mengenai bagian dari komponen utama yang ada di dalam transmisi otomatis dan fungsinya.

1. Torque Converter

Torque converter pada sistem transmisi otomatis merupakan bagian yang memiliki prinsip kerja dan konstruksi yang sama dengan sebuah kopling fluida. Komponen ini letaknya pada sisi input shaft transmisi dan diikat ke flywheel crankshaft dengan menggunakan baut. Komponen ini diisi dengan minyak transmisi yang berfungsi untuk memperbesar momen mesin dan kemudian akan diteruskan ke transmisi.

8 Komponen Transmisi Otomatis Mobil dan Fungsi

Konstruksi Torque converter dilengkapi dengan sudu-sudu yang berbentuk seperti kurva dan sebuah stator dipasang di antara pump impeller dan turbine runner. Dimana stator ini memiliki fungsi untuk mengubah aliran minyak searah dengan putaran pompa impeller dengan menggunakan tenaga yang ada di dalam minyak. Torque converter mengubah momen dalam langkah yang tidak memiliki batas.

Pada saat mobil dalam keadaan di rem, converter tetap ada dan terjadi sirkulasi minyak namun akan memberikan penambahan momen yang berfungsi sebagai kopling seperti kopling fluida. Berikut beberapa fungsi torque converter:

* Bekerja untuk memperbesar momen yang dihasilkan oleh mesin kendaraan

* Sebagai kopling otomatis yang memindahkan atau memutuskan momen mesin ke transmisi

* Berfungsi sebagai flywheel yang dapat memperlembut putaran mesin kendaraan

* Dapat meredam getaran yang diakibatkan oleh momen dari mesin dan pemindahan daya (driver train)

* Dapat menggerakkan pompa oli dari hydraulic control system

2. Brake

Komponen ini merupakan salah satu komponen yang ada pada planetary gear ( sun gear, ring gear, atau carrier) yang dapat bergerak untuk mendapatkan perbandingan gigi yang dibutuhkan kendaraan. Brake dapat dioperasikan dengan tekanan hidrolik. Ada dua jenis brake yang ada yaitu band type brake serta wet multiple disc brake.
Pada jenis multiple disc brake, plate-plate yang ada diikatkan pada transmisi dan disc yang berputar integral dengan masing-masing planetary gear set yang ditekan satu sama lainnya untuk memegang bagian dari planteray gear tersebut agar tidak dapat bergerak.

Sedangkan untuk tipe band brake, jenis ini dilingkarkan di sekeliling brake drum yang disatukan dengan salah satu bagian dari planetary. Bila tekanan hidrolik bekerja pada piston yang berkaitan dengan brake band, maka brake band akan mengikat brake drum untuk memegang bagian dari planetary agar tidak dapat bergerak.

3. Clutch dan One-way Clutch

Clutch dan one-way clucth ini menghubungkan antara torque yang digunakan untuk memindahkan momen mesin ke intermediate shaft serta memutuskan hubungan torque converter dariconverter dari planetary gear untuk menghentikan perpindahan momen mesin.

Clucth berjenis multiple disc ini terdiri dari beberapa dics yang disusun secara bolak balik. Clutch ini dihubungkan serta dibebaskan dengan tekanan hidrolik. Sedangkan one-way clucth terdiri dari komponen inner race dan outer race serta sprag (roller) yang ditempatkan diantara keduanya. Jenis clucth ini hanya dapat meneruskan momen puntir ke satu arah saja.

Berikut adalah komponen transmisi otomatis pada mobil yang juga sering anda jumpai pada kendaraan mobil anda. Dengan adanya model gambar seperti ini maka akan membuat anda lebih paham tentang komponen otomatis.

4. Hydraulic Control System

Komponen ini terdiri dari oil pan yang memiliki fungsi sebagai reservoir fluida, pompa oli yang berfungsi untuk membangkitkan tekanan hidrolik, katup-katup memiliki berbagai macam fungsi, serta pipa saluran fluida yang dapat mengalirkan minyal transmisi ke clucth, brake serta komponen lainnya yang ada di hydraulic control system. Fungsi dari bagian hydraulic control system antara lain adalah: * Mengalirkan minyak transmisi ke bagian torque connverter

* Mengubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hidrolik

* Melumasi bagian-bagian sistem transmisi dengan minyak

* Mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa oli

* Memberikan tekanan hidrolik ke bagian clucth dan brake untuk mengatur pengoperasian planetary gear

* Mendinginkan bagian torque converter dan transmisi dengan menggunakan minyak

5. Manual Linkage

Selain yang sudah di jelaskan di atas maka di samping ini juga merupakan salah satu komponen otomotis yang akan anda jumpai pada kendaraan mobil anda. Anda harus mengetahui posisi letak komponen ini.

Sistem transmisi otomatis melakukan up-shift dan down-shift secara otomatis. Untuk mengoperasikan nya, terdapat dua buah linkage yang dioperasikan secara manual oleh pengendara yang dihubungkan dengan menggunakan transmisi otomatis.

Manual Linkage merupakan selector lever dengan cable serta accelerator pedal dan throttle cable. Dengan adanya sistem komponen ini maka mobil anda bisa berfungsi dengan maksimal. Anda juga harus sering – sering mengecek komponen mesin mobil anda seperti ini dan bahkan perlu adanya perawatan yang khusus.

6. Shifting Control

Komponen transmisi otomatis yang lain yang juga harus anda ketahui dan anda perhatikan adalah Shifting Control. Dimana ini merupakan komponen yang paling di utamakan dalam kendaraan.

Pada sistem hydraulic control akan mengubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hydraulic. Berdasarkan kondisi inilah tekanan hidrolik kemudian dialirkan ke kopling, rem, serta planetary gear untuk mengubah getaran ratio secara otomatis yang disesuaikan dengan kondisi pengemudi kendaraan.

Apabila anda sudah mengetahui apa saja fungsi – fungsinya maka anda bisa lebih hati – hati dan waspada dalam menggunakan kendaraan anda dan anda juga sudah menentukan jadwal sendiri untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan secara rutin. Pengecekan dengan cara sendiri di rumah atau dengan mendatangi bengkel kepercayaan anda.

7. Pedal Akselerasi

Pedal akselerasi ini dihubungkan menggunakan kabel pada throttle valve. Derajat penekanan akselerasi yang juga merupakan pembukaan throttle valve kemudian diteruskan ke sistem transmisi menggunakan kabel ini. Sistem transmisi otomatis akan melakukan shift up dan down up tergantung dari beban mesin serta pengemudi yang dapat mengubahnya dengan mengatur penekanan pedal akselerasi.

Komponen ini juga membutuhkan perawatan khusus dan juga harus di perhatikan kebersihannya. Sebagai pemilik kendaraan anda juga harus mengetahui fungsi – fungsi komponen yang berada pada kendaraan mobil anda.

Salah satu komponen otomatis pada mobil anda adalah pedal akselerasi. Apabila anda tidak mengetahui nama dari komponen ini maka artikel ini sangat cocok untuk anda dan membantu anda untuk mengetahui nama – nama komponen dan fungsi dari komponen tersebut.

8. Automatic Transmission Fluid (ATF)

ATF atau merupakan kepanjangan dari Automatic Tranmission Fluid merupakan minyak pelumas yang dicampurkan dengan beberapa bahan tambahan yang digunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Hal inilah yang membedakan nya dari jenis minyak lainnya. Sistem transmisi otomatis harus selalu menggunakan ATF yang sudah ditentukan.

Penggunaan ATF yang berbeda akan membuat kemampuan transmisi otomatis akan menurun. Untuk memastikan bahwa sistem transmisi otomatis dapat bekerja dengan benar, tingkat level minyak juga perlu diperhatikan. Untuk memeriksanya, anda dapat menggunakan dipstick pada saat mesin berputar dan transmisi berada pada suhu normal serta tuas transmisi berada di posisi P. Berikut beberapa fungsi ATF:

* Melumasi bagian planetery gear serta bagian lainnya yang bergerak

* Mendinginkan komponen-komponen yang bergerak

* Dapat memindahkan momen puntir pada torque converter

* Mengendalikan sistem hydraulic control yang akan berpengaruh pada kerja kopling dan rem pada transmisi otomatis

Oke, itu saja dulu, beberapa bagian dari komponen transmisi otomatis beserta fungsinya. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda.

spesifikasi mobil, tips, trick, perawatan, review, sistem transmisi

0 Response to "8 Komponen Transmisi Otomatis Mobil dan Fungsi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel