Teori Perkembangan Rentang Hidup Erikson [ Teori Kontemporer ]

Teori Perkembangan Rentang Hidup Erikson

Teori Erik Erikson melengkapi analisis Bronfenbrenner terhadap konteks sosial di mana anak tumbuh dan orang-orang yang penting bagi kehidupan anak. Erikson (1902-1994) mengemukakan teori tentang perkembangan seseorang melalui tahapan. Mari kita ikuti perjalanan Erikson melewati rentang kehidupan manusia.

Delapan Tahap Perkembangan Manusia Teori Erikson

Dalam teori Erikson (1968), delapan tahap perkembangan akan dilalui oleh orang di sepanjang rentang kehidupannya (lihat Gambar 3.2). Masing masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang dihadapi oleh individu yang mengalami krisis. Menurut Erikson, masing-masing krisis tidak bersifat katastropik, tetapi merupakan titik balik dari kerawanan dan penguatan potensi. Semakin sukses seseorang mengatasi krisisnya, semakin sehat psikologi individu tersebut. Masing-masing tahap punya sisi positif dan negatif.
Teori Rentang Hidup Erikson [ Teori Kontemporer ] epsikologipendidikan

  • Kepercayaan versus ketidakpercayaan
Kepercayaan versus ketidakpercayaan adalah tahap psikososial pertama menurut Erikson. Perkembangan kepercayaan (trust membutuhkan pengasuhan yang hangat dan bersahabat. Hasil positifnya adalah rasa nyaman dan berkurangnya ketakutan sampai pada titik minimal.

Ketidakpercayaan akan tumbuh jika bayi diperlakukan terlalu negatif atau diabaikan. Otonomi versus malu dan ragu adalah tahap psikologis Erikson kedua. Tahap ini terjadi pada masa bayi akhir (late infancy) dan masa belajar berjalan (toddler). Setelah memercayai pengasuhnya, sang bayi mulai menemukannbahwa tindakannya adalah tindakannya sendiri. Mereka menegaskan independensi dan menyadari kehendaknya sendiri. Jika bayi dibatasi terlalu banyak atau dihukum terlalu keras, mereka akan mengembangkan rasa malu dan ragu.
  • Inisiatif versus rasa bersalah
Inisiatif versus rasa bersalah adalah tahap psikologis Brikson ketiga. Tahap ini berhubungan dengan masa kanak-kanak awal, sekitar usia tiga hingga lima tahun. Saat anak merasakan dunia sosial yang lebih luas, mereka mendapat lebih banyak tantangan ketimbang saat bayi. Upaya versus inferioritas adalah tahap psikologis Erikson keeinpat. Tahap ini terjadi kira-kira pada masa sekolah dasar, dari usia enam tahun hingga usia puber atau remaja awal. Inisiatif anak membuat mereka berhubungan dengan banyak pengalaman baru.

Saat mereka masuk sekolah dasar, mereka menggunakan energinya untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan intelektual. Masa kanak-kanak akhir adalah masa di mana anak paling bersemangat untuk belajar, saat imajinasi mereka berkembang. Bahaya di masa sekolah dasar ini adalah munculnya pe-rasan rendah diri (inferioritas), ketidakproduktivan, dan inkompetensi.
  • Identitas versus kebingungan
Identitas versus kebingungan identitas adalah tahap psikologi Erikson kelima. Tahap ini terjadi di masa remaja. Remaja berusaha untuk mencari taiıu jati dirinya, apa makna dirinya, dan ke mana mereka akan menuju. Mereka berhadapan dengan banyak peran baru dan status dewasa (seperti pekerjaan dan pacaran). Remaja perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk memahami identitas dirinya. Apabila remaja tidak cukup mengeksplorasi peran yang berbeda dan tidak merancang jalan ke masa depan yang positif, mereka bisa tetap bingung akan identitas diri mereka.
  • Intimasi versus isolasi
Intimasi versus isolasi adalah tahap psikologis Erikson keenam. Tahap ini terjadi pada masa dewasa awal. Tugas perkembangannya adalah membentuk hubungan yang positif dengan orang lain. Erikson mendeskripsikan intimasi sebagai penemuan diri sendiri tetapi kehılangan diri sendiri dalam diri orang lain. Bahaya pada tahap ini adalah orang bisa gagal membangun hubungan dekat dengan pacar atau kawannya dan terisolasi secara sosial. Bagi individu seperti ini, kesepian bisa membayangi seluruh hidup mereka.
  • Generativitas versus stagnasi
Generativitas versus stagnasi adalah tahap psikologis Erikson ketujuh. Tahap ini terjadi pada masa dewasa pertengahan, sekitar usia 40-an dan 50-an. Generativitas (generativity) berarti mentransmisikan sesuatu yang positif kepada generasi selanjutnya. Ini bisa berkaitan dengan peran seperti parenting dan pengajaran. Melalui peran itu orang dewasa membantu generasi selanjutnya untuk mengembangkan hidup yang berguna. Erikson men-deskripsikan stagnasi sebagai perasaan tidak bisa melakukan apa apa untuk membantu generasi selanjutnya.
  • Integritas versus putus asa
Integritas versus putus asa adalah tahap psikologis Erikson yang kedelapan dan terakhir. Tahap ini berhubungan dengan masa dewasa akhir, sekitar usia 60-an sampai meninggal. Orang tua merenungi kembali hidupnya, memikirkan apa-apa yang telah mereka lakukan. Jika evaluasi retrospektif ini positif, mereka akan me-ngembangkan rasa integritas. Yakni, mereka memandang hidup mereka sebagai hidup yang utuh dan positif dan layak dijalani. Sebaliknya, orang tua akan putus asa jika renungan mereka kebanyakan negatif.

Mengevaluasi Teori Erikson.

Teori Erikson memaparkan beberapa tugas sosioemosional penting dan meletakkannya dalam kerangka perkembangan. Konsep identitasnya terutama membantu untuk memahami masa remaja akhir dan masa mahasiswa. Secara keseluruhan teorinya merupakan faktor penting dalam membentuk pandangan kita sekarang tentang perkembangan manusia sebagai perkembangan sepanjang hayat, bukan sekadar perkembangan di masa kanak-kanak.

Semakin sukses seseorang mengatasi krisisnya, semakin sehat psikologi individu tersebut

Teori Erikson tidak luput dari kritik. Beberapa pakar percaya bahwa tahapannya terlalu kaku. Bernice Neugarten (1988) niengatakan bahwa identitas, intimasi, independensi, den banyak aspek perkembangan sosioemosional lainnya tidak muncul secara berurutan secara rapi dalam interval usia tertentu. Aspek-aspek itu merupakan isu penting yang ada di sepanjang hidup kita. Meskipun banyak riset telah dilakukan terhadap tahap-tahap Erikson (seperti identitas), seluruh cakupan teorinya (seperti apaküh delapan tahap itu selalu terjadi secara berurutan seperti yang dipaparkannya) belum didokumentasikan secara ilmiah. Misalnya, bagi beberapa individu (terutama wanita), intimasi mendahului identitas, atau berkembang secara bersamaan.

Kata kunci : Perkembangan moral, teori erikson, teori kontemporer

Editor | David Sigalingging, S.Pd - SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam
LihatTutupKomentar