Technology & Education : Sekolah Kultural - Psikologi Pendidikan

Technology & Education :  Sekolah Kultural - Psikologi Pendidikan

Technology & Education :  Sekolah Kultural - Psikologi Pendidikan

Psikologi Pendidikan - Technology & Education : Sekolah kultural sama halnya dengan teknologi yang biasa ditemukan pada komputer. Sekolah kultural juga adalah sebuah penemuan teknologi dibidang pendidikan atau sekolah.  Teknologi bukan hanya membantu anak-anak belajar secara lebih efektif di sekolah, tetapi teknologi juga bisa mendekatkan sekolah ke masyarakat.

Di banyak distrik, murid dan orang tua dapat berkomunikasi dengan guru dan staf sekolah melalui e-mnuil. Guru dapat memasukkan hasil belajar murid ke halaman Web. Beberapa sekolah meuyediakan komputer laptop yang bisa dibawa pulang oleh murid.

Komunikasi yang lebih baik antara orang tua daun guru adalah salah satu tujuan program di Indiana yang diberi nama Buddy System. Dalam program ini, komputer dan modem ditempatkan di rumah 7000 murid sekolah dasar, sebagian besar grade 4 dan 5, selama satu atau dua tahun. Orang tua murid, yang kebanyakan belum pernah berkunjung ke sekolah anaknya, hurus mendatangi sekolah untuk mengambil peralatan komputer dan mendapatkan pelatihan mengenai cara menggunakan komputer. 

Banyak orang tua dan guru melaporkan bahwa koneksi komputer berhasil meningkatkan komunikasi di antara kedua belah pihak. Perhatian utamanya adalah memampukan murid dari keluarga menengah ke bawah untuk mendapatkan akses yang memadai ke komputer. Foshay Learning Center, sebuah sekolah umum K-12 di Los Angeles, menciptakan delapan pusat pembelajaran di kompleks apartemen milik keluarga kelas menengah ke bawah.

Tanpa haus meninggalkan apartemen itu, para murid di sekolah ini dapat menggunakan komputer untuk mendapat bantuan dalam mengerjakan pekerjaan rumah, belajar tentang teknologi, dan berpartisipasi dalam proses belajar aktif. Program ini penting terutama karena, menurut satu survei, hanya 38 persen murič dari keluarga berpendapatan $20.000 atau kurang yang punya komputer, sedangkan 83% dari keluarga berpendapatan $50,000 atau lebih memiliki satu komputer di rumahnya (Gallup and National Science Foundation Pol!, 1997)

IBM baru-baru ini membentuk program Team Tech Volunteer yang menyediakan tekiologi untuk lebih dari 2.500 agen kesehatar dan kemanusiaan. Program Teain Tech ini memberi murid kesempatan untuk menjadi relawan di komunitas mereka dan memberikan pelayanan teknologi yang dapat meningkatkan pendidikan dan pembelajaran murid. Cobaiah lakukan penilaian menyeluruh terhadap komunitas Anda. Seperti 1BM, barangkali ada perusahaan yang mau menyediakan pelayanan dan keahlian teknologi untuk kelas Anda.

Suksesan baru. Adalah penting untuk menyadari masa ketika Anda membuat perubahan dalam kehidupan murid. Mungkin Anda tahu dari pengalaman pribadi bahwa apa-apa yang dilakukan guru akan menimbulkan perubahan. Atau renung-kan kata-kata dari seorang konsultan ahli untuk buku ini, Carloz Diaz (1997), kini profesor pendidikan di Florida Atlantic University. Dia mengomentari tentang Mre. Oppel, guru bahasa Inggrisnya saat di sekolah menengalı atas:
Hingga saat ini, setiap kali saya melihat kata tertentu (dearth, slake) saya langsung mengenalinya sebagai kosakala Mrs Oppel. Sebagai seorang guru dia sangat tenang dan fokus. Dia juga memerhatikan kekuatan bahasa dan keindahan sastra. Saya berutang budi kepadanya, setidaknya sebagian, karena berkat beliau saya jadi berusaha keras untuk menguasai bahasa Inggris dan menjadi profesor dan penulis. Saya ingin bisa mienanamkan karakter ini ke murid-murid saya.
Semakin baik Anda menjadi guru, semakin berharga pekerjaan Anda. Dan jika Anda semakin dihormati dan sukses di mata murid, maka Anda akan merasa semakin bertambah komitmen Anda.
LihatTutupKomentar