-->

3.5 Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial Materi

Menggambar Benda Tiga Dimensi (3D) Sesuai Aturan Proyeksi Piktorial

Materi GTO Sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial

Bacalah uraian materi berikut ini dengan cermat!
Bentuk konstruksi geometris yang telah kamu pelajari sangat berguna untuk mempelajari materi pada bab ini. Seperti yang telah kamu ketahui sebelumnya bahwa gambar teknik dapat berfungsi sebagai alat komunikasi antara satu orangdengan orang yang bekerja dalam bidarng teknik, misalnya gambar teknik digunakan sebagai media komunikasi antara juru gambar (drafter) dengan pekerja produksi. Oleh karena itu, benda yang digambar oleh juru gambar harus dapat dibaca oleh pekerja produksi. Sehingga, benda yang diproduksi akan sama dengan bentuk dan ukuran gambar kerja. Untuk itulah, penyajian benda ke dalam gambar harus sedetail dan sesederhana mungkin agar mudah dipahami.
Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial Materi
Pada umumnya, gambar teknik digunakan sebagai gambar kerja atau panduan untuk membuat suatu benda tiga dimensi, misalnya gambar baut digunakan untuk membuat baut dengan ukuran-ukuran yang telah ditentukan. Akan tetapi, gambar teknik hanya dapat menyajikan gambar dalam dua dimensi. Untuk itu, diperlukan teknik menggambar yang tepat untuk menyajikan benda tiga dimensi pada gambar dua dimensi. Teknik menggambar tersebut dinamakan proyeksi. Tahukah kamu apakah itu proyeksi? Proyeksi adalah proses menyajikan suatu benda tiga dimensi pada sebuah bidang dua dimensi. Pada bab ini, kamu akan mempelajari mengenai proyeksi piktorial. Selain itu, kamu juga akan mempelajari mengenai jenis proyeksi piktorial, seperti: proyeksi aksonomi dan proyeksi miring. Perhatikanlah contoh gambar proyeksi piktorial pada Gambar 5.1 berikut ini!

Apakah nama gambar yang terdapat pada Gambar 5.1? Gambar 5.1 merupakan gambar mengenai penyajian benda tiga dimensi ke dalam bentuk dua dimensi. Gambar yang disajikan dengan proyeksi piktorial mempunyai bentuk yang menyerupai bentuk benda aslinya. Pelajarilah uraian materi pada bab ini dengan cermat dan teliti agar kamu dapat menggambar benda menggunakan proyeksi piktorial dengan tepat dan rapi. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran dimulai agar kegiatan pembelajaranmu berjalan dengan lancar.

Menerapkan sketsa gambar teknik otomotif benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial

A. Konsep Dasar Proyeksi Piktorial
Pembuatan gambar kerja dari benda asli ke dalam kertas gambar harus dilakukan dengan teliti agar gambar kerja yang dihasilkan sesuai dengan bentuk benda sebenarnya. Proyeksi merupakan cara yang paling sering digunakan untuk menyajikan benda tiga dimensi (3D) ke dalam gambar dengan bidang dua dimensi (2D). Pembuatan gambar-gambar tersebut menggunakan teknik konstruksi geometris yang telah kamu pelajari pada semester yang lalu, seperti: teknik membuat garis, bidang, bentuk elips, segi enam, dan lain-lain.

Salah satu jenis proyeksi yang akan kamu pelajari pada bab ini adalah proyeksi piktorial. Tahukah kamu apakah itu proyeksi piktorial? Proyeksi piktorial menggunakan satu jenis pandangan dalam menggambar benda ke dalam bentuk tiga dimensi. Perhatikan Gambar 5.2 berikut ini! Gambar 5.2 merupakan proyeksi piktorial yang menunjukkan bentuk benda apabila dilihat dari atas.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Pada dasarnya dalam proyeksi piktorial dibedakan menjadi tiga macam proyeksi lagi, yaitu proyeksi aksonometri, proyeksi miring, dan proyeksi perspektif. Sedangkan, proyeksi aksonometri dapat dibagi menjadi tiga macam, antara lain: proyeksi isometri, proyeksi dimetri, dan proyeksi trimetri.

Sebelum membahas mengenai proyeksi piktorial, kamu perlu mengetahui pengertian mengenai ilmu proyeksi. lmu proyeksi adalah ilmu yang mempelajari cara menggambar titik, garis, bidang, maupun benda benda di dalam ruang pada bidang datar. Sedangkan, proyeksi adalah bayangan atau khayalan dari benda yang dipandang dan ditentukan oleh garis-garis pandang pengamat. Garis-garis pandang pengamat ini disebut garis proyeksi.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Secara umum, ada dua jenis proyeksi, yaitu proyeksi piktorial dan proyeksi orthogonal. Perbedaan antara proyeksi piktorial dan proyeksi orthogonal, yaitu jika proyeksi piktorial untuk menampilkan gambar benda secara tiga dimensi dengan pandangan tunggal, sedangkan proyeksi orthogonal untuk menampilkan gambar dua dimensi dengan beberapa pandangan. Jenis proyeksi yang akan dipelajari pada bab ini adalah proyeksi piktorial.

Proyeksi piktorial adalah suatu cara menampilkan gambar benda yang mendekati bentuk dan ukuran sebenarnya secara tiga dimensi, dengan pandangan tunggal. Pandangan tunggal berarti pengamat hanya menggunakan satu arah pandangan saat menggambar benda, misalnya: pandangan dari atas, depan, samping kanan, samping kiri, atau belakang. Proyeksi piktorial digunakan untuk menghasilkan bentuk gambar yang sesuai dengan bentuk benda tiga dimensinya. Gambar piktorial adalah jenis gambar yang hasil gambar proyeksinya berbentuk tiga dimensi. Gambar ini memperhatikan bentuk objek gambar dari sudut pandang tertentu yang menunjukkan tiga bidang permukaannya sekaligus.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Proyeksi piktorial sangat bermanfaat untuk menggambar benda-benda tiga dimensi. Untuk memproyeksikan suatu benda tiga dimensi, maka dibutuhkan bidang proyeksi. Dalam hal ini bidang proyeksi yang dimaksud adalah bidang dua dimensi, seperti papan, tembok, kaca, dan-lain lain. Perhatikan Gambar 5.4 untuk lebih memahami apa itu bidang proyeksi. Pada gambar tersebut, kamu dapat melihat contoh suatu proyeksi sederhana dari suatu titik. Titik A, B, dan C adalah titik-titik yang dihubungkan dengan garis pada sisi AB dan AC dan di tengah-tengahnya diletakkan sebuah bidang segi empat (bidang P).

Bidang P ini akan memotong AB di titik D dan AC di titik E, dimana D dan E adalah titik-titik proyeksi dari titik A pada bidang P. Garis lurus AB dan AC merupakan garis proyeksi, bidang P disebut bidang proyeksi, dan titik A dinamakan titik penglihatan. Pada saat membuat gambar teknik, bidang proyeksi dapat berupa kertas gambar atau media gambar lainnya. Sedangkan, titik penglihatan merupakan sudut pandang dari pembaca/juru gambar yang melihat gambar proyeksi.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Salah satu jenis proyeksi piktorial adalah proyeksi perspektif yang dapat kamu perhatikan pada gambar Gambar 5.5 memperlihatkan gambar proyeksi suatu balok yang dilihat dari titik O dan diproyeksikan pada bidang P. Proyeksi ini merupakan salah satu jenis proyeksi piktorial, yaitu proyeksi perspektif. 
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Gambar yang dibuat dengan proyeksi perspektif dinamakan gambar perspektif. Proyeksi perspektif ini menggunakan satu titik penglihatan. Apabila titik terletak pada jarak yang tak terhingga, maka garis-garis proyeksi akan menjadi garis-garis sejajar, seperti yang terlihat pada Gambar 5.6. Benda yang diproyeksikan dengan titik penglihatan yang letaknya tak terhingga sehingga garis-garis proyeksinya saling sejajar disebut juga dengan proyeksi sejajar.

Kamu telah mempelajari konsep dasar proyeksi piktorial dan jenis-jenisnya. Sekarang, ayo kerjakan Kegiatan 5.1 berikut ini untuk menambah pengetahuanmu mengenai proyeksi piktorial.

Kegiatan 5.1
Judul Kegiatan : Menganalisis Macam-Macam Proyeksi Piktorial
Jenis Kegiatan : Tugas Kelompok 

Tujuan Kegiatan :
1) Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam proyeksi piktorial dengan benar (KD 3).
2) Peserta didik dapat menggambar berbagai macam proyeksi piktorial dengan tepat (KD 4).

Langkah-langkah kegiatan sebagai berikut!
  1. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri dari 4 orang teman sekelasmu
  2. Cari dan bacalah dengan cermat beberapa sumber referensi tentang proyeksi piktorial!
  3. Lakukanlah diskusi kelompok mengenai macam-macam proyeksi piktorial! Jelaskanlah macam-macam proyeksi piktorial tersebut pada buku tugasmu dengan rapi!
  4. Analisislah dengan kritis bersama anggota kelompokmu mengenai contoh gambar yang menggunakan proyeksi piktorial beserta jenis proyeksi piktorial yang digunakan di internet atau di buku referensimu! Kemudian, gambarlah kembali gambar tersebut sesuai dengan bentuk gambar yang kamu dapatkan pada kertas A3!
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
5 Berdasarkan pemahamanmu, buatlah kesimpulan tentang macam-macam
6 Setelah itu, presentasikan kesimpulanmu di depan kelas dengan percaya diri proyeksi piktorial dan tulis di buku tugasmu dengan rapi!
7. Kumpulkanlah hasil gambar dan hasil kerja kelompokmu pada gurumu setelah selesai presentasi!

Melalui Kegiatan 5.1 sketsa gambar benda 3D kamu telah mempelajari konsep dasar proyeksi piktorial. Kamu juga dapat menjelaskan contoh-contoh gambar proyeksi piktorial. Selain proyeksi perspektif, ada dua macam proyeksi piktorial lainnya, yaitu proyeksi aksonometri dan proyeksi miring. Proyeksi aksonometri dan proyeksi miring memiliki kesamaan yaitu gambar proyeksinya hanya menggunakan satu sudut pandangan. Suatu benda yang dipandang dengan sudut pandang yang berbeda dan cara pandangan yang berbeda akan menghasilkan hasil proyeksi yang berbeda juga. Hal ini berlaku khususnya untuk jenis benda yang tidak simetris yang tiap sisinya mempunyai profil yang berbeda. Ada beberapa jenis proyeksi aksonometri, antara lain proyeksi isometri, proyeksi dimetri, dan proyeksi trimetri. Ketiga jenis proyeksi ini akan kamu pelajari pada subbab berikutnya.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Gambar hasil proyeksi diberi nama sesuai dengan proyeksi yang digunakan, seperti gambar piktorial menggunakan proyeksi piktorial, gambar isometri, gambar perspektif, dan sebagainya. Gambar piktorial disebut juga sebagai gambar ilustrasi teknik. Hal ini karena gambar piktorial sering digunakan dalam bidang teknik dan katalog suku cadang dari suatu komponen mesin. Contohnya, gambar piktorial sering terdapat pada buku-buku katalog suku cadang kendaraan atau buku-buku pedoman servis alat/kendaraan. Gambar 5.8 adalah salah satu contoh pemakaian gambar piktorial sebagai gambar iustrasi teknik.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Gambar piktorial merupakan bagian dari gambar ilustrasi teknik. Sehingga, tidak semua gambar ilustrasi teknik adalah gambar piktorial. Gambar piktorial menampilkan wujud benda hanya dengan goresan garis-garis sederhana, sedangkan gambar ilustrasi teknik dapat meliputi beraneka ragam gambar, seperti gambar hasil seni grafis atau fotografis. Cara termudah untuk membedakan apakah suatu gambar ilustrasi teknik termasuk gambar piktorial atau tidak dapat dilakukan dengan mencocokkan aspek-aspek gambar piktorial ke gambar tersebut. Jika semua aspek terpenuhi maka dapat disimpulkan gambar tersebut adalah gambar ilustrasi teknik yang dibuat dengan proyeksi piktorial.
Materi GTO Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial
Untuk mengukur pemahamanmu mengenai gambar piktorial, kerjakanlah Tugas Rumah berikut ini.
Tugas Rumah
  1. Kerjakan Tugas Rumah dengan jujur dan mandiri!
    • Apakah yang kamu ketahui tentang proyeksi piktorial?
    • Apakah yang dimaksud dengan gambar piktorial yang menggunakan pandangan tunggal?
    • Jelaskan pengertian dari istilah-istilah berikut ini. 1) Garis proyeksi 4) Titik penglihatan 2) Ilmu proyeksi 5) Proyeksi sejajar 3) Gambar piktorial
  2. Sebutkan macam-macam proyeksi piktorial!
  3. Mengapa gambar piktorial disebut juga dengan gambar ilustrasi?
  4. Tulislah jawabanmu dalam buku tugas dengan rapi! Kemudian, kumpulkanlah tugasmu pada gurumu untuk mendapatkan penilaian!
  5. Sebelum mengumpulkan tugas rumahmu, mintalah paraf orang tuamu untuk melengkapi tugas rumah ini!
Nilai             Paraf Orang Tua                         Paraf Guru

0 Response to "3.5 Menerapkan sketsa gambar benda 3D sesuai aturan proyeksi pictorial Materi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel