Cara Test Sensor EFI tanpa Scanner

Sistem injeksi bahan bakar elektronik atau biasa disebut sistem EFI memiliki banyak sensor yang bekerja mengukur kondisi dan keadaan kendaraan. Sensor sensor pada sistem EFI ini bekerja mengirimkan laporan ke Electronic Control Unit atau ECU.
Ada banyak sekali informasi yang diterima dan diproses ECU untuk dikalkulasi dan ditetapkan kondisi engine saat ini. Sensor maupun aktuator akan mengalami penurunan performa atau bahkan rusak sesuai denga batas usia penggunaanya. Pemeriksaan dan penggantian komponen sistem EFI ini perlu dilakukan dengan SCANNER.

Namun, apa jadinya jika kita tidak memiliki scanner sistem EFI ini? Tentu saja kita harus memikirkan cara untuk menggantikan scanner ini. Berikut kami rangkum peralatan sederhana yang sangat bermanfaat dalam mengecek sensor ataupun aktuator pada sistem EFI. 

1. LED lamp untuk menguji output ECU ke sensor 5 V

Tes LED lamp ini dibuat menggunakan dua buah dioda LED dan 1 buah resistor 1K. Tes LED lamp ini dapat bekerja pada arus DC 5volt sampai dengan 12volt. Resistor 1k yang disematkan pada rangkaian ini berfungsi melindungi dioda LED agar tidak terbakar saat dihubungkan dengan tegangan DC 12volt.
Alat ini digunakan untuk mengetahui apakah sinyal tegangan dari ECU ada atau tidak. Saat sinyal ada lampu led alat ini akan menyala. Sementara jika sinyal tegangan dari ECU tidak ada, lampu LED tidak menyala.

2. Test lamp untuk menguji output ECU ke aktuator 12 V

Alat ini biasanya disebut dengan tespen DC. Tes pen DC ini bekerja pada tegangan 6v sampai dengan 24v atau tergantung spesifikasi pabrik pembuatnya. Pada prinsipnya alat ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada arus yang mengalir pada suatu rangkaian.
Keluaran arus dari ECU menuju aktuator seperti injektor ataupun coil pengapian memiliki tegangan 12v. Alat ini sangat cocok digunakan untuk mengetahui ada atau tidak arus yang dikimkan ECU ke aktuator. Aktuator kita lepas, kemudian kita pasangkan tespen DC ini. Jika lampu tespen DC ini hidup, itu menandakan ada tegangan 12v yang mengalir.

3. Portabel Device untuk menguji sensor

Alat portabel device untuk menguji sensor ini digunakan untuk mengukur sensor apakah masih berfungsi normal atau tidak. Alat ini sudah dilengkapi baterai internal dan mampu menyuplai tegangan sebesar 5v kepada sensor yang sedang diukur. Tegangan 5v yang disediakan alat ini sudah sesuai dengan tegangan kerja sensor pada sistem EFI.
Portabel Device untuk menguji sensor ini merupakan handmade berdasarkan prinsip kerja ECU. Boleh dikatakan alat ini merupakan mini ECU. Pembuatan alat ini juga tergolong mudah dan murah, tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk membeli komponen-komponen. Perlu anda ingat bahwa alat ini tidak dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan aktuator. Hanya dapat mengukur sensor saja.

4. Portabel Device untuk menguji sensor dan aktuator

Portabel Device untuk menguji sensor dan aktuator ini merupakan pengembangan lanjutan dari alat sebelumnya. Alat Portabel Device untuk menguji sensor dan aktuator lebih banyak fitur. Kita dapat menggunakan alat ini untuk mengecek normal atau tidaknya sensor, koil, injektor. Selain itu kita dapat mengecek kinerja koil pengapian baik itu panjang bunga api yang dihasilkan maupun besar bunga api.
Alat ini juga dapat digunakan untuk memeriksa kinerja injektor. Pada alat ini sudah dilengkapi dengan pulse generator 12v. Sehingga injektor dapat kita tes kinerja berdasarkan pulse yang dikirimkan alat ini. Simulasi kerja Injektor dapat kita lakukan dengan bantuan alat. Seolah-olah layaknya ECU yang mengirimkan sinyal tegangan ratusan kali dalam satu menit. Demikian halnya terjadi pada alat ini.

Itu Cara Test Sensor EFI tanpa Scanner. Kita dapat membuat alat-alat sederhana lainya untuk membantu proses pemeriksaan pada sistem EFI.
LihatTutupKomentar